Showing posts with label God. Show all posts
Showing posts with label God. Show all posts

Wednesday, December 31, 2014

My 2014 in Review

Naahh tepat hari terakhir 2014 kerjaannya: ngeblog! Padahal rencananya mau ngajakin papa makan-makan all you can eat sekeluarga, tapi ga jadi gara-gara jalanan rame, mall rame, hujan, plus barusan ada berita duka tentang QZ8501 yang abis jatuh :(
Eniwey, saya mau buat kontempelasi apa aja yang udah saya lewatin di tahun 2014 ini. Tentu saja dengan bantuan Facebook dan social media lainnya :D
Dan saya juga mau mengucapkan selamat buat diri saya sendiri, akhirnya tahun ini sukses ngeblog minimal sebulan sekali! Yayy! Walaupun Agustus-September sempet bolong soalnya waktu itu lagi awal-awal sakit dan koneksi internet lagi buruk-buruknya, but it's count lah ya!

Januari
Turns 24th! Nothing much happen in this month, abis retreat, visi baru. Yang pasti di bulan ini pertama kalinya @danielrodricow tampil sebagai singer di AOG! Huheuhuehue..

Februari
- Feb 5: 9th years adventure with Jesus!
- Got a very great present from a very generous friend: Kindle! Selama ini saya selalu anggap orang yang pake Kindle itu sok-sokan aja, ngapain beli gadget mahal-mahal kalo itu bisa dipake di tab atau smartphone. Setelah megang sendiri Kindle itu gimana, it's just.. wow.. amazing! Gak heran orang-orang kecanduan pake Kindle :D
- Feb 14: Gunung Kelud meletus dan abunya kemana-mana! Surabaya tertutup abu dan orang-orang sibuk bagi-bagi masker di jalan.
Jalanan depan rumah waktu Gunung Kelud meletus
- Feb 20: Beli smartphone pertama: Sony Xperia C!


Maret
- Kuasa Nama Yesus 2.
- FG first morning pray.
- Start running. Masih pake sepatu seadanya, pake Converse! Hahahaha..
- March 15: #FinClic Surabaya

April
- Nothing much happen, cuma persiapan acara ultah FG di bulan Mei, training PAW, and so on..
- Pemilu legislatif

Mei
- Ultah FG!

- Beli sepatu lari pertama!

Juni
- Live recording More Like You


Juli
- Grandma 90th birthday
- Trip to Lumajang (Bukit B29, Pantai Papuma, Pantai Paseban)
Desa di atas awan. B29. We did it!!
Perjuangan menuju puncak. 
Anak-anak suku Tengger di #PuncakB29. Lucunyaaa... pengen bawa pulang satu..
B29's conquerors
Papuma beach

Agustus
- First 5K Race

Di bulan Agustus ini saya dapet revelation berupa mimpi. Sempet mimpi fellowship PAW (emang waktu itu mau fellowship PAW sekaligus farewell buat Victor yang mau ke Taiwan), dan ketika lagi seru-serunya fellowship, ce Melisa (mentor PAW saya) dateng, trus saya jadi berhenti main sama anak-anak (mereka tetep lanjut main) dan saya duduk di sebelah ce Melisa. Nawarin makan sekaligus ngobrol. Dan di tengah-tengah ngobrol itu, ce Melisa ngomong ke saya kalo saya harus merenungkan (kitab) Zakaria. Dan dia ngomongnya teges banget, seakan-akan itu hal yang penting dan harus dilakukan secepatnya. Saya bangun dengan perasaan gak enak, berdebar-debar dan gelisah gitu rasanya, gak ngerti kenapa padahal di mimpi itu ya ce Melisa cuma ngomong gitu aja, bukan ngancem.
Paginya saya baca lagi kitab Zakaria dan somewhat hati saya rasanya gembira dan sukacita banget, bacanya sampe merinding-merinding gitu, tapi gak ngerti kenapa. Saya cuma ngerasa kalo kitab Zakaria ini adalah visi, tapi masih gak ngerti visi buat apa? Buat CG kah? Atau buat PAW? Atau buat diri saya sendiri?
Di bulan ini juga saya mulai batuk, gak sembuh-sembuh, yang disangka alergi..
Fellowship PAW and Victor's farewell

September
Masih batuk juga gak sembuh-sembuh, sampe demam dan muntah, akhirnya ke rumah sakit dan ceklab segala macem.


Oktober
Baru tau ternyata saya kena TBC dan herpes zoster :( Istirahat total! Lost 2 kg.

November
Revision time! Kerjaan kantor gila-gilaan, tekanan dari mana-mana sedangkan saya sendiri masih harus bolak balik ke RS. Sedih.. :(

Desember
- Di bulan ini banyaak banget revelationnya. Hal-hal yang dulu saya gak ngerti rasanya di bulan ini mulai jelas semuanya, dan banyak diteguhkan dari segala hal yang gak saya ngerti kok bisa kejadian kemaren-kemaren, rasanya sekarang make sense banget. Emang kok ya Tuhan tuh bener-bener baik banget. Sekalipun apa yang kita alami (menurut kita) gak baik, tetep gak bisa disangkali kalo Tuhan itu baik.
- Di bulan ini saya belajar, orang yang tampangnya baik belum tentu apa yang di dalemnya bener-bener baik. Banyak banget ketemu orang yang saya sangka dia baik, beberapa minggu setelah itu langsung dapet kabar kalo ternyata dia tukang PHP lah, friendzoner lah, saat teduh pribadinya gak bagus lah, dll.
- Dan entah kenapa, I really looking forward for this Christmas! Gak pernah sebelumnya bener-bener menantikan Natal kayak tahun ini. Tahun sebelumnya saya melewatkan Natal dengan biasa aja, malah masih masuk kantor lah, ngurus ini itu lah, tapi khusus tahun ini saya bener-bener pengeeen banget ngerayain Natal dengan penuh semangat. Dan terbukti di setiap kebaktian Natal, selalu aja ada peneguhan-peneguhan lewat Firman Tuhan terutama untuk visi tahun 2015.
- Ada visi dan perombakan CG di bulan ini, mulai bulan depan saya udah gak lagi bertanggung jawab di CG saya yang sekarang, tapi pindah ke CG Pondok Candra. Hiks.. setelah 3 tahun saya disini dan dibentuk habis-habisan, ternyata sulit juga ya untuk pindah ke daerah baru. Tapi kerasa banget kalo Tuhan pengen bentuk saya dari awal, jadi perasaannya antara excited and worried :D
- Mimpi saya bulan Agustus kemaren juga mulai keliatan titik terangnya. Jujur, di bulan itu saya sempet merasa down dan pengen nyerah akan sesuatu, I thought what I've been fighting for didn't fight back. Dan tiba-tiba aja dapet mimpi begitu. Bulan ini saya diingatkan lagi untuk merenungkan Zakaria lagi, dan saya baru tau, ternyata kitab Zakaria ini memang ditulis untuk orang-orang yang lagi lemah dan butuh kekuatan dan pengharapan baru! How awesome it is??
How do I apply this?
Have you struggled with discouragement? Read Zechariah. While the book contains its share of judgments on the people of Judah and beyond, it overflows with hope in the future reign of the Lord over His people. It’s easy to get caught up in the oftentimes depressing events of day-to-day life, to lose our perspective and live as people without hope. The book of Zechariah serves as a correction for that tendency in our lives. We have a hope that is sure. How refreshing!
- QZ8501 is missing! Dan di dalamnya ada 41 jemaat Mawar Sharon. So sad.. Ibadah tutup tahun kami akhirnya bersuasana sendu dan duka. Tapi tetep aja Tuhan itu luar biasa, kami jadi belajar sesuatu, dan ibadah tutup tahun yang saya ikuti hari itu bener-bener terasa sekali hadirat Tuhan, setiap jemaat gak ada yang ngobrol kanan kiri, semua fokus dan mencari apa yang jadi rencana Tuhan buat hidup mereka.
Ini jadi visi Mawar Sharon tahun depan!
A very beautiful Sunday Service today, one message that reminds me for 2015 to remember that I am nothing without God. And one funny confirmation from Ps. @philipmantofa about in 2015, our plans, holiday plans, will be cancelled. Yes, that's me, Pastor! Goodbye, Penang's food street! Bye, Legoland! Bye, Hello Kitty Town! Huks.. Maybe God didn't allow me to go theme park alone, but with my lovely future partner? :p #ngarep
Sadly, we heard today about QZ8501, in the middle of service, we prayed for them and their family, for everything is under His control, and eventhough everything comes out different from our expectation, hope that we still know that God is good, and always good, that we just don't understand yet.
And, umm.. Did you know that Teddy Bear was given through stressful situasions, to relieving the fears and worries? #PrayForTheMissingAirAsia#CloseYearService
Tahun ini tahun rollercoaster buat saya, banyak kejadian-kejadian yang mengejutkan, di luar ekspektasi, rencana dan keinginan yang akhirnya harus dibatalkan, plan and re-planned, tapi dari segalanya itu saya kerasa bener kalo everything's in His control. Gak ada satupun kejadian di tahun ini yang saya lewati tanpa alasan, semuanya terjadi karena sebuah alasan dan semuanya semakin membuktikan kalo Tuhan itu baik.
Tahun ini juga oke buat pertumbuhan karakter saya, bisa ngeblog sebulan sekali itu udah kemajuan banget. Harapannya tahun depan bisa ngeblog 2x sebulan. Rajin nulis dan ngerekap setiap detil kejadian.

