Showing posts with label prayer. Show all posts
Showing posts with label prayer. Show all posts

Friday, December 6, 2013

A Wedding Invitation From Future

An email from my best partner, in good and bad..

 
Dear Amanda,

Hi, how's going? Kelihatannya banyak hal yang Tuhan kerjakan dalam hidupmu ya, Manda? Senang rasanya melihat kamu mulai menyibukkan diri di ladangNya, dan bukan lagi pusing masalah-masalah diri kamu sendiri :) Great job, girl! Congratulations! You did it!

Aku masih ingat beberapa tahun yang lalu, kamu masih sibuk mikirin masa depan kamu sendiri, sampai lupa hal yang terpenting, yaitu Sang Masa Depan itu sendiri! :D
Ga papa.. You've learn it in hard way, but it works, doesn't it?
Aku senang kamu tetap belajar banyak hal dan masih mau kembali untuk diajar lagi walau kamu tahu itu berat. Tapi percayalah, sekalipun berat dan kelihatannya gak jelas, you're with The Creator now. Jalanin aja, be joyful in every step you take, because He is there with you!

Amanda, beberapa hari lagi aku akan menikah. Yap, dengan orang itu. Kamu tau kan? ;)

It's not easy, I know.
I really took my faith for this one.
Kalo kamu tanya gimana perasaanku sekarang, hmm.. I don't know.
Mix feelings.
Kamu ingat gak aku pernah cerita gimana perasaanku waktu tau kalo itu dia? Mix feelings juga.
Sepertinya kurang lebih sama.
Dia pria yang bisa aku hormati. Dia hati-hati dalam melangkah, dan setiap keputusan yang dia ambil, aku tahu itu bukan keputusan yang mudah. Keputusan untuk meninggalkanku! How big his faith is!
Aku sama sekali gak menyangka dia berani letting me go, padahal dia juga tahu kalo aku tertarik pada dia.
At that time, I'm so proud of him. I'm so thankful. I'm feeling grateful to know someone like him. Like Paul said in his letter to Philemon, "Every time your name comes up in my prayers, I say, "Oh, thank you, God!" (Philemon 1:4)."

Di waktu yang sama, aku juga merasa sedih dan ragu.
Apa iya aku ini bisa jadi pasangan yang sesuai dengan dia, yang bisa mendukung dia, dan bisa membawa dia makin dekat sama Tuhan? Melihat kegagalanku di sana-sini, aku meragukan diriku sendiri dan melihat diriku begitu kecil dibanding dia.
Sepertinya dia cukup confident, cool, calm, dan tahu apa yang dia mau.

Beberapa hari lagi aku dan dia akan mengikat janji. Dan aku akan segera menjadi istrinya.
Tolong doakan aku ya, supaya aku bisa tetap fokus pada Tuhan dan meletakkan imanku di tempat yang benar, supaya ke depan aku juga makin bisa mendukung suamiku untuk makin bertumbuh kepada Kristus.

Amanda, I'd never dream something like this! This feeling.. is sooo.. great!

Kamu tahu, waktu aku masih single, belum tahu siapa calon suamiku, belum tahu kapan dan bagaimana kami akan bertemu, aku selalu membayangkan hari pernikahanku.
Hari pernikahanku akan menjadi hari yang paling membahagiakan. Bukan cuma aku yang berbahagia, tapi juga keluargaku, keluarganya, fotografer dan make-up artistku, teman-teman, rekan kerja, pemimpin rohani, dll.

Sekarang aku merindukan hari pernikahan yang penuh kuasa, karena aku rindu melihat keluargaku dipulihkan. Aku rindu melihat keluargaku mengerti konsep cinta yang sesungguhnya. Segala bentuk kasih, hanya boleh ditujukan pada Sang Pencipta Kasih itu sendiri. Aku dan calon suamiku bukan manusia yang sempurna, tapi kami mengerti, karena Dia yang telah mempertemukan kami, dengan caraNya yang ajaib dan tak terpikirkan oleh kami, because He is soo.. good for both of us, kami diijinkan memiliki hari pernikahan yang kudus dan indah.

Aku mau hari pernikahanku bukan sekedar liturgi atau agenda acara, tapi hari pernikahanku adalah KKRku dan suamiku. Dimana setiap orang yang datang ke acara pernikahan kami, single atau couple, atau family, mereka akan dipulihkan, iman mereka dibangkitkan, kalau perlu boleh ada mujizat terjadi di sana! Wow!

