Showing posts with label me. Show all posts
Showing posts with label me. Show all posts

Wednesday, December 31, 2014

My 2014 in Review

Naahh tepat hari terakhir 2014 kerjaannya: ngeblog! Padahal rencananya mau ngajakin papa makan-makan all you can eat sekeluarga, tapi ga jadi gara-gara jalanan rame, mall rame, hujan, plus barusan ada berita duka tentang QZ8501 yang abis jatuh :(
Eniwey, saya mau buat kontempelasi apa aja yang udah saya lewatin di tahun 2014 ini. Tentu saja dengan bantuan Facebook dan social media lainnya :D
Dan saya juga mau mengucapkan selamat buat diri saya sendiri, akhirnya tahun ini sukses ngeblog minimal sebulan sekali! Yayy! Walaupun Agustus-September sempet bolong soalnya waktu itu lagi awal-awal sakit dan koneksi internet lagi buruk-buruknya, but it's count lah ya!

Januari
Turns 24th! Nothing much happen in this month, abis retreat, visi baru. Yang pasti di bulan ini pertama kalinya @danielrodricow tampil sebagai singer di AOG! Huheuhuehue..

Februari
- Feb 5: 9th years adventure with Jesus!
- Got a very great present from a very generous friend: Kindle! Selama ini saya selalu anggap orang yang pake Kindle itu sok-sokan aja, ngapain beli gadget mahal-mahal kalo itu bisa dipake di tab atau smartphone. Setelah megang sendiri Kindle itu gimana, it's just.. wow.. amazing! Gak heran orang-orang kecanduan pake Kindle :D
- Feb 14: Gunung Kelud meletus dan abunya kemana-mana! Surabaya tertutup abu dan orang-orang sibuk bagi-bagi masker di jalan.
Jalanan depan rumah waktu Gunung Kelud meletus
- Feb 20: Beli smartphone pertama: Sony Xperia C!


Maret
- Kuasa Nama Yesus 2.
- FG first morning pray.
- Start running. Masih pake sepatu seadanya, pake Converse! Hahahaha..
- March 15: #FinClic Surabaya

April
- Nothing much happen, cuma persiapan acara ultah FG di bulan Mei, training PAW, and so on..
- Pemilu legislatif

Mei
- Ultah FG!

- Beli sepatu lari pertama!

Juni
- Live recording More Like You


Juli
- Grandma 90th birthday
- Trip to Lumajang (Bukit B29, Pantai Papuma, Pantai Paseban)
Desa di atas awan. B29. We did it!!
Perjuangan menuju puncak. 
Anak-anak suku Tengger di #PuncakB29. Lucunyaaa... pengen bawa pulang satu..
B29's conquerors
Papuma beach

Agustus
- First 5K Race

Di bulan Agustus ini saya dapet revelation berupa mimpi. Sempet mimpi fellowship PAW (emang waktu itu mau fellowship PAW sekaligus farewell buat Victor yang mau ke Taiwan), dan ketika lagi seru-serunya fellowship, ce Melisa (mentor PAW saya) dateng, trus saya jadi berhenti main sama anak-anak (mereka tetep lanjut main) dan saya duduk di sebelah ce Melisa. Nawarin makan sekaligus ngobrol. Dan di tengah-tengah ngobrol itu, ce Melisa ngomong ke saya kalo saya harus merenungkan (kitab) Zakaria. Dan dia ngomongnya teges banget, seakan-akan itu hal yang penting dan harus dilakukan secepatnya. Saya bangun dengan perasaan gak enak, berdebar-debar dan gelisah gitu rasanya, gak ngerti kenapa padahal di mimpi itu ya ce Melisa cuma ngomong gitu aja, bukan ngancem.
Paginya saya baca lagi kitab Zakaria dan somewhat hati saya rasanya gembira dan sukacita banget, bacanya sampe merinding-merinding gitu, tapi gak ngerti kenapa. Saya cuma ngerasa kalo kitab Zakaria ini adalah visi, tapi masih gak ngerti visi buat apa? Buat CG kah? Atau buat PAW? Atau buat diri saya sendiri?
Di bulan ini juga saya mulai batuk, gak sembuh-sembuh, yang disangka alergi..
Fellowship PAW and Victor's farewell

September
Masih batuk juga gak sembuh-sembuh, sampe demam dan muntah, akhirnya ke rumah sakit dan ceklab segala macem.


Oktober
Baru tau ternyata saya kena TBC dan herpes zoster :( Istirahat total! Lost 2 kg.

November
Revision time! Kerjaan kantor gila-gilaan, tekanan dari mana-mana sedangkan saya sendiri masih harus bolak balik ke RS. Sedih.. :(

Desember
- Di bulan ini banyaak banget revelationnya. Hal-hal yang dulu saya gak ngerti rasanya di bulan ini mulai jelas semuanya, dan banyak diteguhkan dari segala hal yang gak saya ngerti kok bisa kejadian kemaren-kemaren, rasanya sekarang make sense banget. Emang kok ya Tuhan tuh bener-bener baik banget. Sekalipun apa yang kita alami (menurut kita) gak baik, tetep gak bisa disangkali kalo Tuhan itu baik.
- Di bulan ini saya belajar, orang yang tampangnya baik belum tentu apa yang di dalemnya bener-bener baik. Banyak banget ketemu orang yang saya sangka dia baik, beberapa minggu setelah itu langsung dapet kabar kalo ternyata dia tukang PHP lah, friendzoner lah, saat teduh pribadinya gak bagus lah, dll.
- Dan entah kenapa, I really looking forward for this Christmas! Gak pernah sebelumnya bener-bener menantikan Natal kayak tahun ini. Tahun sebelumnya saya melewatkan Natal dengan biasa aja, malah masih masuk kantor lah, ngurus ini itu lah, tapi khusus tahun ini saya bener-bener pengeeen banget ngerayain Natal dengan penuh semangat. Dan terbukti di setiap kebaktian Natal, selalu aja ada peneguhan-peneguhan lewat Firman Tuhan terutama untuk visi tahun 2015.
- Ada visi dan perombakan CG di bulan ini, mulai bulan depan saya udah gak lagi bertanggung jawab di CG saya yang sekarang, tapi pindah ke CG Pondok Candra. Hiks.. setelah 3 tahun saya disini dan dibentuk habis-habisan, ternyata sulit juga ya untuk pindah ke daerah baru. Tapi kerasa banget kalo Tuhan pengen bentuk saya dari awal, jadi perasaannya antara excited and worried :D
- Mimpi saya bulan Agustus kemaren juga mulai keliatan titik terangnya. Jujur, di bulan itu saya sempet merasa down dan pengen nyerah akan sesuatu, I thought what I've been fighting for didn't fight back. Dan tiba-tiba aja dapet mimpi begitu. Bulan ini saya diingatkan lagi untuk merenungkan Zakaria lagi, dan saya baru tau, ternyata kitab Zakaria ini memang ditulis untuk orang-orang yang lagi lemah dan butuh kekuatan dan pengharapan baru! How awesome it is??
How do I apply this?
Have you struggled with discouragement? Read Zechariah. While the book contains its share of judgments on the people of Judah and beyond, it overflows with hope in the future reign of the Lord over His people. It’s easy to get caught up in the oftentimes depressing events of day-to-day life, to lose our perspective and live as people without hope. The book of Zechariah serves as a correction for that tendency in our lives. We have a hope that is sure. How refreshing!
- QZ8501 is missing! Dan di dalamnya ada 41 jemaat Mawar Sharon. So sad.. Ibadah tutup tahun kami akhirnya bersuasana sendu dan duka. Tapi tetep aja Tuhan itu luar biasa, kami jadi belajar sesuatu, dan ibadah tutup tahun yang saya ikuti hari itu bener-bener terasa sekali hadirat Tuhan, setiap jemaat gak ada yang ngobrol kanan kiri, semua fokus dan mencari apa yang jadi rencana Tuhan buat hidup mereka.
Ini jadi visi Mawar Sharon tahun depan!
A very beautiful Sunday Service today, one message that reminds me for 2015 to remember that I am nothing without God. And one funny confirmation from Ps. @philipmantofa about in 2015, our plans, holiday plans, will be cancelled. Yes, that's me, Pastor! Goodbye, Penang's food street! Bye, Legoland! Bye, Hello Kitty Town! Huks.. Maybe God didn't allow me to go theme park alone, but with my lovely future partner? :p #ngarep
Sadly, we heard today about QZ8501, in the middle of service, we prayed for them and their family, for everything is under His control, and eventhough everything comes out different from our expectation, hope that we still know that God is good, and always good, that we just don't understand yet.
And, umm.. Did you know that Teddy Bear was given through stressful situasions, to relieving the fears and worries? #PrayForTheMissingAirAsia#CloseYearService
Tahun ini tahun rollercoaster buat saya, banyak kejadian-kejadian yang mengejutkan, di luar ekspektasi, rencana dan keinginan yang akhirnya harus dibatalkan, plan and re-planned, tapi dari segalanya itu saya kerasa bener kalo everything's in His control. Gak ada satupun kejadian di tahun ini yang saya lewati tanpa alasan, semuanya terjadi karena sebuah alasan dan semuanya semakin membuktikan kalo Tuhan itu baik.
Tahun ini juga oke buat pertumbuhan karakter saya, bisa ngeblog sebulan sekali itu udah kemajuan banget. Harapannya tahun depan bisa ngeblog 2x sebulan. Rajin nulis dan ngerekap setiap detil kejadian.

Daaann.. happy 7th birthday for my blog!

Satu hal yang saya diingatkan dan ditegur habis di pagi hari sebelum ibadah tutup tahun:
Apa iya, Ye, kamu mau melupakan SEMUA kebaikan Tuhan dan bagaimana Dia menjagamu supaya tetap kuat dan berdiri teguh di tengah ketidakjelasan dunia, HANYA gara-gara satu hal yang tidak (belum) Tuhan lakukan dalam hidupmu?


Yes, God, I'm ready for 2015!
Goodbye, 2014! Hello, 2015!

