Wednesday, May 29, 2013

Perumpamaan Seorang Penabur (Bagian Benih)

Pada suatu kali Yesus mulai pula mengajar di tepi danau. Maka datanglah orang banyak yang sangat besar jumlahnya mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke sebuah perahu yang sedang berlabuh lalu duduk di situ, sedangkan semua orang banyak itu di darat, di tepi danau itu. Dan Ia mengajarkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Dalam ajaran-Nya itu Ia berkata kepada mereka:
"Dengarlah! Adalah seorang penabur keluar untuk menabur. Pada waktu ia menabur sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis. Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar. Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati, sehingga ia tidak berbuah. Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, ia tumbuh dengan suburnya dan berbuah, hasilnya ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang seratus kali lipat." 
Dan kata-Nya: "Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!" 

Markus 4:1-9





Perumpamaan ini merupakan perumpamaan pertama yang Yesus pakai sebagai cara mengajar. Keren yah? Mungkin jaman sekarang kalo Yesus yang ngajar di gereja-gereja Indonesia, Dia bakalan pake cara stand-up comedy gitu, soalnya telinganya orang Indonesia tuh tipiiiiss, gak bisa kalo denger sindiran dikit, maunya langsung adu jotos aja! :P Tapi gampang banget percaya sama orang yang bisa humor fantastis dramatis. Liat aja tuh selebtwit, atau yang ngetren di Youtube (kayak duo keong racun, briptu yang bisa nyanyi india, sampe Arya Wiguna DEMI TUU.. HANNN!! *pak pak pak*), dan.. berapa kali setahun di gereja muncul pendeta yang kalo kotbah isinya cuma ndagel (baca: ngelawak), atau ngasih kesaksian yang FANTASITICO PERFETCO EMEIZING gitu?
Hehe.. no offense. I'm just missing Jesus in the church.. well, sometimes.

Anyway, dari cerita di atas, saya mau share 2 hal:
1. Menabur
Hukum tabur tuai masih berlaku sampai sekarang. Apa yang kita tabur, itu juga yang kita tuai. Kita gak menabur, jangan harap menuai apa-apa. Kita menabur semangka, jangan ngarep hasilnya duren. Kita menabur uang (literally), jangan harap tuh uang balik, yang ada rusak di dalem tanah, wkwkwk.. Investasi, bro.. investasi kalo soal duit..
Menabur itu kegiatan yang membosankan dan melelahkan. Saya pernah live in tinggal di desa selama seminggu dan bantu ortu angkat saya menyemai. Caapeekk, walau seneng sih soalnya udaranya seger, tapi males soalnya tanahnya berlumpur, becek-becek gitu. Tapi apakah besoknya saya makan hasil dari semaian saya itu? Enggak.. ada yang tumbuh aja udah untung soalnya gak ngerti cara menyemai :D

Eit.. tunggu. Nggak.. ngerti.. cara menyemai?
Stop dulu sampai di sini.
Inget-inget.. ada yang tumbuh aja udah untung soalnya gak ngerti cara menyemai. Artinya sukur-sukur bisa tumbuh tuh benih soalnya saya gak bisa menyemai! Beda sama bapak angkat saya yang tiap hari menyemai dalam beberapa puluh tahun hidupnya. Pasti bapaknya tau mana lahan yang pas, mana benih yang bagus, dan bagaimana naruh benih dengan benar supaya bisa tumbuh akarnya! Saya dan 2 teman saya nyoba berkali-kali akhirnya baru 1 benih yang berhasil saya tanam tanpa miring dan berdiri kokoh -_-* Maaf ya pak, kami menghancurkan sawah bapak T_T

Kita perlu tahu cara menabur yang benar itu seperti apa!
Karena tiap benih itu berbeda lho cara menaburnya. Jangan bayangin yang namanya benih itu cuma berbentuk seperti biji sesawi aja, atau kayak di Harvest Moon gitu. Benih itu macam-macam dan bervariasi banget bentuknya. Saya pernah ke Trubus (toko jualan tanaman di Surabaya) dan bilang mau beli biji jeruk buat ditanem. Eh orangnya malah nunjuk pohon kecil di kebunnya. Lah.. biji jeruk kok dibawanya malah pohon.. Tapi emang begitu yang namanya benih. Cuma 1 jenis biji yang pernah saya tanem dari biji, yaitu kacang hijau pake medium kapas :D Hayo hayoo.. pelajaran IPA diajarin kan? :P

Nah itu tadi baru jeruk. Belum mangga, apel, anggur, dll. Benih padi pun bukan bentuk biji beras, tapi kayak rumput ilalang gitu. Sekilas, untuk orang yang ngota (kebalikan dari ndeso) kayak saya ini, benih padi mah rumput biasaa.. Kalo di depan rumah saya ada benih padi, saya juga pasti gak notice karena menurut saya ya itu rumput ilalang! *maksa* Tapi cara menanam benih padi, jagung, buah-buahan, dll itu bedaa.. Nggak percaya? Googling aja deh.

Sudahkah kita tahu cara menabur dengan benar?
Tahukah kita menabur uang kita dimana?
Tahukah kita menabur kebaikan kita ke siapa?
Tahukah kita menabur waktu kita kemana?
Tenaga kita ditabur dimana?
Dan paling penting.. dimana hati kita ditabur, ditanam, dan dipupuk?

2. Benih
Setelah tahu cara menabur yang benar, kita perlu tahu benih apa yang kita tabur? Dalam perumpaam di atas disebutkan benih itu adalah Firman Tuhan (Lukas 8:11).