Aku membayangkan nanti, di hari itu, aku dan suamiku akan maju ke panggung, kami akan bersaksi betapa Tuhan itu baik, bagaimana Dia merancangkan segala sesuatu yang terbaik untuk kami berdua. Dan betapa kami sangat bersyukur boleh meletakkan kepercayaan kami kepadaNya.
Kami juga mau berterima kasih pada orang tua kami, bagaimanapun juga, karena mereka lah kami bisa ada sekarang. Aku membayangkan mama diam-diam mengusap air matanya, papa berkaca-kaca dan hanya tersenyum memandang kami.
Aku, dengan suara yang bergetar menahan tangis, tangis haru dan penuh ucapan syukur, gak berhenti-berhenti mengucap syukur karena kebaikanNya, karena boleh jadi pendamping suamiku, suamiku yang luar biasa, pria yang bisa kuhormati dan kupercaya, untuk hidup kami seterusnya.
Kami juga akan mengangkat gelas champagne kami ke pemimpin rohani, mentor, dan pastor kami. Karena kami tahu, karena doa dan dukungan merekalah kami bisa kuat menjaga kekudusan sampai hari pengikatan janji itu tiba.
Gelas champagne kami juga kami arahkan ke teman-teman komsel kami, karena merekalah yang mendukung kami dalam doa, membantu kami untuk tetap pada jalur yang benar, berdoa syafaat dan berpuasa untuk hari pernikahan kami. Tanpa doa-doa mereka, tentunya tidak akan ada hari pernikahan seperti itu, kan?

Aku tahu pasti Roh Kudus akan hadir di hari pernikahanku dan menjamah setiap tamu yang hadir, entah itu di pemberkatan atau di acara resepsi.
  • Mungkin nanti banyak ditemukan wanita-wanita yang diam-diam menyusut matanya sambil makan, karena hatinya dijamah Roh Kudus dan Roh Kudus memberikan damai yang nyata untuk hidup mereka.
  • Mungkin nanti tidak sedikit juga suami-suami yang mulai mendekati istrinya, memeluk dan merangkul istrinya, mengecup kening istrinya, atau hanya sekedar mengusap anak-anaknya.
  • Mungkin nanti para single di pesta penrikahanku, tidak terfokus untuk mencari calon pasangan, tapi mereka sedikit menunduk, tersenyum kecil, dan mengangkat wajah. Binar-binar mata mereka menunjukkan hati mereka sudah damai dan dipulihkan oleh Roh Kudus, tahu bahwa Allah telah menyediakan yang terbaik untuk hidup mereka.
  • Mungkin yang datang di hari pernikahanku ada pasangan yang hampir cerai, mereka boleh dipulihkan, mereka boleh mengalami kasih yang sesungguhnya. Wow!
  • Mungkin ada seorang ibu yang suaminya sekarat, dia boleh dikuatkan, dan suaminya disembuhkan. Wow!
  • Mungkin ada pasangan yang sudah lama pisah ranjang, setelah datang ke acara pernikahanku, mereka boleh disatukan kembali. Wow!
  • Mungkin ada seorang cewek yang habis diputus pacarnya, dan hampir bunuh diri, setelah datang ke acara pernikahan kami, dia boleh dapat harapan baru. Wooww!!
  • Mungkin ada cowok yang belum ngerti konsep cinta, sibuk cari cewek dan gonta-ganti pasangan, bermain-main dengan dirinya sendiri, memuaskan nafsunya, setelah hadir di acara pernikahan kami, mindsetnya boleh diubahkan. Wooww!!
Bagaimana?
Kamu terkesima kan?
Ya, aku bisa melihat kamu mengangguk-angguk dan tersenyum simpul.
Matamu juga berbinar membayangkan pernikahan yang seperti itu.

Amanda, pernikahan seperti itu belum pernah aku bayangkan.
Aku tahu itu Tuhan yang meletakkan ide ini di hatiku.
Tapi tahukah kamu, Manda, harga yang dibayar sangat mahal. Pernikahan seperti itu tidak dirancang 1-2 bulan atau dalam semalam saja. Aku sudah bayar harganya sejak aku menerima Kristus dalam hatiku dan hidupku.
Seringkali sulit untuk mempertahankan iman ini. Jalan yang ku tempuh berbahaya dan menyakitkan! Tak terhitung berapa kali dalam sehari aku harus menyalibkan kedaginganku sendiri, aku harus memaksa hati dan perasaanku untuk tetap fokus pada Dia, bagaimana tiap hari aku harus memutuskan untuk menang atas tubuh, perasaan, dan hatiku sendiri.