Thursday, November 20, 2014

Volare Vineyard: Flashback (Part 2 Final)

lanjutan dari postingan ini.

2011-2013
Dalam proses pemulihan hati (halah..) dan pemulihan hubungan saya sama ko Didi, ternyata ko Didi harus pindah ke Bali juga, dan youth pastor kami digantikan oleh ko Fictor.

Belajar dari pengalaman pertama, saya mulai belajar terbuka sama ko Fictor. Udah kapok sok ngerasa kuat bisa berdiri sendiri. Tapi namanya proses ya, gak bisa langsung se-terbuka itu sama ko Fictor. Tapi ya, kepercayaan itu udah kembali. Saya udah gak zombie lagi dateng ibadah, saya juga udah mulai semangat tiap kali leader's meeting. Salah satu tanda saya udah mulai pulih adalah saya gak lagi mengharapkan perhatian pemimpin. Ko Fictor orangnya cuek abis, dan di sisi lain, banyaaak hal yang harus diberesin di FG saat itu, anak-anak yang terluka akibat ditinggal pemimpin-pemimpinnya, komsel-komsel yang gak keurus, belum lagi pemimpin-pemimpin yang sempet jadi zombie kayak saya juga, banyak deh pokoknya, jadi saya jaraaaang banget cerita-cerita atau sms-an sama ko Fictor. Dan Komsel saya waktu itu juga jarang banget didatengin dia. Tapi saya gak pernah ngerasa iri sama komsel lain yang didatengin atau diurus tuh. Ngerti soalnya sama kondisi yang ada, ko Fictor emang harus 'membalut luka-luka'. Jadi sebisa mungkin saya bantu handle komsel saya. Toh kalo saya bener-bener butuh cerita, ko Fictor juga selalu nyediain waktu.

Di masa ini saya juga mulai serius mau benahi hidup. Mulai baca-baca buku rohani lagi, mulai mengatur jam saat teduh dengan bener lagi, udah belajar gak take it for granted lagi, ngurus anak-anak komsel dengan bener dan bukan males-malesan lagi. Dan saya juga mulai menjauhi cowok yang saya suka itu. Bukan karena dia membawa pengaruh buruk sih, cuma saya gak ada damai sejahtera aja kalo hubungan itu diterusin, ngerasa gak bakalan kemana-mana juga kalo diterusin. Daripada buang-buang waktu, mending di-stop aja. Menata hati ulang, ambil lembaran baru.

Di masa ini prosesan baru saya justru terjadi di pelayanan Praise and Worship. Sejak awal bertobat, sekitar tahun 2006, saya memang mulai melayani di musik. Bukan karena saya bisa musik, tapi karena terpaksa. Karena gak ada orang yang mau melayani di musik, jadilah saya yang ketiban rejeki. Sayangnya, karena apa yang terjadi yang lalu, dan karena dari awal saya juga gak bener-bener minat di musik, saya mulai ogah-ogahan melayani musik. Pertama, karena hati masih belum 100% pulih, kedua, saya minder. Gak bisa musik kok melayani musik. Saya rela banget ngasih pelayanan ini ke siapapun yang kepingin. Tapi kok yaaa... lagi-lagi adaaaa aja yang menghalangi saya untuk keluar dari pelayanan ini. Seakan-akan kayak Tuhan tuh ngomong: "Kalo bukan kamu yang main keyboard, Ye, Aku gak mau.."

Bukan saya loh yang ngomong gitu. Sempet ada satu temen pelayanan yang sempet ngomong gitu ke saya, "Dari semua pemain keyboard yang kita punya, aku paling suka kalo kamu yang main, Ye.." Padahal saya main keyboard juga yaaa gitu-gitu doang.. kalo katanya kak Ayub, "Kaku..." Padahal saya malah admire banget sama salah satu pemain keyboard yang lain, kalo main keyboard udah kayak keyboardis di GMS Pusat gitu, keren laah pokoknya, langsung merinding-merinding gimanaa gitu. Mau minta diajarin kok ya gak bisa-bisa. Entahlah..

Balik ke soal pelayanan.
Saya sempet struggle banget, sampe sengaja nyari-nyari alasan supaya gak usah melayani keyboard waktu itu. Ya karena di satu sisi sibuk di anak-anak komsel, sibuk di kuliahan, dan segala macem lah, apalagi hati juga belum bener-bener pulih kan waktu itu, masa mau melayani.. sampe tiap kali saat teduh dan inget PaW, selalu rasanya gimanaa gitu.. pengen lari tapi ga bisa. Pengen mundur, tapi kok ya kasian... Serba salah deh. Sampe nangis lagi, nangis-nangis ke Tuhan kalo saya gak mau melayani di PaW. Pengennya di bidang lain. Sampe sempet marah sama Tuhan waktu itu, "Tuhan sudah ambil semuanya, hakku, hatiku, untuk yang satu iniii aja Tuhan, masa ga bisa sih saya melayani Engkau di hal yang saya suka? Ini tentang melayaniMu loh!"

Saya lupa kapan, kayaknya akhir 2012 gitu, di acara Worship Night atau Penutupan Foundation Class buat PaW di GMS Pusat, lupa tepatnya. Aku udah beberapa kali gak dateng acara ini ya karena saya minder. Minder sama pelayan PaW yang lain. Mereka jauh lebih luar biasa dan keren daripada saya. Skill musik mereka gak main-main. Tapi kali ini saya mesti dateng karena salah satu anak komsel saya gak ada transport, tapi dia pengen banget dateng. Yawiiss..
Nah kok ya pas acara ini Tuhan melawat saya sekali lagi, saya sempet marah lagi di acara ini, saya gak suka ada di sini, gak suka berada di antara worshippers. Dan Tuhan cuma ngomong, "Iya deh Ye.. Aku cuma mau kamu bahagia.. Aku gak mau kamu melayaniKu tapi gak bahagia. Iya, Ye, Aku gak papa kalopun kamu gak mau melayani di sini..." Langsung banjir daaahh... air mata ngucur kayak Nobita ngadu ke Doraemon. Jaman itu belum ada Aku Rapopo ya, kalo iya mungkin Tuhan juga ngomong gitu hahaha..

Kenapa pas Tuhan ngomong gitu saya malah nangis-nangis? Bukannya harusnya lega ya udah dikasih 'ijin' sama Tuhan?
Emang kok Tuhan itu paling tau titik lemahku :))
Waktu Tuhan ngomong gitu, saya malah ngerasa saya ini jahat sekali.. sudah dipercaya sesuatu, kok malah anggep itu hal yang kecil dan mengganggu. Padahal kalo Tuhan mau ambil juga suka-suka Dia kan. Ini malah kesannya kayak Tuhan tuh abis ditolak sama gebetannya setelah berusaha PDKT bertahun-tahun gitu. Padahal Tuhan loh, saya gituin :)) Jahat banget gak sih..
Makanya saya langsung nangis, minta maaf sama Tuhan karena sok jual mahal. Saya ambil lagi cawan saya di PaW. Mentang-mentang cuma 1 talenta, saya gak mau jadi hamba yang jahat. Walau cuma 1, saya pastikan talenta ini gak saya kubur. Sejak hari itu saya semangat banget waktu diminta melayani keyboard. Berapi-api banget rasanya, kayak baru pertama kali melayani, deg-degan, dan bener-bener sampe dibawa doa supaya permainan musik saya berdampak ke jemaat.

Puncaknya ketika saya dipercaya jadi koordinator PaW. Ceritanya pernah saya ceritain di sini. Kayaknya emang Tuhan lagi mempersiapkan sesuatu nih buat hidup saya...

2013-sekarang
Pertangahan 2013, lagi-lagi ko Fictor dipindah lagi ke.. Bali! Ada Apa Dengan Bali?? Hahahaha.. Emang gereja kami lagi ekspansi kemana-mana, dan di Bali butuh fulltimer buat ngerjain ladang Tuhan di sana. Dan kayaknya FG jadi ajang tempaan yang paling oke buat ke Bali ya hahaha.. Saya percaya satu hal, bukan cuma anak-anak FG yang belajar dari youth pastornya, tapi youth pastornya juga belajar dna terinspirasi banyaak hal dari anak-anak FG! Terbukti dari ko Didi, ko Fictor, sampe ko Steven, youth pastor yang baru, susah move on dari anak-anak FG. Muehehehhe.. Jarang banget saya ngeliat mereka kalo ke Surabaya main-main sama anak-anak penggembalaan yang lama, pasti 1-2 ada main sama anak FG. Instagram dan socmed pasti juga dipenuhi selfie'an bareng anak FG. Ini emang gak bisa move on ato doyan selfie?? Huahauhuahu..

Dengan ko Steven, saya nyaris gak punya rahasia apa-apa lagi. Kapok dengan cara hidup saya yang lama. Walau tetep kami jarang ketemuan atau chat (sekarang udah jarang SMS-an bow! Main Line sama BBM sekarang huahahaha..), tapi saya berusaha ngasih kabar, minimal seminggu sekali tentang keadaan saya. Sesibuk apapun, saya usahakan untuk kumpul sama leaders yang lain. Sejauh apapun, saya jabanin. Untungnya saya juga udah kerja, jadi soal waktu emang rada longgar. Saya kapok banget menjauh dari komunitas. Mungkin bukunya Joshua Harris yang Stop Dating The Church itu bener-bener menggambarkan isi hati saya saat ini.

Struggle di masa ini udah beda lagi, and I'm looking forward, what's next, God? :)

P.S.: Akhirnya selesai juga....

Volare Vineyard - Flashback (Part 1)

Waw udah lama banget nih gak ngeposting lanjutan Kelas Wine :)) Sebenernya udah lama pengen ngeposting ini, tapi apa daya kesibukan (dan kemalasan) bikin postingan kali ini ngedon lama draft :(

Eniwey, saya pengen flashback ke masa-masa saya melewati Kelas Wine satu per satu, ini nulisnya sambil nginget-nginget lagi ceritanya, rada-rada lupa, tapi semoga aja masih inget poin-poin pentingnya. Kali ini saya bagi jadi 2 part, biar gak kepanjangan. Hehehe..