Kadang kita berpikir, saya sudah menabur kok, cara menabur saya juga sudah benar, tapi hasil yang saya dapat kok malah makin buruk? Saya bahkan sudah menunggu bertahun-tahun tapi tidak ada hasil apa-apa!

Easy, guys. Saya tahu rasa frustasi itu. Rasanya sudah capek menabur terus tapi hasilnya gak kelihatan. Benih butuh waktu untuk tumbuh. Dan dia tumbuh di tempat yang tersembunyi. Kalo kita curious dan bertanya-tanya, kapan benih ini tumbuh, yang pada akhirnya buat kita gak sabar dan buka lagi tanah yang sudah kita pakai untuk tutupi benih itu, kapan benihnya tumbuh? Yang ada malah mati karena tanahnya dibuka tutup :| So, be patient.

Tapi saya udah sabar! Mentok nih kesabaran! Kok hasilnya masih aja aneh?
This is the right time to check, what is our seed?
Benih itu walau beda-beda cara menaburnya, beda juga bentuknya sesuai spesiesnya, tapi yang namanya benih kalo dilihat sekilas, tampak semua sama. Kayak tadi saya bilang, benih padi rupanya gak jauh beda sama rumput ilalang.
Nah lho.. coba cek dulu bener-bener apa yang kita tabur hari ini itu beneran benih padi atau rumput ilalang??

Kalau ternyata sudah kita cek, cara menabur kita sudah benar, dan benih yang kita tabur juga udah benar, tapi setelah sekian lama belum ada hasil, be patient! Mungkin benih yang kita tabur ini sifatnya seperti bambu. Yang 6 tahun pertama kehidupannya cuma menumbuhkan akarnya sedalam mungkin, dan pada tahun ke 7 dia tumbuh setinggi-tingginya melebihi pohon-pohon lain di sekitarnya.

-----------------------------------

Perumpamaan ini penting, karena ini merupakan perumpamaan pertama Yesus dalam sejarahNya mengajar. Perumpamaan ini juga didengar oleh orang banyak yang sangat besar jumlahnya (Markus 4:1). Artinya, sebelum menginjak perumpamaan-perumpamaan atau pengajaran yang lain, Yesus mau kita paham dulu pentingnya menabur yang benar dan benih apa yang kita tabur. Karena inilah dasarnya untuk kita mengerti banyak hal terutama mengerti hati Tuhan. Kalo dari awal kita sudah salah men-set hati kita, jangan harap untuk berikutnya kita bisa benar.

Contoh simpelnya gini. Kamu dari Surabaya, naik kereta api mau ke Jakarta. Kalo dari awal kamu udah salah beli tiket jurusan Bandung, ya jangan berharap besok pagi kamu buka mata nyampe di Jakarta! Kamu harus marah-marah karena kebodohanmu yang gak ngecek tiket kereta dulu, trus turun di Bandung, beli tiket lagi jurusan Bandung-Jakarta. Ya untung itu masih salah jurusan kereta kan. Salah gak perlu balik ke Surabaya dulu.

Masalahnya, prinsip pertobatan itu tidak seperti itu. Bertobat itu sendiri artinya berbalik. Muter balik. Muter balik di jalan one way. Pernah salah turun tol? Muternya jauh gak? Nah ya bertobat itu seperti itu. Makin jauh kamu salah dan gak nyadar-nyadar, pas nyadar dan mau balik, jalan yang ditempuh juga panjang. Memang ada cerita orang yang bertobat dari narkoba besoknya gak mau pake narkoba lagi. Iya bisa. Tapi siapa yang pernah dengar dan lihat langsung bagaimana proses dia mengenal Kristus? Nggak mudah.. PASTI penuh hambatan dan lamaa.. Balik dari narkobanya emang cepet, tapi pulih dari konsekuensi setiap perbuatannya yang butuh waktu lama dan ketaatan yang ekstra. Makin banyak kesalahan yang kita buat, makin banyak juga konsekuensi yang kita tanggung. Tuhan memang menyediakan keselamatan dan kasih karunia. Tapi Dia juga adil! Setiap konsekuensi tetap kita yang harus tanggung.

So, buat kalian yang hari ini biasa mengulur-ulur waktu untuk bertobat, hai, hati-hati lho, jangan-jangan nanti waktu kalian sadar sepenuhnya betapa jauh kalian menjauh dari kasih karunia, sudah tidak ada cukup waktu untuk berbalik. Kita gak pernah tau kan? Waktu itu milik Tuhan. Jangan-jangan sangking jauhnya kita berjalan salah, waktu kita udah berbalik dan kurang 1 km lagi, eh waktu kita habis. Sudah terlambat. Semuanya sudah terlambat.. This life is not a game, dimana kamu bisa reset kalo udah ngawur.

Jadi Yesus mengingatkan kita dari awal untuk benar-benar pastikan cara menabur dan benih kita benar tidak? Kurang baik apa ya toh Yesus itu.. ya ampuun... ik ol san ketok-ketok meja lah kalo sampe masih ada yang meragukan baiknya Yesus dan betapa pesanNya itu bener banget!!
Memang, kita belajar banyaaaakkk banget dari kesalahan. Tapi gak perlu makan tai kan untuk tau rasanya tai? Gak perlu masuk sumur kan untuk tau dalamnya sumur? Kalau bisa belajar dari kesalahan orang lain, belajarlah!! Belajarlah!! Time is money, rek!

Dari share saya ini, semoga yang membaca terberkati. Next time saya akan bahas bagian tanah.
Feel free to leave me some comments below :)
God bless you.

No comments:

Post a Comment