Friday, August 30, 2013

How You Can be BIG Through a Simple CLICK

Simpelnya, tanggal 24 Agustus 2013 kemarin saya ikutan workshop fotografi yang diadain gereja saya. That was an amazing day!



Yang ngasih materi workshop adalah David Soong alias Awie, owner dari Axioo. Axioo gitu lho! Jadi investasi sebesar Rp 150.000 pun buat saya, okelah yaa.. *puasa jajan pentol sebulan*

Selain itu, saya juga ikutan lomba GMS Artfest 2013, setelah sekian tahun hiatus gara-gara sibuk berat (aslinya sih sempet di-PHP-in *ehm!*).

Sesi dimulai jam 8 pagi, dan saya baru bangun jam 7 pagi. Emeizing! Jadi mandi cepet-cepet, sarapan gak abis (langsung mama have a badmood all day x_X), langsung cabut, selap-selip sana-sini, akhirnya sampe GMS Pusat jam 8 kurang 5, fiuuhh..


Ternyata eh ternyata, my 2 buddies belum dateng. Ko Petrus dan Ncuz. Okeee.. gue sendirian lagi.. Pas dihubungin, ternyata Ncuz kesiangan (okeee), dan ko Petrus kayaknya on his way. Sebenernya ngerasa firasat gak enak sih, "Paling baru mulai jam 9.." tapi trus dengan santainya saya tepis, "Ah, tapi GMS biasanya tepat waktu, sayang kalo telat, malu juga kan sama ko Awie.." Dan ternyata, firasat jelek saya menang! :( Emang beneran baru mulai jam 9. Jadi nyesel tadi buru-buru en ninggal sarapan setengah jalan :(


Enihow, fast forward, mulai deh sesi pertama. Sesi pertama sesi sharing, Q&A gitu sama ko Awie. Ternyata orangnya fun banget dan yah, sekarang saya ngerti lah kenapa temen-temen Axioo sayang banget sama dia. Tipikal-tipikal Jeffry Rahmat gitu deh cara ngomongnya.


Eh apa sih ini kok jadi ngelantur ngomongin ko Awie-nya? :P


Kembali ke topik utama.



Wednesday, August 28, 2013

Mari #TurunTangan!

Berita-berita soal sosok #OrangBaik lagi berseliweran di timeline dan social media lainnya. Pak Anies Baswedan yang maju konvensi capres. Jokowi-Ahok yang.. gitu deh, liat aja berita-berita di Youtubenya. Pak Ridwan Kamil yang akhirnya jadi Walikota Bandung. Bu Risma yang terkenal blusukannya.

Hal-hal ini bikin saya merinding disko! Wow, ternyata banyak juga ya orang-orang yang masih mau #TurunTangan. Yang gak melihat kepentingan mereka, tapi selalu berpikir gimana caranya supaya apa yang mereka kerjakan ini bisa bermanfaat untuk masyarakat. Mengutip katanya Ko Edward Suhadi, dari dulu kita berdoa supaya Indonesia diberikan pemimpin yang baik, dan sekarang udah beneran dijawab lho bloggers! Beberapa nama di atas cuma sedikit dari orang-orang yang bisa saya sebutkan. Mungkin ada banyak yang lain yang gak ketangkap media. Tapi dengan semua pemberitaan ini, bikin saya tersadar dan malu kalau sampai hari ini saya belum juga bisa berbuat apa-apa :(

Berita-berita ini juga bikin saya sadar, Indonesia bener-bener lagi on the move! Ya, memang korupsi amsih dimana-mana. Sejarah masih diputarbalikkan. Negara masih kacau balau. Berita negatif soal pejabat ini atau pejabat itu masih menyebar luas seperti asap kebakaran, menutupi langit biru. Belum lagi perekonomian yang lagi kacau. Sepertinya selalu ada hal yang memudahkan kita untuk mengeluh dengan keadaan Indonesia sekarang. Walau begitu (tampaknya), we're on the move, guys!