Pernikahan yang penuh kuasa seharusnya berfokus pada Dia!
Hanya karena perkenananNya-lah aku bisa menghadirkan pernikahan yang seperti itu.
Ini sulit, tapi aku mau Tuhan pakai aku dan suamiku sebagai alatNya untuk menunjukkan pada orang-orang bahwa Dia baik. Dulu, sekarang, dan selamanya Dia baik. Pada orang yang percaya atau tidak percaya padaNya, Dia tetap baik.

Tapi sudah tentu, untuk dipakai sebagai alaNya, aku dan suamiku harus mempersiapkan diri. Persiapannya sudah dimulai sejak kami single. Kami belajar percaya sepenuhnya bahwa apapun yang Dia kerjakan, semuanya baik, dan mendatangkan kebaikan untuk kami.

Kami belajar tidak terburu-buru dalam mengambil langkah. Kami menikmati hari demi hari kami berjalan denganNya, tanpa sadar Dia membawa kami saling bertemu.
That's wonderful!
Yayaya.. aku tahu kamu muak dengan cerita seperti ini :D
Perasaan yang seperti apa itu? Kamu gak ngerti.
Ya, aku sendiri juga gak ngerti sampai aku menyadarinya.

Tenang, Manda. Sekarang kamu mungkin gak tau siapa dia, kapan kalian bertemu, dan bagaimana kalian bertemu. Yang aku tahu, dan kamu juga perlu tahu, adalah Tuhan baik. Dia baik padamu dan pada calon suamimu. Apapun yang Dia lakukan, semuanya baik.
Untuk sekarang, kamu cukup perlu tahu itu saja.
Sudah, don't be worried or fret.
Cukupkan dirimu pada apa yang ada sekarang, jangan pikirkan sesuatu yang lebih tinggi daripada yang kamu bisa pikirkan.

Kamu menginginkan pernikahan yang penuh kuasa kan? Yang seperti KKR kan? Dimana mujizat boleh terjadi di hari pernikahanmu, sama seperti mujizat Yesus yang pertama di pernikahan di Kana. Kamu kamu merindukan pernikahan yang seperti itu, kamu harus mau lakukan bagianmu. Tetaplah diam di kakiNya, pandang wajahNya! Save the best for the last!
Hari itu Yesus bisa saja melakukan mujizat dari awal, tapi apa gunanya? Tidak ada kemuliaan yang besar yang bisa dibawa Yesus pada Bapanya jika Dia melangkahi waktuNya. Yesus aja bersabar, kamu kok enggak! Siapa kamu? :p

Semoga damai sejahtera yang dari Allah sendiri boleh turun atas hidupmu, memenuhi hatimu dan meluap keluar, supaya orang-orang di sekitarmu juga boleh mengalami damai yang dari Tuhan sendiri.

I'm waiting you on my wedding day! ;)

Immanuel, Manda!
I love you so much!

Yaye

Thursday, April 18, 2013

Wanted: Dead or Alive!

"For our struggle is not against flesh and blood, but against the rulers, against the authorities, against the powers of this dark world and against the spiritual forces of evil in the heavenly realms" (Eph 6:12).

In the old west it was common to see a poster on the wall of the town jail or post office with a man's picture below the words: Wanted: Dead or Alive! These were the most notorious criminals who posed the greatest danger to society.
Let me ask you a personal question.
Is there a "Wanted: Dead or Alive" poster in hell with your name on it?
Are you a real danger to hell?
Do you cause problems for Satan's legion of demons?
Are you pushing back Satan's agenda on planet earth?
Are the unsaved in danger of receiving salvation through you?
Will someone receive healing because you dared to pray for them?
Will someone's life be impacted because you chose to pray for them in your workplace during a difficult time?
Will a city be impacted for Jesus Christ because of you?
Millions of believers sit on the sidelines everyday having no impact on the Kingdom of darkness. Their names will never appear on a Wanted poster in hell because Satan sees that they are no threat. However, God wants you to be a threat to Satan's kingdom.

What are some things you can do that will pose a threat to Satan's agenda?
Perhaps you can begin praying for one of Satan's most notorious talk show personalities. Or maybe you are called to visit an elderly home to bring the love of Christ into a lonely place. There are many ways you can earn a reputation in hell.