2005-2009
Ini Kelas Wine saya yang pertama, semenjak saya memutuskan untuk dibaptis (baca ceritanya di sini). Kalau diberi judul, ini masa-masa pembibitan. Di tahun-tahun ini saya mulai belajar taat, disiplin terhadap pertumbuhan rohani saya, meninggalkan manusia lama saya, dan terinspirasi oleh pemimpin-pemimpin yang level kerohaniannya lebih dewasa daripada saya.

Saya belajar taat mulai dari belajar menuruti apa yang dinasehatkan pemimpin saya. Waktu itu pemimpin saya meminta saya untuk belajar terbuka, belajar melayani di komsel, ikut mengunjungi rumah teman-teman komsel yang lain, dan belajar rutin saat teduh dengan mengisi laporan saat teduh. Dari hal-hal simple ini saya juga mulai dipercayakan hal lain dan ikut terlibat dalam acara-cara di gereja. And I did it with full of joy :D

Saya belajar disiplin terhadap pertumbuhan rohani saya, tiap hari baca Alkitab, mulai dipinjami berbagai buku rohani juga, gak pernah bolong komsel dan kebaktian. Rasanya hari-hari itu selalu saya tunggu-tunggu tiap harinya, gak sabar untuk cepet-cepet komsel dan kebaktian, menikmati banget jam-jam saat teduh (walau cuma bentar banget, gak sampe 10 menit :D).

Saya juga belajar meninggalkan manusia lama saya, sejak dibaptis itu saya langsung gak misuh-misuh lagi, gak nyontek atau ngasih contekan, gak cari-cari perhatian cowok lagi, bener-bener beda lah, sampe temen sebangku saya heran, tapi gak berani negur hahaha.. Dan pelan-pelan kepercayaan saya kepada ortu saya juga mulai dipulihkan.

Di masa itu saya juga sangat terinspirasi oleh pemimpin-pemimpin saya, gimana mereka berjuang buat komsel mereka, gimana cara mereka berdoa, saling menguatkan, sharing, kotbah, dll. Our youth pastor, ko Remmy, saat itu orang yang rock and roll banget, yang mana gak pernah saya sangka bahwa seorang youth pastor tuh bisa segila dan se-freak ini yah? Hahaha.. Yes, following Jesus is fun! Ko Remmy tuh walau orangnya rada-rada sedeng gitu, tapi kalo soal mengikut Yesus, termasuk garis keras dia. Kalo doa bisa berjam-jam, sampe heran saya, dan itu juga yang memacu saya untuk gak mau kalah. Pokoknya apapun yang dilakukan ko Remmy saat itu bener-bener keren buat kami dan saya pengen banget bisa ngikutin gayanya dia dalam mengikut Yesus (tapi gak bisa). Later saya tau kalo bukan itu yang Tuhan mau :D

Anyway, saya bersyukur banget di masa awal pertobatan saya, saya bisa dipertemukan Tuhan kepada pemimpin yang tegas kayak ko Remmy. Masih inget banget jaman itu banyak banget aturannya, gak boleh ini lah, gak boleh itu lah, standartnya tinggi banget rasanya untuk ngikut Yesus, tapi sekarang dipikir-pikir, kalo dulu gak digituin, mungkin sekarang saya masih pake standart hidup yang biasa-biasa, banyak kompromi, dll. Saya merasa seperti anak balita yang punya ortu keras, tapi saya tau mereka sayang sama saya dan mau yang terbaik buat saya. Jadi setelah lulus balita, saya gak pernah menyesal dulu mau-mau aja disuruh ini itu, dikasi standart tinggi juga ho oh, karena itu membentuk karakter saya jadi gak mudah menyerah dalam mengikut Tuhan. Kata siapa mengikut Tuhan itu enak? Gak enak, coy! Harus rela menyalibkan daging setiap hari, harus rela melepaskan hak pribadi..

But I think it’s worth the pain.. :)

2009-2011
Waktu berjalan dan gak kerasa dalam 4 tahun mengikut Yesus, saya mulai dipecaya banyak hal, terutama dipercaya untuk menghandle satu dan beberapa komsel. Tapi rupanya Yesus gak suka ngeliat hidup saya aman-aman saja :))


Di periode ini saya mulai masuk masa dimana saya mulai mempertanyakan iman saya sendiri dan mulai melihat sendiri kebobrokan gereja. Ya sebenernya bukan gerejanya sih yang bobrok, tapi karena ada saya yang berdosa ini, makanya gerejanya jadi bobrok :)) Di masa ini saya sempet mulai kompromi dengan banyak hal, gak lagi terbuka terhadap pemimpin, sok-sok bisa ngatur kehidupan saya sendiri, sok ambil keputusan pas emosi. Dan lagi, ada satu kejadian besar yang bikin saya jadi goyah iman gitu..

Ko Remmy dipindah ke Bali...

... dan ada youth pastor baru, ko Didi.

Well, saya rasa karena kami terlalu dekat dengan ko Remmy, dan kami bener-bener kagum dan meneladani dia, perpisahan ini jadi seperti cambukan untuk kami. Sekarang kalo dilihat balik, kayaknya waktu itu Yesus memang sengaja ngelakuin itu supaya saya ditempa lagi imanya, apakah iman saya bergantung pada manusia, atau sungguh-sungguh pada Yesus? Di tahun itu ya jelas rasanya susah, berat, dan saya juga mulai ngeliat sendiri gimana para leaders berjatuhan imannya. Dulu waktu ada ko Remmy, gak berani deket-deketin cewek, karena tiap leader's meeting pasti disindir-sindir dan dikasih ayat yang jleb jleb jleb! Sekarang, mentang-mentang ada youth pastor baru yang belum bener-bener kenal kita, diem-diem PDKT.. Awalnya cuma curhat-curhat tentang youth pastor yang baru, lama-lama keasikan SMS-an, keluar bareng, jreeng.. benih-benih cinta pun muncul.

Di tahun-tahun itu saya sendiri sempet kecewa dengan beberapa leaders. Dulu pas ada ko Remmy, waduh ngomongnya kegerakaaan terus, bikin acara-acara keren buat anak muda, on fire banget. Ternyata kalo gak diliat manusia, memble juga. Sungguh lho bloggers, sempet saya punya pikiran jelek banget kayak gitu. Sekarang kalo dipikir, kok bisa ya saya mikir sejahat itu sama saudara seiman sendiri hahaha.. tapi mungkin waktu itu emang iman kami belum seberapa dewasa dan Yesus juga terus memproses saya dan mereka.

Ko Didi sebagai youth pastor yang baru, cenderung punya style yang beda dengan ko Remmy. Kalo Ko Remmy orangnya tegas banget, ko Didi jauh lebih kalem. Dan apa yang dia bagikan dan kotbahkan di setiap kebaktian maupun leader's meeting, gak jauh-jauh dari doa, saat teduh, pokoknya hal-hal dasar banget, padahal ini pertemuan isinya pemimpin juga loh. Jadi karena kesombongannya saya waktu itu, saya anggep kotbah dan Firman Tuhan yang disampaikan lewat ko Didi itu gak level sama saya :))

Sampe akhirnya saya ditegur Tuhan sendiri. "Ye, Ye.. yang dibagiin ko Didi itu FirmanKu lho.. dan FirmanKu itu sama, gak terbagi-bagi ini untuk petobat baru, ini untuk yang udah lama, ini untuk yang sempet mundur, ini untuk orang tua dan ini untuk anak kecil, dll. Mau dibaca orang baik atau orang jahat, FirmanKu tetap sama."

Hasil dari kekecewaan itu adalah saya jadi susah percaya. Susah percaya kepada pemimpin, susah percaya sama saudara seiman, lama-lama jadi susah percaya sama Tuhan. Saya capek denger mereka ngeluh tentang ko Didi ini lah, ko Didi itu lah. Saya juga lagi capek diminta tolong ko Didi ini dan itu karena yang lain udah males-malesan dan (katanya) sibuk. Emang gw enggak gitu?? I'm burn out

Di masa ini saya sempet deket sama seorang cowok, dan dia bawa saya untuk liat kegerakan di komunitasnya dia. Dan karena saya lagi gak dalam situasi rohani yang fit, dan kadung kecewa tadi, saya jadi ngerasa komunitas cowok ini keren bangeet, beda banget dengan komunitas saya yang isinya ternyata gak se-luar biasa yang dulu suka digembar-gemborkan. Makanya begitu nemu komunitas yang 'keliatannya' cocok sama saya (apalagi ada cowok yang saya suka) dan bisa 'meredakan' kepala dan hati saya yang lagi 'panas', saya mulai meragukan kalo saya salah komunitas. Sempet terpikir untuk pindah gereja, bahkan sempet terpikir juga untuk gak mau ke gereja lagi.

Tapi gila.. justru di masa ini saya bener-bener ngeliat the sovereign hands of God. Sekacau-kacaunya saya, saya bersyukuuur banget saya gak pernah sekalipun keluar omongan I'm quit. Walau dalam hati udah berkali-kali pengen nyerah, pengen ketemuan sama ko Didi dan mau mundur dari leaders, selaluu aja ada sesuatu yang akhirnya bikin saya gak jadi nyerah. Saya pikir sekarang, itu PASTI Tuhan! Soalnya gak mungkin banget kalo itu saya, karena di masa itu saya udah bener-bener bulat untuk ninggalin gereja dan ngikut cowok yang saya suka itu. Tinggal nunggu waktu yang tepat aja.