Daaann.. happy 7th birthday for my blog!

Satu hal yang saya diingatkan dan ditegur habis di pagi hari sebelum ibadah tutup tahun:
Apa iya, Ye, kamu mau melupakan SEMUA kebaikan Tuhan dan bagaimana Dia menjagamu supaya tetap kuat dan berdiri teguh di tengah ketidakjelasan dunia, HANYA gara-gara satu hal yang tidak (belum) Tuhan lakukan dalam hidupmu?


Yes, God, I'm ready for 2015!
Goodbye, 2014! Hello, 2015!

Thursday, November 20, 2014

Volare Vineyard: Flashback (Part 2 Final)

lanjutan dari postingan ini.

2011-2013
Dalam proses pemulihan hati (halah..) dan pemulihan hubungan saya sama ko Didi, ternyata ko Didi harus pindah ke Bali juga, dan youth pastor kami digantikan oleh ko Fictor.

Belajar dari pengalaman pertama, saya mulai belajar terbuka sama ko Fictor. Udah kapok sok ngerasa kuat bisa berdiri sendiri. Tapi namanya proses ya, gak bisa langsung se-terbuka itu sama ko Fictor. Tapi ya, kepercayaan itu udah kembali. Saya udah gak zombie lagi dateng ibadah, saya juga udah mulai semangat tiap kali leader's meeting. Salah satu tanda saya udah mulai pulih adalah saya gak lagi mengharapkan perhatian pemimpin. Ko Fictor orangnya cuek abis, dan di sisi lain, banyaaak hal yang harus diberesin di FG saat itu, anak-anak yang terluka akibat ditinggal pemimpin-pemimpinnya, komsel-komsel yang gak keurus, belum lagi pemimpin-pemimpin yang sempet jadi zombie kayak saya juga, banyak deh pokoknya, jadi saya jaraaaang banget cerita-cerita atau sms-an sama ko Fictor. Dan Komsel saya waktu itu juga jarang banget didatengin dia. Tapi saya gak pernah ngerasa iri sama komsel lain yang didatengin atau diurus tuh. Ngerti soalnya sama kondisi yang ada, ko Fictor emang harus 'membalut luka-luka'. Jadi sebisa mungkin saya bantu handle komsel saya. Toh kalo saya bener-bener butuh cerita, ko Fictor juga selalu nyediain waktu.

Di masa ini saya juga mulai serius mau benahi hidup. Mulai baca-baca buku rohani lagi, mulai mengatur jam saat teduh dengan bener lagi, udah belajar gak take it for granted lagi, ngurus anak-anak komsel dengan bener dan bukan males-malesan lagi. Dan saya juga mulai menjauhi cowok yang saya suka itu. Bukan karena dia membawa pengaruh buruk sih, cuma saya gak ada damai sejahtera aja kalo hubungan itu diterusin, ngerasa gak bakalan kemana-mana juga kalo diterusin. Daripada buang-buang waktu, mending di-stop aja. Menata hati ulang, ambil lembaran baru.

Di masa ini prosesan baru saya justru terjadi di pelayanan Praise and Worship. Sejak awal bertobat, sekitar tahun 2006, saya memang mulai melayani di musik. Bukan karena saya bisa musik, tapi karena terpaksa. Karena gak ada orang yang mau melayani di musik, jadilah saya yang ketiban rejeki. Sayangnya, karena apa yang terjadi yang lalu, dan karena dari awal saya juga gak bener-bener minat di musik, saya mulai ogah-ogahan melayani musik. Pertama, karena hati masih belum 100% pulih, kedua, saya minder. Gak bisa musik kok melayani musik. Saya rela banget ngasih pelayanan ini ke siapapun yang kepingin. Tapi kok yaaa... lagi-lagi adaaaa aja yang menghalangi saya untuk keluar dari pelayanan ini. Seakan-akan kayak Tuhan tuh ngomong: "Kalo bukan kamu yang main keyboard, Ye, Aku gak mau.."

Bukan saya loh yang ngomong gitu. Sempet ada satu temen pelayanan yang sempet ngomong gitu ke saya, "Dari semua pemain keyboard yang kita punya, aku paling suka kalo kamu yang main, Ye.." Padahal saya main keyboard juga yaaa gitu-gitu doang.. kalo katanya kak Ayub, "Kaku..." Padahal saya malah admire banget sama salah satu pemain keyboard yang lain, kalo main keyboard udah kayak keyboardis di GMS Pusat gitu, keren laah pokoknya, langsung merinding-merinding gimanaa gitu. Mau minta diajarin kok ya gak bisa-bisa. Entahlah..

Balik ke soal pelayanan.
Saya sempet struggle banget, sampe sengaja nyari-nyari alasan supaya gak usah melayani keyboard waktu itu. Ya karena di satu sisi sibuk di anak-anak komsel, sibuk di kuliahan, dan segala macem lah, apalagi hati juga belum bener-bener pulih kan waktu itu, masa mau melayani.. sampe tiap kali saat teduh dan inget PaW, selalu rasanya gimanaa gitu.. pengen lari tapi ga bisa. Pengen mundur, tapi kok ya kasian... Serba salah deh. Sampe nangis lagi, nangis-nangis ke Tuhan kalo saya gak mau melayani di PaW. Pengennya di bidang lain. Sampe sempet marah sama Tuhan waktu itu, "Tuhan sudah ambil semuanya, hakku, hatiku, untuk yang satu iniii aja Tuhan, masa ga bisa sih saya melayani Engkau di hal yang saya suka? Ini tentang melayaniMu loh!"

Saya lupa kapan, kayaknya akhir 2012 gitu, di acara Worship Night atau Penutupan Foundation Class buat PaW di GMS Pusat, lupa tepatnya. Aku udah beberapa kali gak dateng acara ini ya karena saya minder. Minder sama pelayan PaW yang lain. Mereka jauh lebih luar biasa dan keren daripada saya. Skill musik mereka gak main-main. Tapi kali ini saya mesti dateng karena salah satu anak komsel saya gak ada transport, tapi dia pengen banget dateng. Yawiiss..
Nah kok ya pas acara ini Tuhan melawat saya sekali lagi, saya sempet marah lagi di acara ini, saya gak suka ada di sini, gak suka berada di antara worshippers. Dan Tuhan cuma ngomong, "Iya deh Ye.. Aku cuma mau kamu bahagia.. Aku gak mau kamu melayaniKu tapi gak bahagia. Iya, Ye, Aku gak papa kalopun kamu gak mau melayani di sini..." Langsung banjir daaahh... air mata ngucur kayak Nobita ngadu ke Doraemon. Jaman itu belum ada Aku Rapopo ya, kalo iya mungkin Tuhan juga ngomong gitu hahaha..

Kenapa pas Tuhan ngomong gitu saya malah nangis-nangis? Bukannya harusnya lega ya udah dikasih 'ijin' sama Tuhan?
Emang kok Tuhan itu paling tau titik lemahku :))
Waktu Tuhan ngomong gitu, saya malah ngerasa saya ini jahat sekali.. sudah dipercaya sesuatu, kok malah anggep itu hal yang kecil dan mengganggu. Padahal kalo Tuhan mau ambil juga suka-suka Dia kan. Ini malah kesannya kayak Tuhan tuh abis ditolak sama gebetannya setelah berusaha PDKT bertahun-tahun gitu. Padahal Tuhan loh, saya gituin :)) Jahat banget gak sih..
Makanya saya langsung nangis, minta maaf sama Tuhan karena sok jual mahal. Saya ambil lagi cawan saya di PaW. Mentang-mentang cuma 1 talenta, saya gak mau jadi hamba yang jahat. Walau cuma 1, saya pastikan talenta ini gak saya kubur. Sejak hari itu saya semangat banget waktu diminta melayani keyboard. Berapi-api banget rasanya, kayak baru pertama kali melayani, deg-degan, dan bener-bener sampe dibawa doa supaya permainan musik saya berdampak ke jemaat.

Puncaknya ketika saya dipercaya jadi koordinator PaW. Ceritanya pernah saya ceritain di sini. Kayaknya emang Tuhan lagi mempersiapkan sesuatu nih buat hidup saya...

2013-sekarang
Pertangahan 2013, lagi-lagi ko Fictor dipindah lagi ke.. Bali! Ada Apa Dengan Bali?? Hahahaha.. Emang gereja kami lagi ekspansi kemana-mana, dan di Bali butuh fulltimer buat ngerjain ladang Tuhan di sana. Dan kayaknya FG jadi ajang tempaan yang paling oke buat ke Bali ya hahaha.. Saya percaya satu hal, bukan cuma anak-anak FG yang belajar dari youth pastornya, tapi youth pastornya juga belajar dna terinspirasi banyaak hal dari anak-anak FG! Terbukti dari ko Didi, ko Fictor, sampe ko Steven, youth pastor yang baru, susah move on dari anak-anak FG. Muehehehhe.. Jarang banget saya ngeliat mereka kalo ke Surabaya main-main sama anak-anak penggembalaan yang lama, pasti 1-2 ada main sama anak FG. Instagram dan socmed pasti juga dipenuhi selfie'an bareng anak FG. Ini emang gak bisa move on ato doyan selfie?? Huahauhuahu..