Are you willing to be a force to be reckoned with by Satan's legions?


Monday, April 9, 2012

The Queen of Dreams


Pernahkah kalian merasa ada satu atau beberapa kejadian yang membuat hati kalian terketuk, "Oh, God soo loves me!!"? Tonight, I felt it again.

Beberapa orang merasa Tuhan itu sayang ama dia kalo Tuhan melakukan mujizat besar buat mereka. Misalnya, yang lumpuh tiba-tiba bisa jalan lagi. Yang buta melihat. Yang tuli mendengar. Yang sakit disebmuhkan. Dsb.
Ada orang yang merasa Tuhan itu sayang ama dia kalo Tuhan ngasih berkat-berkat tak terduga. Misalnya pas lagi butuh duit, tiba-tiba ada yang ngirim duit. Pas lagi pengen pacaran, tiba-tiba ada cowok nembak (lho? haha..). Pas lagi kelaperan, eh tiba-tiba ada temen yang ngasih makanan. Dsb.
Ada lagi orang yang merasa Tuhan itu sayang ama dia kalo ngasih templakan-templakan atau teguran-teguran yang menohok. Sometimes aku juga merasa ada di kelompok orang yang seperti ini :D
Mungkin juga ada orang yang merasa Tuhan itu sayang ama dia kalo dia punya pengalaman close to death. Mungkin.
Dan sebagainya lah ya.. you mention it.

Cara Tuhan menunjukkan bahwa Dia sayaaaaang sama aku itu lucu. Dia menunjukkan dengan cara share His dreams and provide me to reach that.
Makanya, somehow aku sangat kagum sama yang namanya the King of Dreams alias Yusuf. Sampe-sampe terobsesi kalo punya anak cowok namanya kudu Zaphnath Paaneah (bisa dikeplak suami deh..). Aku kagum sama Yusuf ini karena di beberapa segi kehidupannya itu mirip sama apa yang aku alami. Misalnya dia dicela dan dibenci abis-abisan sama sodaranya gara-gara dia menyombongkan mimpinya. Emang sih itu mimpi dari Tuhan, tapi Yusuf share pada waktu yang gak tepat. Pas karakternya belum bagus. Makanya dia harus suffer banyak. Aku sih emang gak sampe dibenci gitu. Tapi aku kerasa ada beberapa orang yang merasa aku ini omong besar karena punya mimpi gede tapi gak bisa melaksanakan. Well, it's not my dream so itu bukan tanggung jawabku KAPAN mimpi itu terealisasi :D
Tapi guys, sungguhan gak enak lho dicelatu orang gara-gara mimpi yang kita punya. Aku sampe harus berkali-kali tanya ke Tuhan, "Tuhan, ini beneran tah dari Kamu?? Jangan-jangan ini cuma keinginanku tok?"
Satu yang aku pegang sampe sekarang, kalo MEMANG itu dari Tuhan, He will provide us. He will open the door, the way, the transportation, whatever! Eventhough we don't do anything, except OBEY.

Mimpi pertamaku sejak terima Yesus adalah waktu aku mau dibaptis.
Sebelumnya aku gak berencana untuk dibaptis karena aku merasa pas kecil aku udah dibaptis kok, ngapain baptis lagi? Yang penting kan sekarang aku mau pursue Jesus more and more. Kalo dulu gak kenal Yesus, sekarang mau kenal Yesus.
Lucunya, waktu terima Yesus itu aku masih pacaran. Dengan orang yang gak seiman lagi. Orang yang jelas-jelas gak mengakui Yesus adalah Tuhan. Bahkan aku udah berniat untuk pindah agama. Gila gak tuh. Dan waktu itu gaya pacaran kami sangat sangat gak kudus, sampe-sampe aku sekarang mikir, it's a miracle kalo sampe detik ini aku masih virgin.
Dan waktu dorongan untuk baptis lagi itu ada, aku cuma bilang gini ke Tuhan: "God, kalo memang ini jalanMu, let us (me and my (ex)boyfriend) being through." Goblok kan? Ya jelas lha itu jalannya Tuhan! Pake nanya-nanya segala. Hahahaha..
3 hari sebelum aku dibaptis, we're through. Putus gitu aja. Gak ada nangis-nangisan. Gak ada marah-marahan. Adanya lega. Suuuper lega. Bahkan gak ada kata-kata "Kita putus ya.." and whatever. Ya udah putus hubungan gitu aja. Keren gak tuh.. hahahha.. Itu pengalaman pertama dimana aku mulai taruh mimpiku ke Tuhan. Impian untuk membuktikan ke orang-orang bahwa this is the new Yaye! The new Amanda! 15tahun yang lalu, hancur-hancuran. And now, I'm going to chase His dreams!