Eh kok ya justru di masa ini Tuhan tuh kayak mempertemukan saya dengan orang-orang yang gak pernah saya duga bakalan jadi inspirasi saya dalam menjaga iman. Kalo dulu jamannya ko Remmy, panutan saya dalam menjaga iman ya pemimpin-pemimpin gereja. Tapi di masa ini saya justru banyak banget belajar tentang iman dan kasih kepada Yesus lewat petobat baru, anak baru di komsel, anak-anak SD-SMP..
P.S.: waktu itu saya udah kuliah.. :D
Tuhan tuh kayak ngajarin bahwa pemimpin itu gak selamanya kuat, gak selamanya bisa jadi inspirasi. Kita semua dalam arena pertandingan yang sama. Yang pertama berlari, bisa jadi yang terakhir. Yang barusan ikut lari, bisa lari mendahului kita. Tuhan ingetin saya bahwa dalam pertandingan iman, orang-orang yang consistent dan persistent-lah yang akan mencapai garis finish dengan baik.

Setelah Tuhan ajarin itu, hati saya gak langsung pulih seperti awal saya bertobat dulu. My turning point kali ini agak lama prosesnya. Perlu jatuh bangun juga. Pokoknya lama, hampir seluruh waktu saya bareng ko Didi ini isinya struggling gak habis-habis. Pelan tapi pasti, saya mulai balik lagi ke gereja gak kayak zombie, tapi mulai cari hadirat Tuhan lagi, mulai mau duduk depan lagi (biasanya mojok jauh-jauh dari panggung, males banget lah ketemu orang-orang banyak). Gak gampang, saya yang harus maksa diri saya sendiri untuk pulih, se-nggak enaknya saya sama saudara seiman, saya berusaha senyum dan nyapa mereka. Walau belum bisa terbuka sama ko Didi, saya berusaha gak komplain apapun lagi, dan gak ngeluh (termasuk dalam hati) ketika diminta tolong ko Didi. Itu saya harus paksa diri saya sendiri sampe nangis-nangis kalo saat teduh pribadi, ngerasa saya kayak dipelet, gak bahagia, gak bisa menentukan masa depan sendiri, ngerasa hak saya direnggut, dll. Struggling abis.

Di tengah struggling kayak gitu, tiba-tiba ko Didi juga harus pergi...

Friday, July 4, 2014

I (They) Want To Know (Me)

Ahahaha.. uda lama ga maen beginian :D mengikuti mbak Mega dan kak Lasma di blognya, karena mereka pengen tau tentang aku (berasa artis) *cool*

Berikut hasil wawancara dengan diriku sendiri (lho kok jadi melas gini?)

High salary or job satisfaction?
High salary dong! Maklumlah masih muda hehehe.. tapi untuk long term career, kayaknya lebih ngejar job satisfaction.

Describe yourself. What do you think about yourself, and do you think people perceive you in the same way?
Menurutku aku ini orangnya cute, lucu, and a little bit clumsy. Tapi orang lain suka muntah dengernya 😒 kenapa yah? Apa salahku?

Which is your most favorite book ever?
Ada yang bilang kalo buku yang bagus itu pertama baca mungkin sulit dimengerti, tapi kedua, ketiga, dst waktu dibaca selalu belajar sesuatu yang baru. Berdasarkan kriteria itu, Alkitab jadi nomor satu dan buku-bukunya Joshua Harris jadi nomor dua.

Which is the one television character that you simply adore?
Marco Pierre White.

What kind of music do you like?
Ballad, instrumental, pop, soundtrack film, yah yang enak didenger aja lah heehehe..

Which is your favorite genre of movies? (Comedy/Romance/Suspense/Action/Horror)
Musical, comedy, twist plot.
Tapi kalo nonton bioskop, kebanyakan milihnya yang animasi 😄

What do you do when you feel very sad or depressed?
Nangis, doa dalem hati, curcol sama orang-orang tertentu.

What makes you angry? Are you short-tempered? How do you overcome your anger?
Aku jarang marah kayaknya.. tapi kalo ada yang bikin aku marah tuh kalo ada orang yang dateng, curcol, minta nasehat, eh trus ngeyel ngerasa bener. Pengen kititk-kitik pake jarum pentul rasanya.
Juga bukan short-tempered sih. Kalo lagi marah aku tipe orang yang cari hal lain yang bikin aku happy.

Which is the best vacation you've ever had?
Pas liburan ke Jogja kayaknya. Bener-bener quality time sama temenku dari SMP, Ea, dan berasa bener-bener free mau kemana aja Ea hayuk banget. Sayang cuma bentar doang 😞

If you could have a luncheon with any three people (real or fictitious/from any time period/dead or alive), which three people would you choose and why?
Matt Preston, George Calombaris, dan Gary Mehigan. Apalagi kalo makan siangnya abis Master Class.. uuww.. nyam nyam nyam..

Which is your most cherished childhood memory? What kind of kid were you, naughty or nice?
Waktu kecil aku orangnya imajinatif banget, kalo main pasti berpusar antara rumah-rumahan, kemping-kempingan, jual-jualan bakso, es dawet, kafe, dll. Pernah juga nempelin semua hasil les gambarku trus pura-pura buka galery lukis ahahaha... trus pura-pura jadi koboi juga, punya rumah pohon yang aslinya cuma pohon yang dipanjat-panjat aja.
Nice laah.. gak naughty dong 😜

What would you pick? Love or money?
Love.

If given complete freedom to start afresh, what profession would you choose and why?
Sutradara iklan/campaign. Pengen sih terjun di bidang desain komunikasi gitu. Seandainya ya punya talent disana ahahah..

What is your idea of fun? If given a chance to skip work for a day, how would you spend the entire day?
Cuma sehari ya? Pengennya bisa sweet escape kemana gitu, pokoknya cari suasana lain. Kalo ga bisa ya pengennya ke luar, cari makanan yang enak, atau tiduran di rumah sambil baca buku.

Which is your favorite time of the day?
waktu jam pulang kantor! Aakakakka 😂

Are you a morning person or a night person?
After lunch person 😂 berasa lebih produktif aja kalo uda makan.

What is the craziest thing you've ever done?
(Mikir lama) kayaknya waktu aku memutuskan ikut Dare To Sing di GMS Artfest 2013 deh. Pertama kalinya ikut kompetisi musik dan main keyboard, surprisingly lolos ke babak semi final dan malu setengah mati di hadapan jemaat GMS 😭😂

Name one person you love the most, and one person you hate the most.
Dewi Lukman alias mama 😄 aku deket sama papa tapi entah kenapa aku paling takut kalo ada apa-apa sama mama..
En aku paling benci banget sama Volare Amanda. Kadang she is a nice girl, tapi pas monsternya keluar itu yaolo... *jitak*

If we were a couple and we had a fight, how would you try to patch things up?
diem dulu, cooling it down, dipikir lagi akar permasalahannya apa.

What is the funniest prank played on you or played by you?
Pas ultahnya ko Steven. Dia kan paling takut sama banci, jadi ultahnya dia tahun lalu aku suruh Arief dandan jadi banci en ciumin dia 😂 sukses bikin dia muntah-muntah. Kayaknya sampe sekarang dia belum tau kalo aku otak dibalik semua itu 😂
Aku jaraaang banget dikerjain, soalnya yang ada uda aku kerjain balik hahaha..

If given a choice, which animal would you want to be? Why?
Gazelle. Dia kecil, elegan, dan super quick. Pengen deh kayak dia, gak lemot gitu 😭

Who was your first crush? Did you ever tell him/her about your feeling?
Temen TK. Kaga lah, tapi semua orang kayaknya tau. Wew..

Which is your most favorite place in this earth?
Di pantai yang sepi..

If you were stranded on a lonely beach, what are the five things that you would want to have with you?
Kamera, makanan minuman, ortu dan temen-temen, kapal (biar bisa pulang akakakk), GPS.

Tuesday, January 21, 2014

Say: Goodbye, 23th! Hello, 24th!

Yeapp.. tahun ini saya resmi memasuki usia 24 tahun terhitung sejak tanggal 19 kemaren. Perasaan saya sekarang kayak daging sapi yang matangnya pas, kalo dibelah warnanya pink! Huehuehue... kebanyakan nonton Masterchef nih :p

Jujur, emang di usia ini rasanya spesial banget. Usia 17 tahun aja gak gitu spesial, tapi justru di usia begini saya merasa spesial banget, bener-bener ngerasa, "Aah... aku udah segini nih, harus bisa ambil keputusan yang dewasa..". Dan di usia ini banyaaak hal yang saya syukuri, merasa lebih stabil, baik dalam manajemen perasaan maupun logika. Buat yang tau social media saya, mungkin beberapa berpikir, "Dewasa apanya.. Alay banget gitu socmed-nya!" Entahlah, saya sih merasa enjoy aja. Apa yang saya tampilkan di socmed dengan saya sesungguhnya gak jauh berbeda sih menurut saya. Semoga aja gak salah :p

Buatku pribadi, di usia 24 tahun ini saya bangga banget dengan diri saya. Yah memang ada beberapa hal yang masih cukup mengecewakan, tapi tiap kali menengok ke belakang, saya selalu merasa puas dengan keputusan saya, dan mantap melihat ke depan (walau gak tau juga di depan itu ada apa, gelaapp banget ga tau dah! Hahahhaa..)

Dan ini hal-hal yang cukup saya banggakan dan syukuri di tahun ini.

1. No matter how the condition is, I wouldn't say "I'm quit".

2. Berkeputusan dan berketetapan hati untuk tunduk pada otoritas ilahi (orang tua dan pemimpin rohani) sekalipun tunduk pada mereka itu artinya meninggalkan visi dan mimpi pribadi.
I don't want you get the wrong point. Maksudku bukan berarti visi dan tujuan hidup itu tidak penting. Visi itu dari Tuhan, so mau Tuhan bukakan sekarang, atau nanti, atau diambil lagi, bagianku cuma tunduk. Kalopun visi itu gak bisa aku capai sekarang karena salah satu otoritas ilahi melarang, kalo emang Tuhan yang mau, siapa sih yang bisa menghalanginya? Mau sekarang, tahun depan, atau berapa tahun lagi kan sama aja, yang penting aku tunduk dulu sekarang.