Dengan ko Steven, saya nyaris gak punya rahasia apa-apa lagi. Kapok dengan cara hidup saya yang lama. Walau tetep kami jarang ketemuan atau chat (sekarang udah jarang SMS-an bow! Main Line sama BBM sekarang huahahaha..), tapi saya berusaha ngasih kabar, minimal seminggu sekali tentang keadaan saya. Sesibuk apapun, saya usahakan untuk kumpul sama leaders yang lain. Sejauh apapun, saya jabanin. Untungnya saya juga udah kerja, jadi soal waktu emang rada longgar. Saya kapok banget menjauh dari komunitas. Mungkin bukunya Joshua Harris yang Stop Dating The Church itu bener-bener menggambarkan isi hati saya saat ini.

Struggle di masa ini udah beda lagi, and I'm looking forward, what's next, God? :)

P.S.: Akhirnya selesai juga....

Volare Vineyard - Flashback (Part 1)

Waw udah lama banget nih gak ngeposting lanjutan Kelas Wine :)) Sebenernya udah lama pengen ngeposting ini, tapi apa daya kesibukan (dan kemalasan) bikin postingan kali ini ngedon lama draft :(

Eniwey, saya pengen flashback ke masa-masa saya melewati Kelas Wine satu per satu, ini nulisnya sambil nginget-nginget lagi ceritanya, rada-rada lupa, tapi semoga aja masih inget poin-poin pentingnya. Kali ini saya bagi jadi 2 part, biar gak kepanjangan. Hehehe..

2005-2009
Ini Kelas Wine saya yang pertama, semenjak saya memutuskan untuk dibaptis (baca ceritanya di sini). Kalau diberi judul, ini masa-masa pembibitan. Di tahun-tahun ini saya mulai belajar taat, disiplin terhadap pertumbuhan rohani saya, meninggalkan manusia lama saya, dan terinspirasi oleh pemimpin-pemimpin yang level kerohaniannya lebih dewasa daripada saya.

Saya belajar taat mulai dari belajar menuruti apa yang dinasehatkan pemimpin saya. Waktu itu pemimpin saya meminta saya untuk belajar terbuka, belajar melayani di komsel, ikut mengunjungi rumah teman-teman komsel yang lain, dan belajar rutin saat teduh dengan mengisi laporan saat teduh. Dari hal-hal simple ini saya juga mulai dipercayakan hal lain dan ikut terlibat dalam acara-cara di gereja. And I did it with full of joy :D

Saya belajar disiplin terhadap pertumbuhan rohani saya, tiap hari baca Alkitab, mulai dipinjami berbagai buku rohani juga, gak pernah bolong komsel dan kebaktian. Rasanya hari-hari itu selalu saya tunggu-tunggu tiap harinya, gak sabar untuk cepet-cepet komsel dan kebaktian, menikmati banget jam-jam saat teduh (walau cuma bentar banget, gak sampe 10 menit :D).

Saya juga belajar meninggalkan manusia lama saya, sejak dibaptis itu saya langsung gak misuh-misuh lagi, gak nyontek atau ngasih contekan, gak cari-cari perhatian cowok lagi, bener-bener beda lah, sampe temen sebangku saya heran, tapi gak berani negur hahaha.. Dan pelan-pelan kepercayaan saya kepada ortu saya juga mulai dipulihkan.

Di masa itu saya juga sangat terinspirasi oleh pemimpin-pemimpin saya, gimana mereka berjuang buat komsel mereka, gimana cara mereka berdoa, saling menguatkan, sharing, kotbah, dll. Our youth pastor, ko Remmy, saat itu orang yang rock and roll banget, yang mana gak pernah saya sangka bahwa seorang youth pastor tuh bisa segila dan se-freak ini yah? Hahaha.. Yes, following Jesus is fun! Ko Remmy tuh walau orangnya rada-rada sedeng gitu, tapi kalo soal mengikut Yesus, termasuk garis keras dia. Kalo doa bisa berjam-jam, sampe heran saya, dan itu juga yang memacu saya untuk gak mau kalah. Pokoknya apapun yang dilakukan ko Remmy saat itu bener-bener keren buat kami dan saya pengen banget bisa ngikutin gayanya dia dalam mengikut Yesus (tapi gak bisa). Later saya tau kalo bukan itu yang Tuhan mau :D

Anyway, saya bersyukur banget di masa awal pertobatan saya, saya bisa dipertemukan Tuhan kepada pemimpin yang tegas kayak ko Remmy. Masih inget banget jaman itu banyak banget aturannya, gak boleh ini lah, gak boleh itu lah, standartnya tinggi banget rasanya untuk ngikut Yesus, tapi sekarang dipikir-pikir, kalo dulu gak digituin, mungkin sekarang saya masih pake standart hidup yang biasa-biasa, banyak kompromi, dll. Saya merasa seperti anak balita yang punya ortu keras, tapi saya tau mereka sayang sama saya dan mau yang terbaik buat saya. Jadi setelah lulus balita, saya gak pernah menyesal dulu mau-mau aja disuruh ini itu, dikasi standart tinggi juga ho oh, karena itu membentuk karakter saya jadi gak mudah menyerah dalam mengikut Tuhan. Kata siapa mengikut Tuhan itu enak? Gak enak, coy! Harus rela menyalibkan daging setiap hari, harus rela melepaskan hak pribadi..

But I think it’s worth the pain.. :)

2009-2011
Waktu berjalan dan gak kerasa dalam 4 tahun mengikut Yesus, saya mulai dipecaya banyak hal, terutama dipercaya untuk menghandle satu dan beberapa komsel. Tapi rupanya Yesus gak suka ngeliat hidup saya aman-aman saja :))


Di periode ini saya mulai masuk masa dimana saya mulai mempertanyakan iman saya sendiri dan mulai melihat sendiri kebobrokan gereja. Ya sebenernya bukan gerejanya sih yang bobrok, tapi karena ada saya yang berdosa ini, makanya gerejanya jadi bobrok :)) Di masa ini saya sempet mulai kompromi dengan banyak hal, gak lagi terbuka terhadap pemimpin, sok-sok bisa ngatur kehidupan saya sendiri, sok ambil keputusan pas emosi. Dan lagi, ada satu kejadian besar yang bikin saya jadi goyah iman gitu..

Ko Remmy dipindah ke Bali...

... dan ada youth pastor baru, ko Didi.

Well, saya rasa karena kami terlalu dekat dengan ko Remmy, dan kami bener-bener kagum dan meneladani dia, perpisahan ini jadi seperti cambukan untuk kami. Sekarang kalo dilihat balik, kayaknya waktu itu Yesus memang sengaja ngelakuin itu supaya saya ditempa lagi imanya, apakah iman saya bergantung pada manusia, atau sungguh-sungguh pada Yesus? Di tahun itu ya jelas rasanya susah, berat, dan saya juga mulai ngeliat sendiri gimana para leaders berjatuhan imannya. Dulu waktu ada ko Remmy, gak berani deket-deketin cewek, karena tiap leader's meeting pasti disindir-sindir dan dikasih ayat yang jleb jleb jleb! Sekarang, mentang-mentang ada youth pastor baru yang belum bener-bener kenal kita, diem-diem PDKT.. Awalnya cuma curhat-curhat tentang youth pastor yang baru, lama-lama keasikan SMS-an, keluar bareng, jreeng.. benih-benih cinta pun muncul.

Di tahun-tahun itu saya sendiri sempet kecewa dengan beberapa leaders. Dulu pas ada ko Remmy, waduh ngomongnya kegerakaaan terus, bikin acara-acara keren buat anak muda, on fire banget. Ternyata kalo gak diliat manusia, memble juga. Sungguh lho bloggers, sempet saya punya pikiran jelek banget kayak gitu. Sekarang kalo dipikir, kok bisa ya saya mikir sejahat itu sama saudara seiman sendiri hahaha.. tapi mungkin waktu itu emang iman kami belum seberapa dewasa dan Yesus juga terus memproses saya dan mereka.

Ko Didi sebagai youth pastor yang baru, cenderung punya style yang beda dengan ko Remmy. Kalo Ko Remmy orangnya tegas banget, ko Didi jauh lebih kalem. Dan apa yang dia bagikan dan kotbahkan di setiap kebaktian maupun leader's meeting, gak jauh-jauh dari doa, saat teduh, pokoknya hal-hal dasar banget, padahal ini pertemuan isinya pemimpin juga loh. Jadi karena kesombongannya saya waktu itu, saya anggep kotbah dan Firman Tuhan yang disampaikan lewat ko Didi itu gak level sama saya :))

Sampe akhirnya saya ditegur Tuhan sendiri. "Ye, Ye.. yang dibagiin ko Didi itu FirmanKu lho.. dan FirmanKu itu sama, gak terbagi-bagi ini untuk petobat baru, ini untuk yang udah lama, ini untuk yang sempet mundur, ini untuk orang tua dan ini untuk anak kecil, dll. Mau dibaca orang baik atau orang jahat, FirmanKu tetap sama."