Lucunya lagi, Tuhan gak pernah ngijinin aku untuk punya mimpi SENDIRI. Tiap kali aku punya mimpi for myself, percaya-gak percaya, paling-paling cuma bertahan bentar. Setelah itu, Tuhan hancurkan semuanya habis-habisan, dan Dia gantikan sama mimpi-mimpiNya, which is mimpiNya keren abiiiisss booo... Gak sebanding lah sama apa yang aku mimpikan.
Beberapa mimpi yang Tuhan taruh itu kayak pelayanan keyboard, punya sepeda motor buat anter jemput anak-anak, share Jesus ke orang-orang yang non-Kristen, dsb.
Pelayanan keyboard itu sama sekali gak terduga. Aku gak pernah menyangka bisa masuk di bidang musik, karena sense of music-ku itu biasaaa banget. Aku cuma bisa bedain mana musik yang easy listening, mana yang gak. Itu aja. Hahaha.. Makanya, waktu Dia provide me untuk belajar keyboard, dimana seminggu sekali aku harus menempuh perjalanan kurang lebih 3 jam pulang pergi buat latihan keyboard, this is His dream. Siapa gitu ya yang mau belajar keyboard, udah cuma seminggu sekali, harus naik angkot panas-panas, bau, sempit selama 3 jam pulang pergi, belum lagi harus jalan kaki panas-panas 20-30 menitan buat nyari angkot, dan yang paling gila: orang yang diajarin keyboard ini GAK PUNYA keyboard di rumah! Bayangkan!! Jadi dulu latiannya 1 kali pas les, 1 kali pas latian musik di gereja, sisanya? Gambarin balok-balok piano di meja di kelas pake kapur, trus dimainin gitu. Nadanya? pake mulut. Hahahaha..
That's crazy, but yeah.. that is His dream. Not mine. All I just to do is obey Him.

Untuk kuliah juga gitu.
Aku bertekad untuk kuliah bukan di universitas katolik atau kristen. Awalnya karena aku pengen punya suasana beda. Kuliah murah (karena ortuku gak punya banyak biaya untuk kuliahkan aku). Trus dapet universitas bagus (everybody said that universitas negeri itu keren, yang bisa masuk ke sana itu orang-orang pinter dan hebat-hebat), btw, jaman itu ITS sangat ditakuti karena kegarangannya. Wong slogannya aja ITS CUK: ITS Cerdas Ulet Kreatif. Hahaha..
(NB: C*k itu salah satu pisuhan terkenal di Surabaya, singkatan dari janc*k)
Tapi siapa sangka, detik-detik terakhir pendaftaran Tuhan mulai bukakan mimpi baru buat aku: jangkau bangsa-bangsa! Dulu aku gak sadar apa sih itu artinya. Kalo gak salah itu salah satu visi gereja Mawar Sharon pada jaman itu. Jaman itu ko Philip lagi dipake ke Taiwan, trus di Surabaya juga sering diadain KKR yang ngundang orang-orang dari Taiwan, Malaysia, Singapore, US, dll.
Sayangnya, aku gak banyak share tentang Yesus pas awal-awal kuliah karena aku ngalami banyak goncangan baru. Perubahan iklim belajar (dari SMA ke kuliah), perubahan pemimpin, perubahan sel, perubahan kepercayaan, dll. Perubahan-perubahan itu membuat aku hilang fokus sama visi awal yang Tuhan taruh di hatiku awal kuliah. Sekarang kalo dipikir-pikir, mungkin inilah salah satu penyebab kenapa aku gak masuk Sistem Informasi, malah nyasar ke Tata Kota, karena Tuhan mau memulihkan kota-kota di Indonesia! Amin!
Jadi 2 tahun lebih aku menyia2kan waktu untuk share. Well, I felt sorry to God, tapi segala kesia-siaan itu tetep Tuhan kerjakan dengan baik lho :) Walau menurutku sayang banget 2 tahun itu aku sia-sia dalam menjalani hidup, tapi setelah pemulihan masa-masa itu aku jadi belajar baaaaanyak banget. Persepsi awalku yang gak sesuai sama pikiran Tuhan, mulai diluruskan. Aku jadi sangat enjoy menjalani setiap perubahan-perubahan yang ada di hidupku, karena dalam 2 tahun itu aku bener-bener berjuang untuk punya pikiran Tuhan, not mine. Tetep kadang kaget dengan perubahan, tapi gak sampe hilang fokus. Thank God.