3. Ketika lagi dalam 'masa kebodohan' (males, jenuh, bosan, bingung, emosi), tutup mulut rapat-rapat dan gak ambil keputusan apapun yang akan disesali di kemudian hari. Dan masih bisa berpikir jernih ketika dalam masa ini.

4. Never hesitate to try new things.
Ambil pelayanan hospitality yang gak-aku-banget, jadi koordinator PAW Satelit, join Artfest, belajar planning keuangan pribadi, ambil kredit DSLR, memaksa diri sendiri latian keyboard lagi, memaksa diri buat lari, sebisa mungkin dateng ke pertemuan-pertemuan di luar soal kerjaan, ikut kursus TOEFL, backpacking, fotoin prewednya temen, dan hal-hal lainnya yang gak dilakuin waktu kuliah dulu, baik karena gak ada waktu beneran maupun yang berupa alasan gak ada waktu :))

5. Chose to be happy.

6. Nge-follow orang-orang inspiratif di Twitter.
Tahun ini aku bener-bener selektif untuk follow orang di Twitter. Ngikutin sarannya Yoris Sebastian di Creative Junkies, siapa yang kita follow itu mempengaruhi apa yang kita pikirkan, dan apa yang kita pikirkan mempengaruhi apa tindakan kita. Bener banget kata dia! Tiap kali ngecek timeline Twitter sekarang isinya bukan retweet-an artis Korea, ato keluhan-keluhan gak penting, ato foto-foto geje. Timeline-ku sekarang isinya orang-orang keren kayak @yoris, @pandji, @edwardsuhadi, @mrshananto, @ridwankamil, dan macam-macam orang lain yang amazing, yang mana akhirnya aku sendiri tertantang untuk kerja gak cuma cari duit atau penghargaan, tapi berkarya!

7. Not taking my life for granted.
Nyadar gak sih kalo kadang kita itu gak menghargai apa yang kita punya sekarang?
Waktu kuliah dulu (sampe sekarang juga) aku sering denger atau baca status temen-temen yang pulang kampung, atau yang gak bisa pulang kampung akhirnya cuma update status "kangen masakan ibuk". Waktu kuliah dulu, aku sering banget taking my life for granted. Semua orang kudu musti sesuai ama apa yang aku mau. Kalo gak, berarti kita gak cocok, you go, or I go. Dan prinsip itu bikin aku jadi orang yang rese bener. Sok bener gitu. Dan waktu nyadar ternyata aku ini orangnya sucks banget, aku stop taking my life for granted
Tiap hari aku bersyukur banget dibawain bekal sama mama ke kantor, baju dicuciin dan disetrikain, mau kemana masih ada papa yang mau nganter or minjemin duit buat beli apa gitu :p, en kalo kenapa-kenapa, ada adik-adik dan anak-anak satelit yang siap bantu. 
Kesannya manja bener ya aku ini? Biarin lah orang mau bilang apa, mau bilang aku manja kek, harus merantau supaya mandiri, gak siap jadi istri dan ibu, dll, terserahlah! Aku juga udah berusaha banget kok untuk merantau dan ngapa-ngapain sendiri, dan hal-hal itu malah bikin aku jadi orang yang nyebelin abis. Toh masa-masa 'manja' ini juga gak berlangsung selamanya. Malahan di antara adik dan sepupu, menurutku kalo dibilang gak mandiri ya buktinya aku backpacking'an sendiri juga masih pulang dengan utuh tanpa suatu kurang apapun toh. Dan soal nyasar, aku boleh nyombong lah, gak pernah gitu ceritanya nyasar dan gak bisa balik, I always find the way to go home without calling anybody! :p
Untuk selesaiin masalah juga ada hal-hal yang aku minta pendapat ortu, atau pemimpin rohani, tapi sebagian besar keputusan menyelesaikan masalah itu ya aku sendiri yang memutuskan dan I know and take the risk no matter how hard it is.
Aku percaya ntar ada kok saatnya aku harus ngapa-ngapain sendiri, mungkin nanti kalo udah punya anak, ya anaknya yang bergantung ama aku, en mau ga mau aku harus bisa bener-bener mandiri. Tapi mumpung masih ada ortu, dan ortuku juga gak merasa direpotin, ya why nut gitu manja-manja huehuehuehu... Lha yang manjain juga gak keberatan kok! :p

8. Nggak pernah utang (untuk kebutuhan pribadi sehari-hari)
Walau gaji pas-pasan gini, aku boleh nyombong dong keuanganku ini termasuk keuangan yang cukup sehat. Aku emang gak bisa hura-hura kayak temen lain, tapi aku gak pernah di tanggal 20an ke atas minjem duit buat beli makan! Never! Buatku mending gak ke salon daripada minjem duit buat beli nasi bungkus. Mending gak ngenet daripada gak bisa bales SMS. Utang pun karena beli kamera dan tahun ini udah gak ada utang apapun en sukses buka reksadana pertama! Huehuehe..

So, dari beberapa yang aku pelajari di atas lewat pengalaman hidup, overall aku puas dengan kehidupan yang aku jalani sekarang. Emang sih ada bagian-bagian berat yang mana kadang juga bikin kuatir, takut, dll, tapi kalo udah mencapai hasilnya gimana, rasanya bagian berat-berat tadi ga ada apa-apanya dibanding hasilnya! :D

So, I really looking forward in this 24th. Apa ya yang bakal Tuhan kerjain dan bukain di tahun ini? Aku bener-bener gak paham tahun ini mau ngapain. Rencana sih ada, tapi rasanya kayak disuruh makan dengan mata tertutup. Ngerti sih mau ngapain, tapi gak ngerti apa yang dihadepin. But I'm happy. Happy karena tau yang ngasih instruksi itu bukan sembarang orang, tapi Tuhan sendiri yang mana instruksiNya itu ya buat kebaikanku sendiri juga.

Trus ceritanya kemaren tuh sampe ada yang belain telpon dan SMS jam 12 malem buat ngucapin met ultah, trus anak-anak CG juga aku kirain lupa en ga tau ultahku, ternyata malem-malem jam 11 mereka pada SMS met ultah. Sayang akunya udah tidur baru baca besok paginya huehuheue..

Tantri juga, one of my best pal in college, sedari beberapa hari sebelum aku ultah, dia sibuk modus gitu, nanya-nanya rumahku, alamat, hari Minggu ada pergi apa gak. Dengan polosnya aku kirain mo ngajak ketemuan ato hang out kemana gitu, emang biasanya dia yang ngajak-ngajak soalnya, tapi semenjak udah pada kerja, waktunya jadi makin tipis buat ketemuan :( 
Eehh ternyata ini maksud dia tanya-tanya:
Ngirim kue ultah ke rumah!! Ya ampuun terharu banget sampe dibelain begiini.. thank you so much, Tantri! :D

Yang gak kalah bikin senengnya, besoknya, tanggal 20, akhirnya aku bisa ikutan ibadah Good Morning, Holy Spirit, jam 5 pagi di GMS Pusat. Bangun jam 4 berangkat jam setengah 5 pagi itu kesalahan besar rupanya, nyaris gak dapet tempat duduk, sampe aku mikir, gila ya jemaat sini, ini masih pagi banget lho, jalanan itu masih sepi dan gelaapp kayak tengah malem, kok ini udah macet dan gak karu-karuan :D Tapi dipikir-pikir, ternyata bisa lho aku ini bangun pagi ya, trus kenapa tiap hari mesti bangunnya mepet-mepet jam kerja yah? :(
Pagi-pagi nyapa Holy Spirit, pulangnya ketemu idolaku, Drico Mogede di jalan, en dia nyanyiin Happy Birthday buat akuuu!! Kyaaaa!!! xD What else to make that day so beautiful? :p

Ga cukup sampe di situ, malemnya, 4 cowok dateng ke rumah. Victor, Arief, ko Steven, daann.. tak lain tak bukan, Drico Mogede!! Huhauhauhhaha.. berarti kurang Lee Seung Gi, Zac Efron, Ncuz sama si dia. Huahuhauhuaha..!! Ngelunjak ceritanya :p

PS: khusus untuk si dia, dimanapun anda berada, kalau anda baca ini, mungkin tahun kita kamu belum dateng, mungkin kita belum kenal, well... mungkin ultah ke 25 kamu yang dateng ke rumah? :p
Fans service :p
Dipikir-pikir, mukaku pas di foto ini kok keliatan gimanaa gitu ya. Kayak bukan aku aja huehuehheeh... Percayalah kawan-kawan, saya gak sekalem dan sefeminim foto atas. Aslinya abis ketawa ngakak itu gara-gara si Drico malu-malu dan aku gak tau malu buat difoto xD


Beda nggak? Nggak yah? Tetep awet muda :p
Lastthank youu lho buat yang udah ngucapin selamat, maupun yang akan ngucapin selamat (huehuehue maksa!), gak nyangka aja sampe segitunya ultah kali ini I received so much blessings!

Waktu make a wish, cuma satu kok, harapanku supaya semua harapanku terkabul tahun ini. Amiinn...

Tuesday, October 29, 2013

October Updates!

Uda ga kerasa ya ini uda mau masuk November, trus bentar lagi Desember, trus tahun baru deh! Gilee cepet banget yak? Gak kerasa soalnya tahun ini banyaak banget yang mesti aku benahi, dari karakter, lifestyle, cita-cita, hubungan, ckckck..

Eniwey, untuk bulan Oktober ini beberapa hal yang lagi aku kerjain.

KEYBOARD
Belum ada perkembangan, masih muter-muter soal penjarian, kepekaan mendengar nada, kenalin suara-suara. Tapi yang cukup asik sekarang udah mulai belajar main Fruity Loops. Software suara digital. Jadi inget pas SMP dulu pengen banget belajar turn tables gara-gara kesengsem sama Joe Hahn. Nah ini akhirnya sedikit keturutan. Aku emang seneng sih bikin-bikin lagu kayak gini, pake software digital, soalnya kan gak bisa mainnya huahuhauha.. Paling sering jadi korban tuh di hp, ada software MusicDJ. Walau terbatas, tapi asik lho bikin lagu gitu. Kalo udah jadi 1 lagu, seneng gitu dengerinnya.
Ini salah satu bunyi-bunyian yang aku buat. Bukan musik tapi bunyi-bunyian hahaha..
Kasih tau ya keluar apa gaknya hehehe..