Hasil dari kekecewaan itu adalah saya jadi susah percaya. Susah percaya kepada pemimpin, susah percaya sama saudara seiman, lama-lama jadi susah percaya sama Tuhan. Saya capek denger mereka ngeluh tentang ko Didi ini lah, ko Didi itu lah. Saya juga lagi capek diminta tolong ko Didi ini dan itu karena yang lain udah males-malesan dan (katanya) sibuk. Emang gw enggak gitu?? I'm burn out

Di masa ini saya sempet deket sama seorang cowok, dan dia bawa saya untuk liat kegerakan di komunitasnya dia. Dan karena saya lagi gak dalam situasi rohani yang fit, dan kadung kecewa tadi, saya jadi ngerasa komunitas cowok ini keren bangeet, beda banget dengan komunitas saya yang isinya ternyata gak se-luar biasa yang dulu suka digembar-gemborkan. Makanya begitu nemu komunitas yang 'keliatannya' cocok sama saya (apalagi ada cowok yang saya suka) dan bisa 'meredakan' kepala dan hati saya yang lagi 'panas', saya mulai meragukan kalo saya salah komunitas. Sempet terpikir untuk pindah gereja, bahkan sempet terpikir juga untuk gak mau ke gereja lagi.

Tapi gila.. justru di masa ini saya bener-bener ngeliat the sovereign hands of God. Sekacau-kacaunya saya, saya bersyukuuur banget saya gak pernah sekalipun keluar omongan I'm quit. Walau dalam hati udah berkali-kali pengen nyerah, pengen ketemuan sama ko Didi dan mau mundur dari leaders, selaluu aja ada sesuatu yang akhirnya bikin saya gak jadi nyerah. Saya pikir sekarang, itu PASTI Tuhan! Soalnya gak mungkin banget kalo itu saya, karena di masa itu saya udah bener-bener bulat untuk ninggalin gereja dan ngikut cowok yang saya suka itu. Tinggal nunggu waktu yang tepat aja.

Eh kok ya justru di masa ini Tuhan tuh kayak mempertemukan saya dengan orang-orang yang gak pernah saya duga bakalan jadi inspirasi saya dalam menjaga iman. Kalo dulu jamannya ko Remmy, panutan saya dalam menjaga iman ya pemimpin-pemimpin gereja. Tapi di masa ini saya justru banyak banget belajar tentang iman dan kasih kepada Yesus lewat petobat baru, anak baru di komsel, anak-anak SD-SMP..
P.S.: waktu itu saya udah kuliah.. :D
Tuhan tuh kayak ngajarin bahwa pemimpin itu gak selamanya kuat, gak selamanya bisa jadi inspirasi. Kita semua dalam arena pertandingan yang sama. Yang pertama berlari, bisa jadi yang terakhir. Yang barusan ikut lari, bisa lari mendahului kita. Tuhan ingetin saya bahwa dalam pertandingan iman, orang-orang yang consistent dan persistent-lah yang akan mencapai garis finish dengan baik.

Setelah Tuhan ajarin itu, hati saya gak langsung pulih seperti awal saya bertobat dulu. My turning point kali ini agak lama prosesnya. Perlu jatuh bangun juga. Pokoknya lama, hampir seluruh waktu saya bareng ko Didi ini isinya struggling gak habis-habis. Pelan tapi pasti, saya mulai balik lagi ke gereja gak kayak zombie, tapi mulai cari hadirat Tuhan lagi, mulai mau duduk depan lagi (biasanya mojok jauh-jauh dari panggung, males banget lah ketemu orang-orang banyak). Gak gampang, saya yang harus maksa diri saya sendiri untuk pulih, se-nggak enaknya saya sama saudara seiman, saya berusaha senyum dan nyapa mereka. Walau belum bisa terbuka sama ko Didi, saya berusaha gak komplain apapun lagi, dan gak ngeluh (termasuk dalam hati) ketika diminta tolong ko Didi. Itu saya harus paksa diri saya sendiri sampe nangis-nangis kalo saat teduh pribadi, ngerasa saya kayak dipelet, gak bahagia, gak bisa menentukan masa depan sendiri, ngerasa hak saya direnggut, dll. Struggling abis.

Di tengah struggling kayak gitu, tiba-tiba ko Didi juga harus pergi...

Thursday, December 26, 2013

Cerita #EvenGreater

Nah, mumpung di kantor lagi nganggur nih, internet cuma aku yang pake *muahahahaha* jadi pengen cerita soal Retreat FG 22-24 Desember kemaren nih. Judulnya Even Greater. Amazing lah retret ini, retret terakhir *hiks* Berhubung saya belum dapet foto-fotonya, jadi ini bukan laporan kemenangan, tapi cuma cerita-cerita behind the scene aja versiku heuheuhue..

H-30 sebelum retret
Kira-kira sebulan sebelum retret ini, panitia udah sibuk meeting, bahas ini itu, en kali ini saya didapuk jadi sie acara (mentang-mentang koor PAW -_-*). Eniho, aku enjoy sih jadi sie acara, secara emang seneng ngeplan sesuatu, walo toh pada kenyataannya ya yang aku urusin cuma PAW aja huahuahua.. sisanya yang ngerjain banyak malah Tine, Victor, sm Ncuz. Huahuahhua.. Biarin dah, aku juga urun ide kok.. walo ide-idenya emang rada absurd..

Selama sebulan ini juga aku dan tim PAW yang lain udah latian sesi per sesi, tapi karena masih belum fixed temanya apa, jadi kami sih cuma latian-latian lagu-lagu yang kira-kira bakal kepake aja selama retret, terutama lagu-lagu dari album GMS yang baru, Higher! Waduh seru dah, jadi sebulan itu kerjaanku cuma dengerin Higher mulu. Dikit-dikit Higher. Apa-apa Higher.

Dan ya, karena ada banyak hal terjadi di tim PAW FG, aku sama Victor sempet ngadain meeting PAW, untuk persiapan retret juga. Yang bikin aku merinding itu, sejak 1,5 bulan sebelum retret ini Tuhan udah tegur aku abis-abisan soal standart PAW. Tuhan juga ngingetin banyak hal, terutama soal kegerakan. Rasanya kayak kegerakan kita ini lagi bergerak cepat banget, en kalo ga mau ketinggalan, kita kudu musti pake standartnya Tuhan, bukan standartnya kita dewe! En setelah dikonfirmasi ke gembala dan penilik yang lain, eh ternyata mereka juga dapet hal yang sama. Sampe waktu itu aku makin yakin kalo aku mesti bikin meeting buat anak-anak PAW, ngingetin mereka supaya siap-siap, jaga hati, jaga hidup, jangan pake standart pribadi. Untungnya aku dibantu Victor juga. Sungguan, orang satu ini bener-bener sodara dalam suka duka deh. Di saat aku bingung mesti gimana, dia udah naik ke Bukit Doa and pray for us.

Pas meeting PAW ini dia juga langsung bagiin apa yang dia dapet selama berdoa di Bukit Doa buat PAW. Amazing lah, hadirat Tuhan kerasa banget waktu itu and I knew some people feel it too. Setelah hari itu pun, rasanya iblis gak tinggal diam. Beberapa kali dia serang aku lewat keragu-raguan, ketakutan, aku takut banget PAWnya kacau, bener! Terakhir kali waktu poksar soalnya bener-bener garing abis PAWnya, bahkan ko Steven sampe bilang, "Gak ada hadirat Tuhan sama sekali" Booo.. sapa yang gak "glek" gitu kan. Apalagi aku sebagai koor. Emang udah lama gitu sih PAW FG ngalami serangan banyak hal sampe rasanya tinggal puing-puing. Sampe awal tahun 2013 kemaren aku dapet visi di Nehemia, untuk bangun lagi tembok PAW yang runtuh. Ceritanya sempet aku tulis disini.

Dan untuk retret ini (dan buat 2014, I think), aku dapet visi lagi di Esther. Intinya siap-siap! Untuk ketemu raja, apalagi raja segala raja, kita mesti persiapan. Persiapan Ester untuk ketemu raja itu gak main-main lho. Padahal ketemunya cuma semalam, itupun belum tentu bakal kepilih jadi ratu. Eniwey, aku belajar banyak banget dari Ester ini, dan ada kejadian lucu yang mengkonfirmasi aku juga kalo ini beneran serius. adi ceritanya setelah aku berdoa berhari-hari (buat dapetin visi), aku gak dapet apa-apa. Baca Alkitab sampe mata bendol juga gak dapet apa-apa! Trus keingetan waktu sebelum retret boothcamp yang lalu, aku sempet dapet tentang Ester juga. Dan hari itu sih aku banyak diingetin soal karakternya Ester. Besoknya, di jalan menuju kantor, Tuhan cuma ngingetin, "Siap-siap ya, like Esther." Aku masih bingung kok tiba-tiba keinget Esther.. tapi kayak ada yang nyalain api di hati gitu, jadi seharian jantungku berdebar-debar terus (bukan karena disapa gebetan :p), akhirnya aku cerita ke ko Steven. Lah, ternyata ko Steven juga dapet hal yang sama, yaitu be ready!! Oke lah, aku pulang makin semangat kan ya. Pulang-pulang, biasa, kalo malem aku mesti nyetel Youtube, niat awalnya sih dengerin lagu, tapi malah nemu kotbahnya ko Philip tentang pengajaran.. Esther! Muantep gak tuh.. Jadinya hari itu kalo gak salah aku tidur jam 2 pagi 2 hari berturut-turut. Ya nongkrongin pengajaran Esther itu en somehow aku makin dikuatin soal siap-siap ini. God wants to do something BIIGGG and He wants us to be ready.