Dan masih baaanyak lagi mimpi-mimpi gila yang Tuhan taruh.
Kalo diceritain disini, bakalan panjang deh. Yang baca bakal ngambil bantal trus bobok di depan monitor. Hahaha.. Maybe next time..

Intinya (fiuh akhirnya masuk di inti juga..), tonight God shows me something special.Inget di notes sebelumnya aku share soal aku pengen jadi misionaris? Omongan kacau ini ternyata didenger Tuhan!
Jadi gini, sejak akhir tahun kemaren aku terlibat pelayanan hospitality. Pelayanan ini tugasnya nemenin pembicara, trus kalo ada rombongan dari luar Mawar Sharon yang berkunjung, tugasnya nganter jalan-jalan keliling, buat liat-liat abis ibadah, dsb. Bukan pelayan medis yaaa!! Tolong, ini bukan rumah sakit gitu..
Nah, gara-gara pelayanan ini, mau gak mau, aku harus mulai belajar dandan, pake rok, pake higheels.. ewwhh... it's not me AT ALL!! Aku mau ikut pelayanan ini semata-mata karena DISURUH pemimpin. Hahaha.. Yaweslah akhirnya aku pelayanan kan. Dengan bekal English pas-pasan, muka pas-pasan, clumsy & kaku banget melayani orang-orang, jalanlah saya dengan kemampuanNya. Gak tau wes, orang kayak aku kok disuruh kayak gitu. Kalo mamaku tau aku pelayanan kayak gini, pasti disindir abis deh aku.
Dan awal tahun ini, aku mulai ikut English class which is wajib buat anak-anak hospitality. Mungkin senior-seniornya udah stress kali ya ngeliat anak-anak hospitality ngomong ama orang-orang US, Canada, Malaysia, Singapore, pake Indlish-Indonesian English yang dicampur medok-medok dan asal templok vocab. Hahaha..
Awalnya aku ngerasa terbeban. Soalnya kelasnya tiap hari senin malam. Pulangnya bener-bener malem sampe aku sempet batuk gak sembuh-sembuh gara-gara kena angin malam terus. Tapi setelah jalan beberapa sesi, aku merasa kelas ini sangat membantu untuk improve Englishku.

Kerennya (this is the main idea of this story, wakakakakk..), malem ini ko Morgan (salah satu pengajar English class) bilang kalo ko Philip mulai membuka lowongan mission trip untuk jemaat. dan Ko Morgan bilang, this is the time untuk kami (anak-anak interpreter & hospitality) untuk involve dalam mission trip! YaiiyyY!! Waktu denger ini, hatiku rasanya melonjak-lonjak girang: "He provides me!! He providesss!!". Selama ini mission trip cuma diikuti ama orang-orang yang dipilih aja, gak terbuka untuk jemaat umum. Makanya keren banget kalo tiba-tiba ko Philip membuka lowongan untuk jemaat buat ikutan mission trip.
Selama ini aku cuma baca sharing2nya ci Shinta, ci Lia, ci Nelly, dan orang-orang lain yang pernah di ladang misi, dan jujur aja, setahun ini aku mulai sempat kepikir untuk ikut mission trip juga. Tapi karena aku sangat sangat kaku dalam kenalan dengan orang baru, wah pokoknya kalo ada tolok ukur kesiapan seseorang ikut misi itu hampir dipastikan I'm not qualified enough. Tapi hatiku mau! Jadi, karena sadar diri bahwa kemampuanku untuk misi itu sangat jauuuuuhhhhhhh dari cukup (bukan bagus atau sempurna), aku putuskan untuk ikut misi yang di belakang layar aja. Kayak dukung finansial (yang pasti semampu gue lah ya, belum kerja ini.. tapi belum terlaksana =="), doa, trus cari-cari info misi yang gak perlu untuk terjun langsung ke lapangan (uda sempet nemu anak asuh dan Indonesia Mengajar, rencananya sih baru jalan setahun setelah dapet penghasilan sendiri ato uda dapet kerjaan).Dan kemaren-kemaren sempet pengen ngasih persembahan misi, untuk keperluan-keperluan mission trip gini, tapi gak sempet-sempet. Uangnya kepake terus.
En baru tadi siang dengerin pengajarannya ko Philip soal Nehemia (sangat keren, kapan-kapan aku share ya), uda kepikiran minggu ini HARUS ngasih persembahan misi. Eh, malemnya malah ditawarin lebih gila lagi: ikutan mission trip!! Wooowww...! Awesomeee...!!