Jujur, aku ini bukan orang yang pinter main musik. Waduuh jauh deh, pokoknya bisa pencet chord dengan bener lah. Dan akhir-akhir ini aku lagi berjuang banget untuk serius di bidang ini, at least mainku harus rapi, bukan asal-asalan kayak biasanya. Dan yah, dibantu kak Ayub, ce Melisa, dan temen-temen lain termasuk anak CGku sendiri, Tirza, ini lagi diperjuangkan.

Dan ya aku sendiri pun memahami kelemotanku dalam belajar musik. Mungkin kalo orang lain belajar 1x, aku harus 10x gitu baru bisa kejar ketinggalan. Dan emang susah banget untuk saat ini aku bener-bener ngasih waktu 100% ke latihan-latihan. Beda waktu masih SMA dulu, waktu banyak tapi alat ga ada. Sekarang alat ada, tapi waktu yang ga ada. Huhuhuh.. excuses banget, makanya aku juga ga mau jadikan ini alasan untuk gak latihan. Secapek apapun, aku coba untuk terus main keyboard. Capek lho, ambil adapter, nyolokin adapter, teken ON, kecilin volume, ngatur sustain, heuheuheu.. Duh males banget gak sih aku ini, masa cuma gitu aja males, tapi emang bener lho, ada kalanya itu udah jam 10-11 malem, rasanya pengen tidur-tiduran aja, atau nonton youtube, atau ngapain gitu asal gak latihan.

Kalo dipikir-pikir, rasanya aku bego banget ya, kok mau-maunya diribetin gini lagi, umur juga udah tua, dan banyak alasan lainnya juga. Hidup bisa tenang, tapi kok aku malah ambil jalan yang bikin susah diriku sendiri toh ya? Hahahha..

Tapi gapapa lah. Aku keinget sharingnya kak Ayub, tentang talenta. Sekecil apapun talenta itu, gak seharusnya kita abaikan, malah harusnya makin diasah supaya berkembang biak. Dulu aku pikir musik ini bukan passionku. Tapi setelah direnungkan kata-katanya kak Ayub, iya ya, Tuhan udah ngasih talenta, walau kecil aku gak boleh meremehkan. Mentang-mentang kecil, gak ada passion, trus mau dikubur? Berarti aku hamba yang jahat dong ya.

Selain itu motivasiku belajar musik (lagi) supaya nanti kalo punya anak, anaknya pinter main musik, sukur-sukur bisa berkarir di bidang musik, sound engineer, bikin ilustrasi musik buat film-film.. waahh.. aku paling seneng nontonin cara pembuatan backsound musik buat film-film tuh. Asik gitu keliatannya, en feel-nya dapet banget. Keren lah komposernya. Jadi ngarep banget deh nanti anakku juga gitu. Huahuahuha.. Pengen punya anak gitu tapi akunya sendiri gak suka ya mana mungkin kan ya? Jadi getol deh sekarang belajar keyboard. Nanti merid beli digital piano, sukur-sukur ada rejeki bisa dapet piano :P Atau alat musik apapun deh, sesukanya anakku nanti! Huahuahuha..

PHOTOGRAPHY
Soal foto, bulan ini cuma bisa menghasilkan 1 foto yang cukup oke cukup pede untuk dipajang disini. Ya masa yang jelek-jelek kan dipajang. Kasian yang pake internet terbatas, bisa-bisa kuotanya abis buka blog ini, eh gambarnya jelek pula! Huahuahuha…
Ngiler gak nih? Aku sih ngiler… :9

EVENT
Oktober sih jujur aja banyak event, mulai dari Kuasa Nama Yesus, sampe acara poksar satelit. Ribet? Iya ribet banget, pulang malem terus, puasa, meeting, doa. Tapi puas.
Untuk Kuasa Nama Yesus aku gak bikin reportnya, soalnya gak fokus ngikutin acaranya, wong aku di backstage terus, fokusnya jagain ruangan pembicara, gak bisa ngikutin acaranya juga. Tapi bersyukur sih kali ini aku bisa ngikutin prosesnya, dan yah, dibanding acaranya, prosesnya jauuh lebih seru, gimana pergumulannya, gimana bayar harganya, gimana keliling rumah sakit malem-malem buat doain orang (ini pertama kalinya lho buat aku untuk doain gitu, gilee grogii abiss..), belum lagi ribet-ribetnya bagi waktu antara kerjaan, keluarga, sama latihan-latihan. Kayaknya sejak Artfest kemaren, aku jadi jarang di rumah deh. Langsung berentetan banget eventnya. Overall bersyukur deh semuanya udah terlewati dengan luar biasa, banyak kejadian gak terduga yang bikin emosi benernya, tapi emang kok aksih Tuhan itu tetep ngejaga untuk gak bikin yang aneh-aneh. Huehuheue..
Buat aku sendiri banyak pemulihan lewat acara-acara ini, banyak ngerti diri sendiri juga jadinya, kalo ternyata karakterku gak se-dewasa yang kukira. Eniho, walau jadi kayak kitiran, kemana-mana, herannya beratku gak kurang dan gak nambah. Puji Tuhaann :D

Ada hal-hal yang mengalami peningkatan, ada yang turun juga, terutama di jogging nih. Jadi mulai bulan kemaren kan aku usahain buat lari, abis pulang kerja gitu, soalnya kalo pagi ribet banget, belum lagi kalo bangun kesiangan *ups* Tapi udah hampir 3 minggu nih ga sempet lari huaaa.. Jadi kepikiran mau beli tali skipping aja, jadi kalo ga sempet lari, masih sempet skippingan, so stamina bisa tetep terjaga.

Ke depan juga bakalan banyak acara. Paling cepet sih Kelas Inspirasi Jawa Timur. Trus ada lagi retreat bulan Desember. Mantaff.. Buanyak banget yang mesti diurus dan di-meetingkan. Belum lagi latihan keyboardnya. Yayaya.. God give me strength!

Sampe ketemu bulan November, bloggers!

Tuesday, September 24, 2013

September Updates

Nah, mumpung kerjaan udah kelar semua (akhirnya, sampe jereng nih mata, ngedit-ngedit laporan ratusan halaman @_@). 

Eniwey, intermezzo dikit sebelum lanjut. Kenapa ya  akhir-akhir ini kadang aku jadi suka pusing dan mual gitu di kantor. Pusingnya tuh kalo merem bisa sampe yang muter-muter gitu lho. Kalo mau tau rasanya, coba puter badan di tempat sebanyak 10-15 kali, trus coba diem di tempat. Nah kayak gitu deh pusingnya. Trus mual, jadi kayak pengen muntah gitu, tapi aku tahan-tahan. Gak lucu lah muntah di kantor. Jijik yoo.. jadinya pengen muntahnya diubah jadi sendawa. Nah lho, kok bisa? Bisa aja dong.

Puncaknya hari ini. Entah kenapa seharian tadi pusing dan mual banget, mau makan kok ya masih kepagian, bisa-bisa ntar sore malah kelaperan, repot lah. Jadi langsung kabur ke Giant, beli manisan. Ya, ini senjataku untuk meredakan mual dan pusing: MANISAN!

Emang ngefek sih, sekarang jadi gak pusing dan mual lagi. Tapi juga mungkin karena uda makan siang hehehe.. Aku ada riwayat darah rendah sih, papa juga gitu katanya. Tapi darah rendahnya ya tingkat normal lah, kalo gak minum berjam-jam dan kerja keras (mikir keras) baru darah rendah. Tapi jadi kuatir juga sih, udah 2x ini gak bisa donor karena tekanan darah rendah dan Hb kurang. Trus tiap kali main ke rumahnya Edo, nyobain alat pengukur tensinya kan, SELALU rendah! Haduh kenapa ya sama badanku?? Makan uda teratur lho, dan gak ngurangin makan juga (padahal harusnya puasa).

Okay, back to topic

Kerjaan

Bulan ini cukup special, karena itu artnya udah setaun aku kerja di CV ini. Huehuheuhue.. Udah 3x ikutan proyek dengan tim yang berbeda dalam satu tahun. Lumayan lah.. Jadi hari ini aku mau tulis kesan-kesan yang bagus-bagus aja deh di sini. Kalo yang jelek.. sudahlah, biarlah itu jadi cawanku saja :P

1.       Orang kantornya asik dan lucu-lucu.
Walaupun sebagian besar udah 30 tahun ke atas (iya, aku berasa kecil banget..) tapi orangnya lucu dan asik. Adaa aja bahan yang dibuat guyonan. Mulai dari keluarga, kerjaan, hasil survey, klien, sesama rekan kantor, sampe.. BOS! Kadang kalo di kantor, aku suka serius di depan computer, tapi telinga suka ngikutin pembicaraan mereka. Mungkin karena tekanan kerja ya, jadi selama di kantor jarang ikutan ketawa yang sampe ngakak gitu sih, tapi pas dipikir-pikir lagi di rumah, kok ya lucu banget siih?? Jadi suka ketawa-ketawa sendiri di rumah deh gara-gara keingetan pembicaraan mereka hauhauhuahua..

2.       Gak pernah kekurangan makan
Ibu bos benernya orang yang suka party gitu. Apa-apa dirayain. Apa-apa syukuran. Dan disambut sangat baik sama orang kantor. Ya iya lah, makan gratis gitu :D Entah udah berapa kali aku ikutan makan-makan ini di kantor. Malah hari pertama kerja juga langsung makan-makan syukuran abis lebaran. Sejauh ini paling asik pas ultah perusahaan, dibeliin Bebek Sinjay plus es krim. Wuaduuhh.. muanteepp tenann :D Pulangnya masih ditambah ice tart pula.
Belum lagi camilan-camilan. gorengan, bakso, jus, es cao, kacang, snack, jajanan pasar, dll. Udah naik berapa kilo ya? Huheuheuhe..