Setelah dapet visi itu, bukannya tenang, rasanya makin diobrak-abrik sama iblis bau kentut itu. CG bener-bener diputer-puter sampe gak karu-karuan. Rasanya pengen marah aja hari-hari itu. Pengen teriak, "WHY??!!" Trus banyak denger kabar tentang anak-anak PAW juga, yang gini lah, gitu lah. Duuhh bener deh hari-hari setelah dapet visi itu rasanya pengen ngamuk, ini nih mau ngerjain visi besar, kok ya sempet-sempetnyaaa sih mikirin diri sendiri?? Sampe aku ngomong ke Victor sangking gemesnya sama kelakuan anak-anak, "Duh, seandainya ya kalo aku tampar dan pukulin mereka, trus mereka ini jadi sadar dan gak ngikutin pikiran mereka sendiri.." Pengen banget gitu lho gebuk kepala mereka dan teriak ke telinga mereka, "Plis deh yaaa!! It's not about you gitu lhooo!! IT'S ALL ABOUT JESUSS!!!" Sayang memang, kemarahan itu tidak mengerjakan kebenaran heuheuhuehe.. jadi yawes, diem aja lah.. Berserah sepenuhnya, en Tuhan juga ingetin aku berkali-kali, "It's not about you, Ye.. Tenang.. sabar.. gak terburu-buru.. kayak Esther.."

Semakin deket hari retret, makin jantungan rasanya. Latian masih belum beres lah, WL-nya, si Drico, masih belum bener-bener ngelead, dalam arti kadang dia yang malah disetir anak-anak singer ato pemusiknya. Dhoeenngg... piye to mas mas.. Sampe rasanya hari-hari itu aku cuma bisa menghela nafas dan ngomong dalem ati, "Akustikan aja gimana ya? Daripada full team tapi gini jadinya.." Trus iblis bau itu mulai ngingetin-ngingetin lagi sama poksar yang lalu itu. Haiiisshhh mboh lahhh..

Walau gitu, ditengah badai kayak gitu, tetep dong penghiburan Tuhan itu nyata heuheuhue.. Hari-hari itu Tuhan terus ngingetin, "I'm with you, Ye.. keep calm.." sambil nge-pukpuk gitu. Trus ada satu anak CGku juga (anak PAW juga sih), dateng ke aku dan bilang, "Ce, aku mau menang.. kemarin aku maju altar call dan aku mau menang, ga mau kayak gini terus.." Huuuaaahhhhh rasanyaaa ituuu lhooo yaaa... makkknyuuussss..... kayak berendam di air panas... Trus ngeliat gimana anak-anak PAW itu tetep rajin latian, padahal pas itu masih ada yang UAS lah, dll. Si Drico tuh malah rela latian sampe malem-malem, ujan-ujan, padahal besok paginya dia UAS. Terrrharuuu pooolllll... Jadi gimana aku mau nyerah kan ya? Lha anak-anak ini terus maju, jadi yawes, pilihannya ya cuma MAJU!

En hari-hari itu juga rasanya dah gak ada pikiran lain selain retret, retret, dan retret. Udah kayak mau maju perang aja tuh. Doa puasa tiap hari, sampe langsing sexy deh aku hauhuahuha.. En aku sih bersyukur banget, walau banyak hal terjadi, en serangan berkali-kali ada, tapi gak bener-bener sampe fatal.

Hari H
Di hari H retret, masiiihh ada aja anak-anak yang rewel, tiba-tiba batal, tiba-tiba ga jadi batal. Ruwet lah. Dan aku sendiri udah bener-bener berserah total lah. Que sera-sera gitu. Ini baru pertama kali aku berangkat retret udah kayak berangkat perang. Win or die gitu rasanya. Barang yang dibawa juga buuuanyak, dan untungya papa mau nganter naik mobil. Gila lah..

Sampe di BDI juga banyak kejadian lah, ini itu, molor gak karu-karuan, jadwal yang ternyata berubah dari pihak BDInya. Muantep.. Jadi hari pertama kita sampe kekeyangan, hari terakhir kita kelaparan x) Trus jadwal outbond juga berubah, buener-bener dah. Waktu buat istirahat tuh rasanya gak ada blas! Untung ya udah doa puasa, heran aja tuh anak-anak masih aja kelebihan tenanga.

Dan yang paling buat aku bersyukur abis adalah, anak-anak gak ada yang ngeluh! Ya ada sih, tapi satu dua, biasalah.. tapi gak sampe mempengaruhi atmosfer retret sama sekali. Ha! Sukurin lu iblis! Bahkan pas outbond, kita panitia udah serem-serem gitu, kalo ujan gimana dll.. soalnya semalem ujan dereeesssss banget (padahal gak ada ce Agustin lho.. dewi hujan di BDI..), dan ko Steven cuma bilang, "Gak ujan!" Yawes diem dah kita panitianya huahauhuah... Eh beneran sodara-sodara, pas outbond itu ujan! Tapi gak deres sih. Gerimis, ujan, berhenti, gerimis, ujan, berhenti, gitu terus. En banyak hal terjadi di outbond, ada yang tengkar lah, nangis lah, dll. Tapi begitu ketemu panitia, apalagi Victor tuh, negurnya gak kira-kira, langsung diem dah mereka huahauhuahua.. Makanya tah, gak usah aneh-aneh!

Dan yang paling amazing, beyond my imagination lah, PAWnya amaaazzziiinnggg pooollll!!
Baaaaahhhh!! Aku gak pernah nyangka hadirat Tuhan bisa turun sampe segitunya! Banyak yang rebah, nangis, dll. Sampe pulang Surabaya pun aku masih tercengang-cengang, kok bisa ya PAWnya kayak gitu? Dan paling amazing tuh Drico. Inget kan pas sebelum berangkat retret, dia tuh malah disetir-setir kita-kita, gak ngelead blas deh. Pas di retret, awesooommeee... nge-leadnya dia udah kayak Sidney Mohede aja tuhh!! Kalo nyanyi lagunya ko Kiki Life Tree, waduuhhh lewat dah ko Kiki dibanding Drico. Kalo nyanyi lagunya ko Redo, apalaaagiiii...!! Army of God versinya Drico muanteeppp lah sampe panggung tuh rasanya bergetar banget, eh seruangan tuh pada loncat-loncat kayak orang gila padahal udah jam 10 malem! Yang cewek-cewek pada teriak-teriak kayak ketemu apa aja gitu huahauhuahua..

Pokoknya soal PAW itu bener-bener EVEN GREATER lah! Beyond my imagination, beyond my faith lah!! Rasanya kayak punya iman yang keciiilll banget, tapi Tuhan bawa untuk liat hal yang gedeeee banget. Awesome banget deh Tuhan itu. Aku sampe gak berhenti-berhenti say thank you ke Tuhan buat hadiratNya yang luarrr biasa. Aku juga denger banyak cerita anak-anak kalo retretnya luar biasa, en yang paling bikin aku seneeeng banget itu pas liat ada salah satu leader, yang sebulan sebelumnya bilang, "Udahlah ce, Tuhan itu apa sih?" eh pas pulang retret itu dia jadi banyak senyum, semangat, en malah tanya, "Ayo ce, kapan nih kita kumpul-kumpul, sapa tau cece mau bagi visi buat 2014 :D" Bueheuhehhe... sek sabar yooo.. aku mau geletakan dulu hauhauhua...

H++ setelah retret
Hari H setelah retret aku beneran tepaarr.. tepar se-tepar-teparnya. Tidur terus di rumah dah. En happy juga akhirnya bisa spend time sama mama en lain-lain. Dan pas doa, Tuhan cuma ngingetin, kalo ini tuh baru permulaan. Baru awal-awal perang gitu ceritanya. Jadi musuhnya juga masih enteng. Belum ketemu big boss-nya. Perangnya yang beneran itu nanti di 2014. Jadi sekali lagi Tuhan ngingetin untuk tetep berjaga-jaga dan siap-siap. Walaupun keliatannya udah awesome banget, tapi jangan tertipu! Itu belum apa-apa soalnya iblisnya juga belum apa-apa. Kita masih berusaha melawan diri sendiri, melawan pikiran sendiri dan belajar pake pikiran Tuhan. Oke deehh Tuhan.. Udah paling enak tuh ya taat aja lah sama Tuhan ya. So, I'm looking forward in this 2014. Apa ya yang bakal Tuhan kerjain di FG? Pasti amazing banget. Please pray for us ya bloggers!

Special thanks to:
- Jesus Christ, sang tokoh utama, yang mengerjakan banyak hal luar biasa, beyond all our imaginations!
- ko Steven, youth pastor FG. Ko, udah gak Separuh Aku lagi kan? Huahauhua..
- Panitia, untuk semua tenaga, waktu, air mata, dan dukungannya
- Tim PAW, untuk merelakan hatinya untuk aku hajar dan tampar-tampar heuhuehue..
- anak-anak CGku, terima kasih udah mau mendukung pemimpin yang gak sempurna sepertiku.. I love you so muchh!! And I don't want to see you losing..