Tapi.. ada sebuah tantangan (jeng jeng jengg...)
Ko Morgan cerita, paling deket saat ini mission tripnya ke Malaysia (cool..) bulan JUNI. Waktu denger ini hatiku agak melorot dikit. Bulan Juni itu waktunya aku sidang skripsi. Can I still join? I don't really know..
Please pray for me, guys.. Aku rasa aku gak bisa berdoa sendirian dalam hal ini karena menurutku ini hal yang sangat penting & pastinya iblis gak suka kalo ada orang-orang yang terlibat dalam pelayanan misi. Dia pasti lakukan segala cara supaya misi ini gagal. Aku butuh disokong doa supaya aku TETAP berdoa. To seek His want. To keep my focus in Him.
Tolong bantu doa juga untuk financialnya, untuk keluargaku juga. Soalnya kalo aku baca sharenya para misionaris, rata-rata mereka disokong keluarganya, keluarganya rata-rata udah terima Yesus. Sedangkan keluargaku belum. Mereka juga gak ngerti apa itu misionaris, ngapain harus jauh-jauh ke luar negeri ato luar kota untuk nginjil gitu, dll. Aku gak tau gimana harus ngomong ke keluargaku kalo aku ada kerinduan untuk ikut pelayanan misi. Apalagi pelayanan misi kan dananya dari uang sendiri kan.. sedang aku juga belum kerja. Tabungan sih ada, cuma aku gak tau apakah cukup tabunganku buat ikut mission trip.
If there is some advice for me, untuk ngomong ke keluargaku, atau gimana untuk financial, I would be really helpful.

Apakah ini bener-bener mimpiNya buat aku?
Well, we'll see later... :)

(akhirnya kelar juga... begitulah kata-kata pembaca :P)

Sunday, May 22, 2011

March 24th, 2011

The day after tomorrow.
It can be my final destination.
Am I going to Netherlands?
Am I still in Indonesia?

Lord, I put my trust in You.
I've released my whole dreams on Your feet.
Even I've just prepared all it well,
Even I've prepared all things so I can keep on fire at NL,
Even I've prepared all things in Indonesia,
Even I am very sure I'm ready enough to go to NL,

But, God,
You know better than I.
You know what happen tomorrow, and I don't.
I hope Your will be done, and not my will.

Keep me love You..

Wednesday, April 6, 2011

21 Reasons for why I love The Word of God

Copy dari Buku The Love Dare, keren banget kata-katanya dan bener-bener mewakili perasaanku sekarang..

Why I love The Word of God?

The Word of God in My Life. The Bible is the Word of God.
  1. It is holy, inerrant, infallible, and completely authoritative.
    Kudus, tanpa salah, sempurna, dan berotoritas penuh.
    (Amsal 30:5-6, Yohanes 17:17, Mazmur 119:89)

  2. It is profitable for teaching, reproving, correcting, and training me in righteousness.
    Bermanfaat untuk mengajar, menyatakan, memperbaiki dan mendidikku dalam kebenaran.
    (2 Timotius 3:16)

  3. It matures and equips me to be ready for every good work.
    Mendewasakan dan memperlengkapiku agar siap untuk setiap perbuatan baik.
    (2 Timotius 3:17)

  4. It is a lamp to my feet and a light to my path.
    Pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.
    (Mazmur 119:105)

  5. It makes me wiser than my enemies.
    Membuatku lebih bijak daripada musuhku.
    (Mazmur 119:97-100)

  6. It brings me stability during the storms of my life.
    Membawaku tetap stabil selama aku dalam badai kehidupan.
    (Matius 7:24-27)

  7. If I believe its truth, I will be set free.
    Jika aku percaya pada kebenaran, aku akan dibebaskan.
    (Yohanes 8:32)

  8. If I hide it in my heart, I will be protected in times of temptation.
    Jika aku menyimpannya dalam hati, aku akan dilindungi dari godaan.
    (Mazmur 119:11)

  9. If I continue in it, I will become a true disciple.
    Jika aku tetap dalamnya, aku akan menjadi murid sejati.
    (Yohanes 8:31)