3.       Belajar rakus sama makanan
Istilahnya nggragas. Awal aku dateng kantor masih malu-malu gitu. Ya iya lah sungkan. Lagipula camilan dan makanannya bukan seleraku juga sih, kayak dodol, jenang, gitu-gitu deh. Gak seberapa doyan saya. Tapi lama-lama, mungkin karena Mbak D yang selalu ngajak, jadinya keterusan ngambil. Lama-lama, karena tekanan kerja juga kali ya, jadi gampang laper, trus semua yang ada diembat. Kalo ada makanan, kita se-kantor jadi orang barbar gitu, langsung samber dan gak ragu buat rebutan! Huahuhauha.. Pas awal-awal tahun kemaren, tiap sore pasti dibeliin gorengan. Waduuhh bahaya banget ini. Tiap sore makan tahu isi, gara-gara aku selalu request tahu isi kalo di kantor. Soalnya kan kenyang gitu, ada isi so’unnya, sukur-sukur ada wortelnya. Sampe akhirnya udah gak ngidam tahu isi, bahkan muak sama tahu isi Hahahahha..

4.       Digoda dong digoda
Jadi ceritanya ada 1 orang di kantor tuh yang suka banget ngegoda cewek-cewek di kantor, sebut aja Pak A. Eitss, jangan dibayangin tipe penggoda kayak om-om hidung belang gitu ya! Maksudnya dia suka ngegodain kami-kami yang cewek dan yang jomblo! Hahahaha..
Ada satu mbak admin, sebut saja mbak W, kadang suka nyanyi-nyanyi sendiri gitu. Pake headset, dan nyanyi. Tapi nyanyinya lucu, gak jelas, cuma nadanya aja. Nadanya pun gak jelas, lebih ke suara kucing kecepit. Awal-awal sih kita gak merhatiin, eh kok lama-lama makin keras ya? Akhirnya bapak-bapak di kantor sibuk nggodain mbak W dengan niruin suara kucing kecepit!! Huahuhauhahhua…
Paling sering jadi korban ya mbak W ini. Ceritanya sekarang dia lagi jalan sama cowok brondong gitu, abis deh dia diketawain se-kantor. Lucu sih, habis kalo abis makan siang gitu, pacarnya suka telpon, trus nada bicaranya mbak W jadi beeedaaa banget! Dilembut-lembutin gitu, agak-agak manja. Huahuhauhuha… haduhh haduuhh.. ngakak deh nulis ini!
Trus pernah lagi dia abis jatoh gitu dari motor, sampe ke kantor harus pake rok, biar lukanya gak nempel di celana. Widiihh digodain deh sama Pak A. Dia bilang, “Makanya, kalo bonceng motor sama pacar itu gak usah main kitik-kitikan, geli semua jatoh kan..”. Komentarnya itu padahal 180 derajat beda banget sama kejadian aslinya, tapi tiap kali ada orang dateng ke kantor dan tanya kenapa mbak W kok pake rok, kok luka, pak A sibuk mendoktrin orang-orang kalo mbak W sama pacarnya main kitik-kitikan di motor, trus oleng dan jatoh! Huahuhauha..
Eniwey, tau kitik-kitikan toh? Apa ya bahasa Indonesai ya.. Gelitikan ya?
Soal goda menggoda, tiap orang di kantor semua kena goda si Pak A. Adaa aja yang dipake bahan buat digoda. Sayang sekarang bapaknya pindah di kantor yang satu lagi (ada 2 kantor gitu), jadi rada sepi deh sekarang di kantor :(

5.       Tiap 2 tahun sekali ada outing
Katanya sih tiap 2 tahun ada outing gitu. Entah tahun depan ini aku kesampean gak ya ikutan outing bareng orang-orang kantor.. ada rencana mo resign soalnya..
Yah, kira-kira 5 hal itulah yang buat aku betah di kantor. Secara kerjaan sih, gak jauh beda dengan jaman kuliah dulu. Tapi ya gitu doang. Makanya sempet kepikiran mau resign, cari tantangan di tempat lain. Tapi belum tau juga sih.. Lha setahun ini aku cuma ngerasa lebih jago pake MS Office aja. Yang lain-lain, gak terlalu improve. 

Dokter Kulit
Trus September ini aku menguatkan diri ke dokter kulit (lagi) setelah bertahun-tahun emoh kesana. Soalnya dari kecil udah sering banget ke dokter kulit, sampe dokter kulit terbagus di Surabaya juga pernah. Bahkan bapak professor kulit ini menyatakan dengan gamblang kalo kulitku ini emang udah bawaan keturunan, gak bisa sembuh total, cuma bisa dicegah dengan perawatan rutin. Jadi pas dulu diperiksa, sekeluarga ikut semua, dan dokternya bilang, ni aku emang kulitnya jelek tapi gak asma. Adikku asma, tapi kulitnya bagus. Sial. Kok gak enak banget sih warisan keluarganya? Mending duit gitu kan. Kadang iri juga sih sama adikku. Dia cowok tapi putih, kulitnya mulus, nyaris tanpa bulu. Dambaan wanita gak tuh. Kalo kena luka, cepet banget sembuhnya, gak diapa-apain aja sembuh sendiri. Uda gitu gak ada bekasnya! Ckckck.. Kulitku ini ada nyamuk cuma hinggap bentar aja udah menimbulkan bekas yang enggak-enggak.  Iri tuh ama adikku. Tapi kalo ngeliat asmanya kambuh, udah mending gini aja deh! Hahahhaha..

So, aku putusin ke dokter kulitku yang terakhir, dokter di Erha (gak tau masih disana apa gak). Dokter Wigih namanya. Dan entah kenapa pas dateng itu dokternya kayak males-malesan gitu deh, mungkin karena aku pasien terakhir dan bukan langganan dia kali ya. Soalnya udah sekian tahun kita tak berjumpa, syubidubidu.. Dan aku juga kurang sreg karena akhirnya aku harus pake obat dia terus-terusan. Murah sih oke, ni nguras dompet banget. Tapi emang, ono rego ono rupo. Bagus kok hasilnya :D 

Dokter kulit ini seperti biasa, lirik-lirik dikit mukanya, ngecek muka, tulis resep, nasehatin jangan makan gorengan dan pedes-pedes, plus jangan bergadang!! Ini susah banget sih pantangannya.. trus ngasih obat muka dan punggungnya. Dan harganya gileee… Hampir sejuta abis cuma buat beginian! Apa-apaan iniii.. Nguawur banget. Prediksiku cuma setengah juta padahal. Akhirnya aku cuma ambil obat punggung sama obat minumnya dulu. Shock banget deh. Dan ini pembelajaran buatku sendiri, belajar nabung buat dokter! Soalnya yah, gak bisa dihindari juga, kayaknya seumur hidup aku bakalan mesti sering ngurusin hal-hal begini kalo gak mau kulit jadi parah. Bisa nggak ya dateng ke KKR Penyembuhan trus kulitnya disembuhkan gitu? Huhauhauha.. ngarep! :P

Trus, obatnya juga gak kira-kira. Ribet banget! Ada 3 macam obat yang mesti aku konsumsi.
1.       Obat kapsul dari dokter yang diminum 2 hari sekali.
2.       Obat kapsul yang diminum 2 kali sehari
3.       Obat tablet yang diminum 1x sehari dan harus siang hari
Pusing gak sih liat aturan minumnya? Sampe lupa-lupa gitu sama aturan minumnya. Mana yang siang hari itu kan artinya aku lagi di kantor, kadang makan mesti cepet-cepet soalnya ngejar laporan yang mesti di print hari itu juga, jadi lupa deh minum obatnya! Malem-malem baru minum.
Belum lagi ada salep dan bedak oles yang mesti diolesi di punggung tiap pagi dan malem. Sejauh ini sih kayaknya ada perkembangan, tapi ya gak cepet juga. Entah sampai kapan harus begini… Ni aja uda mau abis salepnya. Nunggu gajian deh baru kesana lagi T_T Doakan ya teman-teman supaya persoalan kulit ini cepet beres dan gak terlalu makan biaya banyak..

Tim Musik dan Keyboard
Trus sekarang soal temen komunitas. Lagi banyak diuji nih kayaknya. Masih inget kan cerita aku ditunjuk jadi koor musik di gereja? Kemampuan nol gini ngurusin musik apa coba yang diurusin. Dan bulan ini banyak banget yang mulai ‘berguguran’. Halah. Jadi kan kita ngadain training musik gitu, sebenernya gak berat-berat amat sih, cuma 1x seminggu itupun cuma 2-3 jam. Buatku masih kurang sih buat improve musik di gereja. Dulu seingetku, untuk improve itu aku harus latian di gereja 2 jam’an, ditambah latihan di gereja pusat 4-5 jam’an. Trus anggap aja pelayanan tiap minggu pas ibadah 2 jam. Jadi total seminggu aku latihan 9 jam. Waktu itu belum punya keyboard, jadi ya latiannya ngandalin jam-jam latian di gereja. Jadi kalo dibandingkan yang sekarang,  cuma 3 jam seminggu, dan gak tiap minggu pelayanan itu susah lho buat improvenya. Karena kita kan main musik untuk Tuhan, jadi bukan musik biasa yang dimainkan di jalan. Butuh lebih dari sekedar skill musik kalo mau melayani. Kalo gak gitu, musiknya ya cuma musik aja, nothing special.