Update!
Rasanya sepi ya gak ada foto-foto.. Ya iya lah belum sempet di post-processing.. Semua foto-fotonya di Ncuz.. Jadi mumpung di FB juga lagi rame, aku pasang foto-fotonya sang WL aja ya, Drico Mogede!! Hahhahhaa..
Ini aku sama the charismatic worship leader.
Itu minta fotonya bener-bener sampe nahan malu lho, diliatin anak-anak yang pada mau pulang. Cute deh Drico pas aku minta foto bareng sama dia, kayak mukanya flustered beberapa detik gitu pas aku bilang, "Drico, foto bareng yaa.. yaa..."

Itu gara-garanya ya pas pulang, di bis gitu, kan ceritanya aku sama dia se-bis. En aku lagi dalam kondisi setengah sadar gitu (soalnya abis ketiduran trus ada yang rame-rame di belakang), en tiba-tiba dia stood up dan jalan ke arah belakang bis sambil marahin satu anak.
Drico (stood up sambil mukanya kayak kesel gitu): "Hei, ngapain itu rame-rame di belakang?!"
Anak-anak di belakang: *ga tau pokoknya rame apaan gitu*
Drico: "Heh, Ryota! Kamu ngapain di sana?! Sini duduk!"
Anak yang namanya Ryota: *ga tau rada nggerundel apa gitu, tapi jalan balik ke tempat duduknya*
Drico: "Ayo sini duduk sini!"

Huahuahha... aku lupa sih kata-katanya Drico pastinya apa, yang pasti waktu itu dia kereenn abiss booo.. so manly, so charismatic gitu hauhauhauha.. En anak-anaknya juga pada nurut gitu lah, padahal you know ya, Drico ini baru kelas 1 SMA en mamanya juga baru meninggal juga tahun ini, makanya somehow aku salut banget lah sama anak ini.. Aslinya dia bisa lho tertekan gitu. Aku inget pas awal-awal mamanya ga ada itu, aku sempet ngobrol-ngobrol ama Tine gitu, trus Tine cerita soal Drico lah, nguat-nguatin Drico, nginget-ngingetin dia gitu lah supaya cerita-cerita, jangan dipendem sendiri, dll. Trus aku rada lupa kita ngobrol apa, pokoknya hari itu aku sampe nahan nangis rasanya, kasian banget nih anak gitu pikirku. Apalagi itu juga awal-awal kita training PAW, pokoknya banyak tekanan lah, gak di gereja, ga di rumah, pas dia mau UNAS juga. Ihh ga kebayang lah ya gimana perasaannya. Aku cuma berdoa aja sih supaya dia ga burn out en peace and grace from the Lord Jesus always with him..

Trus so cute lah, Ncuz, sang master multimedia FG, kayaknya lagi ngedit-ngedit foto retret kemarin gitu (mugnkin gara-gara kuteror di YM juga hahahha), masa ya dia upload foto-fotonya Drico, katanya buat fans-fansnya Drico. Ah emang kok Ncuz ini paling mengerti diriku hahahha...
Kerasa gimanaa gitu ya?
Sayang pas bengong...
Dan yang paling stunning tuh foto yang ini.

BUAHAUAHUAHHHHAHA...!!! Kurang kerjaan banget gak sih fotonya Drico ngelead dijejerin ama fotonya ko Kiki?? Huahuahha... sumpah pas liat foto ini pertama kali aku langsung nguakak gak karu-karuan. Mirip gak seh? mirip gak? Huahuahuhahuha...!


Story behind the photo:
Udah aku ceritain di atas kan kalo pas retret ini most of the songs diambil dari album Higher, albumnya GMS Live. Trus ada salah satu lagu, judulnya "Ku Dibebaskan", ada salah satu part lagunya tuh yang vokalnya dibikin pake suara digital gitu. Nah, selama latian tuh anak-anak vokal pada iseng, mau bikin suara digital itu dengan tutup idung!! Wakakkakakak!! Puarah abis lah, sampe kita semua, pemain musiknya juga pada sok-sok niru tuh suara dengan tutup idung kita! Huahuahuhaua... Kan suaranya cempreng-cempreng gimana gitu, coba nyanyi dengan tutup idung, nah ya suaranya kira-kira gitu.

Pas di retret, pas latian lagu ini juga kita masih sempet-sempetnya latian dengan tutup idung! Huahuahuha.. iya lah rek.. biar ga burn out gitu, kita kan perlu ketawa-ketawa juga.. So, the show must go on! Aku udah ketir-ketir aja tuh, grogi abis karena takut salah ketukan ato masuknya salah. Seriiing banget dan Drico tuh kayak gitu. #Keplakjidat gitu lah. Pas waktunya masuk, dia gak masuk-masuk. Pas bukan waktunya masuk, eh dia udah masuk. Hadeehhh... makanya aku pun sampe jantungan rasanya ngeliatin sesi ini.

Praise the Lord, lagu demi lagu terlewati dengan baik, pas semua temponya, masuk-masuknya juga pas banget. Anak-anak juga antusias. Nah yang lucu tuh pas bagian vokal digital itu, (katanya anak-anak panitia di belakang sih..) Drico tuh nyanyi dan suaranya persis sama kayak di lagu aslinya!! BUAHAHAUHAHHAHA!! Sampe hebohhh lho anak-anak itu, terutama ko Steven. Katanya, "Koko tuh sampe mau rebah pas Drico nyanyi lagu itu.." Wakakkakakka..!! Karena aku di depan, en lagi serius main keyboardnya, aku sih gak terlalu merhatiin ya, tapi ya kaget aja sampe segitunya ya? Huahuahuhauha...

The last.. ini dia tampang-tampang panitia yang udah capek banget 3 hari tanpa istirahat cukup..
Ki-ka: Aku, Drico Mogede, Shendy, Via ibu pendoa, Evi, ce Siauny,
Debby sie konsumsi - memastikan kita semua gak kelaparan 3 hari, Thya, Anggren, Victor,
our youth pastor ko Steven, Ncuz master multimedia, Tian ganteng - additional player

Belum semua benernya. Masih ketinggalan Tine, Lina, sama Eva yang gak bisa ikut :( Padahal jasa mereka besar sekali untuk retret ini.. hiks.. Trus ada Budi dan Rendy dari POP yang udah bantuin kita-kita, terutama Budi, penggebuk drum 5 sesi berturut-turut. Thank you banget bro!! Dan thank you juga udah bisa nyobain lensa manualnya huahuahua..

Oiya, pada penasaran gak sih kenapa Drico dipanggil Drico Mogede? 
Bukan.. itu bukan nama aslinya..
Itu julukan resmi dari pakgem buat dia, gara-gara susah banget buat ngelead, sampe-sampe kita suruh dia buat ngeliatin videonya Sidney Mohede pas ngelead gimana hauhauhuahua..
Jadi Drico Mogede itu plesetan dari Sidney Mohede.
Aminn ya Drico, suatu saat nanti dipake kayak Sidney Mohede!

Okeh, sekian dulu ceritanya huahuahua..

Friday, December 6, 2013

A Wedding Invitation From Future

An email from my best partner, in good and bad..

 
Dear Amanda,

Hi, how's going? Kelihatannya banyak hal yang Tuhan kerjakan dalam hidupmu ya, Manda? Senang rasanya melihat kamu mulai menyibukkan diri di ladangNya, dan bukan lagi pusing masalah-masalah diri kamu sendiri :) Great job, girl! Congratulations! You did it!

Aku masih ingat beberapa tahun yang lalu, kamu masih sibuk mikirin masa depan kamu sendiri, sampai lupa hal yang terpenting, yaitu Sang Masa Depan itu sendiri! :D
Ga papa.. You've learn it in hard way, but it works, doesn't it?
Aku senang kamu tetap belajar banyak hal dan masih mau kembali untuk diajar lagi walau kamu tahu itu berat. Tapi percayalah, sekalipun berat dan kelihatannya gak jelas, you're with The Creator now. Jalanin aja, be joyful in every step you take, because He is there with you!

Amanda, beberapa hari lagi aku akan menikah. Yap, dengan orang itu. Kamu tau kan? ;)

It's not easy, I know.
I really took my faith for this one.
Kalo kamu tanya gimana perasaanku sekarang, hmm.. I don't know.
Mix feelings.
Kamu ingat gak aku pernah cerita gimana perasaanku waktu tau kalo itu dia? Mix feelings juga.
Sepertinya kurang lebih sama.
Dia pria yang bisa aku hormati. Dia hati-hati dalam melangkah, dan setiap keputusan yang dia ambil, aku tahu itu bukan keputusan yang mudah. Keputusan untuk meninggalkanku! How big his faith is!
Aku sama sekali gak menyangka dia berani letting me go, padahal dia juga tahu kalo aku tertarik pada dia.
At that time, I'm so proud of him. I'm so thankful. I'm feeling grateful to know someone like him. Like Paul said in his letter to Philemon, "Every time your name comes up in my prayers, I say, "Oh, thank you, God!" (Philemon 1:4)."

Di waktu yang sama, aku juga merasa sedih dan ragu.
Apa iya aku ini bisa jadi pasangan yang sesuai dengan dia, yang bisa mendukung dia, dan bisa membawa dia makin dekat sama Tuhan? Melihat kegagalanku di sana-sini, aku meragukan diriku sendiri dan melihat diriku begitu kecil dibanding dia.
Sepertinya dia cukup confident, cool, calm, dan tahu apa yang dia mau.