  10. If I meditate on it, I will become successful.
    Jika aku merenungkannya, aku akan menjadi sukses.
    (Yosua 1:8)

  11. If I keep it, I will be rewarded and my love perfected.
    Jika aku menyimpannya, aku akan dihargai dan kasihku sempurna.
    (Mazmur 19:7-11, 1 Yohanes 2:5)

  12. It is the living, powerful, discerning Word of God.
    Firman Tuhan itu hidup, kuat, dan tajam.
    (Ibrani 4:12)

  13. It is the Sword of The Spirit.
    Pedang Roh.
    (Efesus 6:17)

  14. It is sweeter than honey and more desirable than gold.
    Lebih manis daripada madu dan lebih diinginkan daripada emas.
    (Mazmur 19:10)

  15. It is indestructible and forever settled in Heaven.
    Tidak dapat hancur dan selamanya tetap di Surga.
    .
    (2 Korintus 13:7-8, Mazmur 119:89)

  16. It is absolutely true with no mixture of error.
    Sepenuhnya benar tanpa kesalahan.
    (Yohanes 17:17, Titus 1:2)

  17. It is absolutely true about God.
    Sepenuhnya benar tentang Tuhan.
    (Roma 3:4, Roma 16:25 & 27, Kolose 1)

  18. It is absolutely true about man.
    Sepenuhnya benar tentang manusia.
    (Yeremia 17:9, Mazmur 8:4-6)

  19. It is absolutely true about sin.
    Sepenuhnya benar tentang dosa.
    (Roma 3:23)

  20. It is absolutely true about salvation.
    Sepenuhnya benar tentang keselamatan.
    (Kisah Para Rasul 4:12, Roma 10:9)

  21. It is absolutely true about Heaven and Hell.
    Sepenuhnya benar tentang Surga dan Neraka.
    (Wahyu 21:8, Mazmur 119:89)
Dan, dibawahnya ada doa pendek. Temen-temen boleh pake doa ini kalo mau.
Tuhan, buka mataku supaya aku dapat melihat kebenaranMu.
Buka telingaku untuk mendengar kebenaranMu.
Buka hatiku untuk menerima kebenaran dengan iman.
Perbarui pikiranku untuk menyimpannya dalam pengharapan.
Aku berserah untuk menghidupinya dengan kasih kepadaMu.

Ingatkan aku bahwa aku bertanggung jawab saat aku mendengar kebenaran.
Bantu aku untuk taat kepada FirmanMu.
Ubah hidupku ketika aku mengenalMu.
Beri aku beban untuk memberitakan FirmanMu pada orang lain.

Bicaralah sekarang, Tuhan.
Berikan aku semangat untuk menganl dan mengikuti kehendakMu.
Tidak lebih.
Tidak kurang.

Tidak ada yang lain.

Friday, March 11, 2011

KP & TA

Sekeras apapun aku berusaha, sulit untuk gak kuatir akan Kerja Praktek & Final Project semester depan.

Lord, please be with me through this 'dark' part....

Tuesday, September 16, 2008

A pray from little daught

I will offer up my life
In spirit and truth
Pouring out the oil of love
As my worship to You


In surrender I must give
My every part
Lord receive the sacrifice
Of a broken heart


Jesus what can I give, what can I bring?
To so faithful a friend, to so loving a King
Savior what can be said, what can be sung?
As a praise of Your name
For the things You have done


Oh my words could not tell
Not even in part
Of the debt of love that is owed
By this thankful heart


You deserve my every breath
For You've paid the great cost
Giving up Your life to death
Even death on a cross


You took all my shame away
There defeated my sin
Opened up the gates of Heaven
And have beckoned me in

Dear Lord Jesus,
Almighty God,
Beautiful Counselor,
Prince of Peace,
Lamb of God,

Thank you for all things You've done in my life.
Thank you for anything You've gave me.
Thank you for beautiful life, family, friends, teacher, lecturer, job, problems, which You gave me.

I just a sinners who has a BIG owe to You.
But, I can't ever think about this one:
You has stretched Your arms on the cross,
And You said this much You loved me.

Lord,
I looked the heavens You've made with Your hands
I see the moon and stars You've created
and I wonder:
Why are people so important to You?
Why do You even notice them?
Oh Lord our Lord
How majestic is Your name in all the earth
[Psalm 8:3-4]

"Do not conform any longer to the pattern of this world, but be TRANSFORMED by the renewing of your mind" (Rome 12:2)
Daisypath Anniversary tickers