Nah, akhir-akhir ini mulai banyak yang males, tiba-tiba keluar, tiba-tiba gini gitu banyak alasan deh. Dan sedihnya, kok gak ada yang ngobrol gitu kek sama aku. Ngasih info gitu. Aku taunya dari orang lain, bukan orang yang bersangkutan. Jujur, hal ini bikin aku sedih juga. Kalo kita berkelimpahan orang-orang yang mau melayani dan mumpuni sih silakan aja pergi, tapi ini lagi krisis gini kok ditinggal gitu aja karena SIBUK! Lha emangnya aku gak sibuk gitu? Gak ngerti lah apa sih pikiran orang-orang ini. Udah dibantu, free, di-support, dideketin, diperhatiin, kok masih tega gitu. Coba kalo Yesus dateng kedua kali BESOK, gimana coba nasib orang-orang ini? Apa iya mimpinya, kerjaannya, kuliahnya, tugas-tugasnya, nilai UTS dan UASnya bisa menjamin dia? Ah gak ngerti lah. Otakku yang kecil ini gak cukup mengerti kenapa ada orang-orang yang begitu gak pedulinya sama orang lain. Apa sih enaknya bahagia, tapi ngeliat orang di sekitar jadi gak bahagia karena kita bahagia? Aku sih seneng bisa mencapai semua hal di hidupku, tapi kalo gak ada orang yang diajak seneng bareng-bareng, apa enaknya sih?

Eniwey, walaupun ada orang-orang begitu, aku juga masih bersyukur ada orang-orang yang mau tetep berjuang di pelayanan musik. Mereka ini ada yang rumahnya jauh, ada UTS, gak boleh sering keluar sama ortu, tapi mereka masih bela-belain dateng gitu. Mereka juga mencoba ngasih solusi kalo mereka gak bisa dateng latian or ketemuan. Dan ngeliat usaha mereka ini, gak bisa ditutupin lah, I’m so proud of them! Bahkan kadang aku jadi malu sendiri, mereka terbatas waktu tapi masih berusaha latian di rumah, di mana-mana. Aku? Capek dikit kadang males latian keyboard, bawaannya pengen tidur aja. Hmmhh.. Butuh motivasi lebih ini biar mau gak mau harus latian tiap hari. Dan kak Ayub udah ngewanti-wanti, kalo gak latian.. kalo gak latian.. dan kalo gak latian…!! Sampe kadang kebawa mimpi juga, pas dites kak Ayub gak bisa main keyboardnya. Waduh waduh.. sampe segitunya xD

Yah, walau berat, intinya aku cukup puas dengan pencapaian temen-temen musik lainnya. Not bad lah. Udah mulai keliatan hasilnya walau ya belum gitu bagus juga. Intinya, aku sayaaang banget sama mereka dan gak pengen gitu mereka lari dari visinya Tuhan. Soalnya bener deh, kehilangan visi itu gak enak banget. Ke gereja jadinya kayak zombie gitu, ngikutin rutinitas demi rutinitas. Bosen tau gak. Akhirnya gampang galau dan pikiran jadi aneh-aneh. Duh, jangan sampe lah ya mereka ini jadi kayak gitu x(

Untuk keyboardku sendiri sih, belum ada kemajuan berarti. Masiih latian yang dasar lagi, kayak penjarian, belajar baca not balok, belajar peka sama suara-suara musik di lagu-lagu, belajar peka sama chord. Seputar itulah. Tapi jarang banget nih latiannya x( Seminggu paling cuma 1x. Pernah seminggu gak latian blas! Lha gimana, seharian di kantor, pulang-pulang lanjut acara lain. Sampe rumah lagi udah jam 9-10 malem. Gak ada pikiran lain selain cepet-cepet bersih-bersih muka, badan, kamar, trus tidur deh T_T Mana akhir-akhir ini jadi ngelembur juga pas weekend. Dadah keyboard...

Passion
Ngomongin soal passion nih kayak ngomongin jatuh cinta. Kalo kebanyakan dipikirin bikin galau dan stress! Hahahaha.. Akhir-akhir ini aku sering bertanya sama diri sendiri, apa iya ini passion kamu? Apa iya yang kamu kerjain sekarang ini bener-bener passion kamu? Bikin galau lho beneran. Apalagi kalo baca pengalaman orang lain yang katanya udah menemukan passion mereka. Ada yang harus kerja 5 tahun dulu baru nemu, ada yang 10 tahun, 20 tahun, bahkan baru umur 60 atau 70 tahun baru nemu! Huaaa.. apa aku mesti berproses selama ituu?? T_T

Selama ini aku kira aku udah jalan dalam passionku lho. Tapi setelah dipikir lagi, kok kayaknya enggak juga ya.. Apalagi usia kerja gini kan mulai kepikiran untuk memenuhi kebutuhan hidup, masa depan, dll. Passion yang sangat diagungkan dulu itu akhirnya rada kegeser dengan kebutuhan hidup yang butuh dipenuhi. Dan kayaknya yang bisa bikin passion dan hobinya jadi menghasilkan uang tuh bahagia banget gitu. Tapi pembahasan Financial Clinic di Hard Rock FM juga bahas hobi yang menghasilkan duit. Heemm... hobiku sih yang ada malah ngabis-ngabisin duit xP

Bukan berarti aku gak suka kerja di bidangku sekarang lho ya. Jangan salah. Aku suka kok kerja di bidang unik kayak begini. Cuma melihat kondisi lapangan, masih belum kepikir mau melakukan apa ya untuk mengadakan perubahan? Dengan kemampuanku sekarang kayaknya kok susah gitu.

Dan entah kenapa, setiap kali aku berpikir, "Ini passionku!", malah Tuhan tuh kayak bawa aku menjauh dari passion itu. Kayak waktu pertama aku ketrima di ITS, atau kayak waktu He provides.  Ga tau sih apa rencana Tuhan di balik semua ini. Tapi bener deh kadang ngerasa gelaaap banget. Kadang ngerasa "Ini bener tah Tuhan?" Takut salah gitu dan takut pas nyadar ternyata udah salah jauhh banget :( 

Kadang ngerasa pengen teriak ke Tuhan, "God, I want to happy like others!!" Ga boleh ta Tuhan, aku ngejar mimpiku sendiri? Kok rasanya adaa aja halangannya. Susaah banget. Tapi kalo kepikiran kayak gini, aku selalu inget impresi yang Tuhan taruh ke aku, boleh percaya boleh gak. Tapi tahun lalu pas aku bener-bener ngomong gitu, tiba-tiba kayak ada yang sedih gitu di dalem hatiku dan bilang, "Kamu gak cukup bahagia tah sekarang ini? Aku juga broken heart lho ngeliat kamu gak begitu suka ngerjain sesuatu bareng Aku.." Jeddiiieerrr.. aku yakin lah itu Tuhan, karena beda gitu sama pikiran sendiri, jelas banget dan menohok. Lagipula kata-katanya beda jauh kan dari keinginanku. Detik itu juga kayaknya aku nangis dan gak bisa ngomong apa-apa lagi. Kayaknya aku jahat banget gitu lho. Kurang apa sih Tuhan itu? Dia Tuhan yang emeizing gitu mau rela lahir lewat vagina wanita biasa, kotor, penuh darah nemplok-nemplok gitu kan. Trus lahirnya di tempat minum hewan lagi. Gak higienis gimana coba. Udah gitu mau mati aja mesti disiksa-siksa dan dihina-hina dulu, susah banget mo mati. Tapi Dia mau ngelakuin itu semua buat aku, kok ya bisa-bisanya aku ngomong gitu ke Tuhan? Ngomong aku gak bahagia? Kurang ajar banget toh aku ini. Kurang apa coba dalam hidupku ini.. Ya ampun..

Dan tadi pas abis curhat-curhat gitu sama temen kampus soal kerjaanku yang sekarang, jadi rada lega sih, dapet dikit pencerahan, hueheuhue.. tiba-tiba kepikiran gini: "Gak selamanya passion itu tujuan hidupmu lho." Trus pas mandi kepikiran Harry Potter. Selama ini aku kira yang namanya passion itu sesuatu yang kita suka, yang kita bisa dengan alamiah, cepet belajarnya, dll. Harry Potter kan juga gitu, dia suka Quidditch, dia juga bilang itu satu-satunya hal yang bisa dia pelajari secara alamiah dan tanpa diajarin bisa jago, dan dia juga suka banget sama Quiddicth. Tapi gak berarti dia ended as Quiddicth player kan? Endingnya dia malah harus bertarung lawan Voldermort. Abis Voldemort kalah juga gak diceritain dia jadi pemain Quiddicth. Malah Ginny istrinya yang jadi pemain Quiddicth. Nah lho, kenapa Harry gak jadi pemain Quidditch aja? Dia ada lho kesempatan untuk mundur ngelawan Voldermort dan jadi pemain Quidditch. Tapi dia juga nyadar, kalo satu-satunya yang bisa ada kesempatan ngelawan Voldemort, ya cuma dia! Satu-satunya orang yang bisa menyelamatkan dunia sihir ya cuma dia. Kalo mau bahagia-bahagiaan, ya mending dia pilih nyerah aja ya kan, ngedate ama cewek yang dia suka, main Quidditch sesuka dia, tapi kan dia gak pilih itu. Somehow, aku jadi kepikiran juga, yeah, asik sih bisa jadiin passion kita itu sesuatu yang asik untuk kita kerjakan setiap hari. Tapi kalopun gak bisa, masa iya kita mengabaikan kepentingan yang lain demi ngejar passion dan kebahagiaan kita? Itu kan namanya egois banget. Dan orang yang dewasa gak bisa dong berpikir kayak gitu. Kalo semua orang di dunia sibuk cari kebahagiaannya masing-masing, yang ada malah saling menyakiti bukan sih?

Yah, itulah kayaknya poin plus dari Harry Potter. Hahahhaa.. sampe sekarang aku heran. Mereka ngerayain Natal dan Paskah tapi kok gak pernah berdoa ya? Huhauhuahua..

Oke segitu dulu deh update Septembernya. Gilee panjang banget ya? Heuheuheuhue.. Selamat deh yang udah selesai baca semuanya, mana gak penting lagi ceritanya :P
Jangan lupa ikutin cerita Artfest dan giveawaynya ya :D paling lambat tanggal 30 Sept. Jadi masih ada waktu lama dan bisa ngajak-ngajak yang lain juga :D

Cheers!
Daisypath Anniversary tickers