Beberapa hari lagi aku dan dia akan mengikat janji. Dan aku akan segera menjadi istrinya.
Tolong doakan aku ya, supaya aku bisa tetap fokus pada Tuhan dan meletakkan imanku di tempat yang benar, supaya ke depan aku juga makin bisa mendukung suamiku untuk makin bertumbuh kepada Kristus.

Amanda, I'd never dream something like this! This feeling.. is sooo.. great!

Kamu tahu, waktu aku masih single, belum tahu siapa calon suamiku, belum tahu kapan dan bagaimana kami akan bertemu, aku selalu membayangkan hari pernikahanku.
Hari pernikahanku akan menjadi hari yang paling membahagiakan. Bukan cuma aku yang berbahagia, tapi juga keluargaku, keluarganya, fotografer dan make-up artistku, teman-teman, rekan kerja, pemimpin rohani, dll.

Sekarang aku merindukan hari pernikahan yang penuh kuasa, karena aku rindu melihat keluargaku dipulihkan. Aku rindu melihat keluargaku mengerti konsep cinta yang sesungguhnya. Segala bentuk kasih, hanya boleh ditujukan pada Sang Pencipta Kasih itu sendiri. Aku dan calon suamiku bukan manusia yang sempurna, tapi kami mengerti, karena Dia yang telah mempertemukan kami, dengan caraNya yang ajaib dan tak terpikirkan oleh kami, because He is soo.. good for both of us, kami diijinkan memiliki hari pernikahan yang kudus dan indah.

Aku mau hari pernikahanku bukan sekedar liturgi atau agenda acara, tapi hari pernikahanku adalah KKRku dan suamiku. Dimana setiap orang yang datang ke acara pernikahan kami, single atau couple, atau family, mereka akan dipulihkan, iman mereka dibangkitkan, kalau perlu boleh ada mujizat terjadi di sana! Wow!

Aku membayangkan nanti, di hari itu, aku dan suamiku akan maju ke panggung, kami akan bersaksi betapa Tuhan itu baik, bagaimana Dia merancangkan segala sesuatu yang terbaik untuk kami berdua. Dan betapa kami sangat bersyukur boleh meletakkan kepercayaan kami kepadaNya.
Kami juga mau berterima kasih pada orang tua kami, bagaimanapun juga, karena mereka lah kami bisa ada sekarang. Aku membayangkan mama diam-diam mengusap air matanya, papa berkaca-kaca dan hanya tersenyum memandang kami.
Aku, dengan suara yang bergetar menahan tangis, tangis haru dan penuh ucapan syukur, gak berhenti-berhenti mengucap syukur karena kebaikanNya, karena boleh jadi pendamping suamiku, suamiku yang luar biasa, pria yang bisa kuhormati dan kupercaya, untuk hidup kami seterusnya.
Kami juga akan mengangkat gelas champagne kami ke pemimpin rohani, mentor, dan pastor kami. Karena kami tahu, karena doa dan dukungan merekalah kami bisa kuat menjaga kekudusan sampai hari pengikatan janji itu tiba.
Gelas champagne kami juga kami arahkan ke teman-teman komsel kami, karena merekalah yang mendukung kami dalam doa, membantu kami untuk tetap pada jalur yang benar, berdoa syafaat dan berpuasa untuk hari pernikahan kami. Tanpa doa-doa mereka, tentunya tidak akan ada hari pernikahan seperti itu, kan?

Aku tahu pasti Roh Kudus akan hadir di hari pernikahanku dan menjamah setiap tamu yang hadir, entah itu di pemberkatan atau di acara resepsi.
  • Mungkin nanti banyak ditemukan wanita-wanita yang diam-diam menyusut matanya sambil makan, karena hatinya dijamah Roh Kudus dan Roh Kudus memberikan damai yang nyata untuk hidup mereka.
  • Mungkin nanti tidak sedikit juga suami-suami yang mulai mendekati istrinya, memeluk dan merangkul istrinya, mengecup kening istrinya, atau hanya sekedar mengusap anak-anaknya.
  • Mungkin nanti para single di pesta penrikahanku, tidak terfokus untuk mencari calon pasangan, tapi mereka sedikit menunduk, tersenyum kecil, dan mengangkat wajah. Binar-binar mata mereka menunjukkan hati mereka sudah damai dan dipulihkan oleh Roh Kudus, tahu bahwa Allah telah menyediakan yang terbaik untuk hidup mereka.
  • Mungkin yang datang di hari pernikahanku ada pasangan yang hampir cerai, mereka boleh dipulihkan, mereka boleh mengalami kasih yang sesungguhnya. Wow!
  • Mungkin ada seorang ibu yang suaminya sekarat, dia boleh dikuatkan, dan suaminya disembuhkan. Wow!
  • Mungkin ada pasangan yang sudah lama pisah ranjang, setelah datang ke acara pernikahanku, mereka boleh disatukan kembali. Wow!
  • Mungkin ada seorang cewek yang habis diputus pacarnya, dan hampir bunuh diri, setelah datang ke acara pernikahan kami, dia boleh dapat harapan baru. Wooww!!
  • Mungkin ada cowok yang belum ngerti konsep cinta, sibuk cari cewek dan gonta-ganti pasangan, bermain-main dengan dirinya sendiri, memuaskan nafsunya, setelah hadir di acara pernikahan kami, mindsetnya boleh diubahkan. Wooww!!
Bagaimana?
Kamu terkesima kan?
Ya, aku bisa melihat kamu mengangguk-angguk dan tersenyum simpul.
Matamu juga berbinar membayangkan pernikahan yang seperti itu.

Amanda, pernikahan seperti itu belum pernah aku bayangkan.
Aku tahu itu Tuhan yang meletakkan ide ini di hatiku.
Tapi tahukah kamu, Manda, harga yang dibayar sangat mahal. Pernikahan seperti itu tidak dirancang 1-2 bulan atau dalam semalam saja. Aku sudah bayar harganya sejak aku menerima Kristus dalam hatiku dan hidupku.
Seringkali sulit untuk mempertahankan iman ini. Jalan yang ku tempuh berbahaya dan menyakitkan! Tak terhitung berapa kali dalam sehari aku harus menyalibkan kedaginganku sendiri, aku harus memaksa hati dan perasaanku untuk tetap fokus pada Dia, bagaimana tiap hari aku harus memutuskan untuk menang atas tubuh, perasaan, dan hatiku sendiri.

Pernikahan yang penuh kuasa seharusnya berfokus pada Dia!
Hanya karena perkenananNya-lah aku bisa menghadirkan pernikahan yang seperti itu.
Ini sulit, tapi aku mau Tuhan pakai aku dan suamiku sebagai alatNya untuk menunjukkan pada orang-orang bahwa Dia baik. Dulu, sekarang, dan selamanya Dia baik. Pada orang yang percaya atau tidak percaya padaNya, Dia tetap baik.

Tapi sudah tentu, untuk dipakai sebagai alaNya, aku dan suamiku harus mempersiapkan diri. Persiapannya sudah dimulai sejak kami single. Kami belajar percaya sepenuhnya bahwa apapun yang Dia kerjakan, semuanya baik, dan mendatangkan kebaikan untuk kami.

Kami belajar tidak terburu-buru dalam mengambil langkah. Kami menikmati hari demi hari kami berjalan denganNya, tanpa sadar Dia membawa kami saling bertemu.
That's wonderful!
Yayaya.. aku tahu kamu muak dengan cerita seperti ini :D
Perasaan yang seperti apa itu? Kamu gak ngerti.
Ya, aku sendiri juga gak ngerti sampai aku menyadarinya.

Tenang, Manda. Sekarang kamu mungkin gak tau siapa dia, kapan kalian bertemu, dan bagaimana kalian bertemu. Yang aku tahu, dan kamu juga perlu tahu, adalah Tuhan baik. Dia baik padamu dan pada calon suamimu. Apapun yang Dia lakukan, semuanya baik.
Untuk sekarang, kamu cukup perlu tahu itu saja.
Sudah, don't be worried or fret.
Cukupkan dirimu pada apa yang ada sekarang, jangan pikirkan sesuatu yang lebih tinggi daripada yang kamu bisa pikirkan.

Kamu menginginkan pernikahan yang penuh kuasa kan? Yang seperti KKR kan? Dimana mujizat boleh terjadi di hari pernikahanmu, sama seperti mujizat Yesus yang pertama di pernikahan di Kana. Kamu kamu merindukan pernikahan yang seperti itu, kamu harus mau lakukan bagianmu. Tetaplah diam di kakiNya, pandang wajahNya! Save the best for the last!
Hari itu Yesus bisa saja melakukan mujizat dari awal, tapi apa gunanya? Tidak ada kemuliaan yang besar yang bisa dibawa Yesus pada Bapanya jika Dia melangkahi waktuNya. Yesus aja bersabar, kamu kok enggak! Siapa kamu? :p

Semoga damai sejahtera yang dari Allah sendiri boleh turun atas hidupmu, memenuhi hatimu dan meluap keluar, supaya orang-orang di sekitarmu juga boleh mengalami damai yang dari Tuhan sendiri.