Rasanya setiap orang yang #TurunTangan sedang sibuk membenah ini itu, tanpa peduli ada orang lain yang merusak di lain tempat. Orang-orang yang dulunya cuma duduk-duduk kelelahan, gusar karena melihat banyaknya tangan yang merusak, ketika melihat orang-orang mulai #TurunTangan, kondisi mulai sedikit membaik, tidak sedikit yang akhirnya juga #TurunTangan. Buat saya, ini suatu kondisi yang baik untuk Indonesia! Sebuah negara yang sudah terlalu lama di-nina-bobo-kan, terlalu lama disakiti, terlalu lama dikecewakan memang biasanya agak pesimis dengan gerakan baru ini. Saya sih sadar, tidak mudah move on dari sakit hati. Dan untuk orang-orang ini, saya sudah biasa untuk mencoba mengabaikan mereka. Orang-orang yang terus mengeluh dan minta diperhatikan, padahal orang lain sedang sibuk membangun. Biasa.

Saya jadi inget juga perjuangan waktu awal-awal di komunitas saya, banyaaakk sekali pemimpin (pemimpin lho ya), yang dikecewakan. Akhirnya menimbulkan banyak sakit hati ke orang-orang yang dipimpin. Termasuk saya. Tidak mudah untuk bangkit, saya tahu. Saya sendiri hampir menyerah waktu itu, tapi toh kekuatan doa itu sesuatu yang tidak bisa kita ukur kedalaman kekuatannya. Kita tidak pernah tahu apa yang terjadi ketika kita berdoa. Sama ketika menyiram bibit tanaman, kita tidak pernah tahu apa yang terjadi di dalam tanah, tapi toh kita tetap terus menyirami bibit itu.

Saya kira apa yang terjadi di Indonesia saat ini hampir sama seperti apa yang saya alami saat terjadi pergolakkan di komunitas waktu itu. Ada orang-orang yang skeptis, suka mengkritik, mengeluh, ngomel, minta perhatian, dll. Tapi selalu ada orang yang murni hatinya, terus bertahan walau disalahpahami, terus bekerja sekalipun dianggap tidak bekerja. Biasa. Saya bilang itu hal yang biasa.

Pergolakan ini pun, ada yang pesimis soal Pak Anies, ada yang terus meyerang Pak Ahok dan Pak Jokowi, ada yang berusaha menjegal Bu Risma, ah, itu hal yang biasa. Namun tugas saya sebagai warga negara dan masyarakat yang ingin dilindungi, ingin dijaga, ingin lebih baik, adalah mendukung setiap pemimpin kita.

I did it 4 years ago, and it works! Ketika saya memutuskan untuk berhenti mengeluh, mengkritik, menegur, dan bernegosiasi, berbalik menjadi mencoba memahami dan mendukung, life is gonna be better. Memang masiha da keputusan-keputusan pemimpin yang membuat dahi berkerut, heran, dsb. Tapi ketika kita sebagai yang dipimpin mencoba percaya dan mendukung, oh wow, apa yang saya pelajari hari itu sampai sekarang adalah suatu pelajaran yang tidak bisa saya dapatkan di tempat lain. Siapa bilang saya tidak bisa belajar dan tidak cocok di lingkungan pelajar? Saya JUSTRU belajar sangat banyak dengan anak-anak SMP-SMA. Ketika mereka dicap alay dan gak bisa apa-apa, JUSTRU saya belajar banyak dari mereka. Kepolosan, kemurnian, antusiasme. Hal-hal ini tidak bisa saya pelajari di tempat lain.

Jadi? Kamu masih mau ngeluh? Masih mau ngomel? Masih minta diperhatiin? Please, bangun dan cuci muka dong! Liat sekelilingmu! Semua orang sibuk membangun hari ini! Sampai kapan mau skeptis begitu?