I'm waiting you on my wedding day! ;)

Immanuel, Manda!
I love you so much!

Yaye

Thursday, May 30, 2013

Perumpamaan Seorang Penabur (Bagian Tanah)

Setelah baca yang bagian benih, what do you think?

Setelah kita tahu bagaimana menabur yang benar dan memilih benih yang benar, sekarang waktunya kita untuk tahu mana tanah yang benar.

Pada perumpamaan sebelumnya, Yesus sudah mengingatkan di akhir ajaranNya, siapa yang punya telinga, mbok ya dipake dengeriinnn, aduuhh plis plis plis, jangan cuma jadi hiasan aja tuh telinga!! (Markus 4:9). Mungkin Yesus juga pake emoticon -_______________-" untuk menjelaskan betapa es we te-nya manusia-manusia ndableg (kayak saya) ini supaya cepet ngerti.

Bagian tanah ini, tidak semua orang akan mengerti. Saya sendiri kayaknya butuh pendalaman yang lebih lagi supaya Tuhan bukakan lebih banyak lagi pewahyuan dan pengertian tentang tanah.
Kenapa gak semua orang mengerti?
Cek ini:

Pada suatu kali Yesus mulai pula mengajar di tepi danau. Maka datanglah orang banyak yang sangat besar jumlahnya mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke sebuah perahu yang sedang berlabuh lalu duduk di situ, sedangkan semua orang banyak itu di darat, di tepi danau itu. Dan Ia mengajarkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Dalam ajaran-Nya itu Ia berkata kepada mereka: (Markus 4:1-2)

Pada akhir ajaranNya, ini yang terjadi.

Ketika Ia sendirian, pengikut-pengikut-Nya dan kedua belas murid itu menanyakan Dia tentang perumpamaan itu. Jawab-Nya: "Kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan, (Markus 4:10-11)

Kurang jelas? Lebih jelas lagi ketika Yesus udah cerita beberapa perumpamaan.

Maka Yesuspun meninggalkan orang banyak itu, lalu pulang. Murid-murid-Nya datang dan berkata kepada-Nya: "Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu." (Matius 13:36)

Hanya, sekali lagi, HANYA murid yang akan datang dan bertanya kepada Sang Guru, apa arti sesungguhnya dari ajaranNya itu! Hanya orang-orang yang lapar akan kebenaran yang akan mengejar kebenaran sejati itu.

Saya bisa bayangkan pada jaman itu, Yesus naik di atas perahu (bukan perahu kecil kayak kano, tapi perahu yang sebesar kapal pesiar supaya semua orang bisa denger suaraNya) dan dikelilingi sangat amat banyak orang sekali, sampe-sampe gak disebutkan jumlahnya berapa. Kayak Yesus ngasih makan 5000 orang aja masih bisa keitung kan itu orangnya ada 5000, belum termasuk wanita dna anak-anak. Jelas kan. Kalo sampe Alkitab cuma nulis sangat banyak orang, artinya ya emang sangat banyak orang sampe gak bisa keitung lagi! Udah, sekarang bayangin ada KKR yang didatengi sangat banyak orang sampe ushernya atau petugas countingnya gak bisa ngitung lagi berapa banyak orang yang dateng sangking banyaknya. Dan plus, yang dengerin Yesus waktu itu bukan cuma orang dari kota itu saja, tapi juga kota-kota lain. Cek deh :)

Segitu banyak orang, siapa sih yang bener-bener serius dengerin Yesus? Ah gue pesimis lah soal itu. Pasti ada yang sibuk ngediemin anaknya yang rewel, ada yang sibuk dengerin sambil makan atau nyamil, ada yang sibuk pelayanan lari sana sini sok-sok jadi usher, ada yang jualan (lho?), ada yang BBMan (eh mana ada ya? :P). Beberapa saya juga yakin PASTI ada yang dateng karena denger 'a famous preacher and Rabbi - Jesus from Nazareth' come to town!! Rabbi yang bikin mujizat dimana-mana, nyembuh orang sakit dimana-mana, dan segala hal lain yang luar biasa itu. Halah-halah.. gitu deh. Saya juga yakin tuh orang yang jauh-jauh dari kota lain, pasti ada yang dateng cuma ngarep supaya sembuh aja. Bukan karena Yesusnya. Pesimis ya? Sori. Kalo hari ini saya bisa ngeliat dengan mata kepala sendiri orang-orang seperti ini, siapa menjamin jaman Yesus dulu gak ada orang tipe begini juga?

Saya tuh suka kalo ko Philip Mantofa yang kotbah. Bukan karena beliau terkenal. Tapi karena saya kangen. Kangen masa-masa bertobat dulu karena dia cerita soal Yesus. Kangen denger cerita-ceritanya gimana hidupnya diubah Kristus dan pergumulan-pergumulanNya. Kalo disuruh milih dateng KKRnya atau doa malem, jelas saya pilih doa malem. Gak terlalu banyak orang (walau sama aja sih, rame -_-), at least saya bisa fokus ke visinya.

Eh apa sih ini malah ngelantur :P


Wednesday, May 29, 2013

Perumpamaan Seorang Penabur (Bagian Benih)

Pada suatu kali Yesus mulai pula mengajar di tepi danau. Maka datanglah orang banyak yang sangat besar jumlahnya mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke sebuah perahu yang sedang berlabuh lalu duduk di situ, sedangkan semua orang banyak itu di darat, di tepi danau itu. Dan Ia mengajarkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Dalam ajaran-Nya itu Ia berkata kepada mereka:
"Dengarlah! Adalah seorang penabur keluar untuk menabur. Pada waktu ia menabur sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis. Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar. Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati, sehingga ia tidak berbuah. Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, ia tumbuh dengan suburnya dan berbuah, hasilnya ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang seratus kali lipat." 
Dan kata-Nya: "Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!" 

Markus 4:1-9



Monday, April 15, 2013

Staying Single or Getting Married?

Mengikuti para senior di Open Letter Community (cieh cieh.. komunitas apa niihh.. ) Akan dijelaskan nanti yaa lebih lanjut, sekarang mau bahas soal Married or Not To Be Married.

Setelah banyak baca buku dan dengar/baca/lihat sharing orang-orang soal kehidupan single dan marriage, jujur sebagai seorang single, saya itu pernah mengalami 2 fase ini:
Fase 1: kepingiiiiinnn banget punya pasangan, bisa disayang-sayang, bisa saling support, bisa saling mendoakan, saling bla bla bla..
Fase 2: SANGAT TIDAK INGIN punya pasangan. Ribet, rewel, gak bebas, nambah-nambah beban pikiran, belum lagi kalo lagi berantem, ah repot mbuh deh!

Nah, kalo kamu pernah ada di fase mana?
Atau jangan-jangan... ada fase yang lain yang saya belum tahu?


Friday, January 4, 2013

Volare Vineyard - Every Seed Dies Before It Grows

Okeh, bloggers! Siap untuk baca lanjutan dari cerita sebelumnya? Yang belum silakan baca dulu -When Everything Starts Here-

Take you seat.
Relax.
Take some snacks if you want.
Aaandd.. let's go!

Ketika dalam pergumulan pilihYesus atau pilih pacar, saya buat sebuah perjanjian sama Tuhan di tengah saat teduh saya.
"Tuhan, kalo dia (sang pacar) gak mau diajak ketemuan pas ultah saya, saya akan putuskan dia dan sungguh-sungguh sama Tuhan!"

Besoknya, saya telpon pacar saya untuk ketemuan, eh pacar saya jawab iya!
Wah saya seneng banget waktu itu. Setelah 3 bulan lebih kami gak pernah ketemuan sejak kita break, akhirnya kami bakal ngedate lagi.
Saya udah putuskan weekend itu gak ke komunitas sel lagi (udah mikir-mikir alasan supaya gak ikut juga - kan saya backstreet), dan mungkin untuk seterusnya saya gak akan dateng komunitas lagi.

Saya deg-deg'an nunggu weekend.

Thursday, January 3, 2013

Volare Vineyard: When Everything Starts Here

Oke, sebenernya ada hal-hal yang saya pelajari di kelas wine sekarang. Tapi sebelum saya ceritakan detilnya, saya mau share dulu asal muasalnya kenapa saya bisa sampe disini. Sebagai appetizer, anda bisa baca notes saya disini (tapi harus punya akun FB hahahhaa..)

Sejak kecil saya ini anak pecundang. Paling gak berani ngadepin orang lain dan gak bisa membela diri sendiri ketika dijailin. Saya lebih baik mengalah daripada harus berantem dan mempertahankan apa yang seharusnya milik saya. Sounds good, eh? Salah! Saya mengalah tapi saya menyimpan dendam yang besar. Tapi karena namanya pecundang, ya diem aja kalo di-bully.

Sudah pecundang, orang tua saya juga bukan orang tua yang peka kalo anaknya disakiti. Ketika mainan, atau krayon baru saya dirusak teman, dan orang tua saya tahu, justru saya yang dimarahi.
"Kenapa diem aja!"
"Gitu aja takut!"
"Hadepin dong, jangan diem aja!"
Kata-kata itu yang selalu keluar dari mulut orang tua saya ketika saya pulang dengan menangis karena dijahili.
Disinilah bibit kepahitan itu mulai tertanam di hati saya.

Daisypath Anniversary tickers