Aahh... what a exhausted week!
Akhirnya terlewati juga masa-masa ujian SeNaM PTN yang mendebarkan sekaligus menantang ini. Walalupun sempet ngomel-ngomel, tapi aku ngerasa beruntung juga bisa ikut larut dalam euforia pendaftaran perguruan tinggi ini.
Mulai dari sibuk bimbel, sibuk belajar di saat yang laen asik liburan, sibuk ngisi formulir, antri ngembaliin formulir, keliling ITS nyari tempat tes, nyari tebengan buat ke ITS, berdoa dengan isi yang sama dengan anak seluruh negeri: "Tuhan, ijinkan aku lolos SNMPTN!"
Hahaha...
Yah... mumpung masih muda. Kapan lagi bisa kayak gini. ITS ga bakal mau nerima cewek umur 40 tahun buat ikut SNMPTN kan? *angkat bahu*
Kesan-kesan selama satu bulan persiapan SNMPTN?
Hmmm...
Awal-awal cukup berat. Banyak godaan. Banyak intimidasi juga.
Pengen liburan.
Ga pengen belajar.
Ga pengen susah-susah.
Well, i have passed it.
Waktu ujian...
Hari pertama aku dateng dengan perasaan siap tempur.
Pede abis.
Ah, cuma kemampuan dasar..
Tapi cukup shock waktu tau aku udah lumayan telat sampe di PPNS.
Semua udah pada duduk dan ngisi nama, dll.
Aneh....
Perasaan aku udah berangkat pagi loh...
Waktu ngerjain soal juga lumayan tenang. Ga seberapa sulit. Ga jauh beda dari soal try out.
Hari kedua, dimana yang diteskan adalah kemampuan IPA.
Karena udah pede di hari pertama, dan tau soal-soalnya ga jauh beda sama try out, aku tetep pede. Ngecek soal..
Halaman pertama..
Halaman kedua..
Halaman ketiga..
Ha..laman.. ke..empat..
Ha..la...man.. ke..ke..lima..
ee..e..nam..
ttu..tu..juhh..
dd..de..la..pann..
Ah.. ah.. ah!!
Soal apa ini!!!
Busyyyeeetttt...!!
Setengah jam awal aku cuma isa bengong, memandangi soal demi soal, mencoba menganalisis soal.
Tapi kok otakku rasanya macet sih..
Ah.. ahh!!
Ga nyambung!!
Soal apaan ini!!!
Akhirnya sisa-sisa waktu yang ada aku pergunakan untuk mencoba menggunakan daya analisisku untuk menjawab soal demi soal.
Huhuhu...
Detik-detik terakhir, ga sengaja liat lembar jawaban punya peserta depanku.
Gila!!
Diisi semuanya, coy!!
Ampuuunn kk!!
Sedang aku..
no. 1-14 kosong (udah deh daripada salah..)
no. 31-45 kosong (Fisika.. udah deh ketimbang minus..)
Total aku cuma ngerjain 30an soal.. itupun ga yakin bener..
Hips hips...
Pulangnya, mau keliling kampus SI ga jadi..
Uuhh.. really bad day..
Moodku terjun bebas.
Sudahlah...
lupakan hal yang sudah berlalu...
In that day, A vineyard beloved and lovely; sing a responsive song to it and about it! I, the Lord, am its Keeper; I water it every moment; lest anyone harm it, I guard and keep it night and day.
Sunday, July 6, 2008
Friday, July 4, 2008
Did you do this, too?
Haha... sometimes we do this foolishness...
And...
me too.
Hope you blessed with this..
grabbed from: www.donghaeng.net
And...
me too.
Hope you blessed with this..
grabbed from: www.donghaeng.net
Tuesday, June 24, 2008
Ini Keputusanmu!
Aku baru aja pulang dari les waktu Jerry tiba-tiba ke rumah.
"Ada apa, Jer?"
"my Flash :D," sambil nyengir dia.
"O iyaa! Sek ya!" aku buru-buru masuk rumah.
"Nih! Thank's ya, Jer!"
"Yup. Wes isa didengerno?"
"Isa, ternyata soundku belum aku install :P"
"Mm.. oke."
"..."
"Ye, kabarmu gimana?"
Ouch.. pertanyaan ini.. sudah kuduga..
"Yaahh.. begitulah, Jer. I'm not in the good relation now.."
Sesaat setelah itu kami mulai cerita banyak hal, dari masalah relationship, fire, hingga keluarga. Akhir-akhir ini Jerry suka cerita soal keluarganya. Aku -karena aku tipe pendengar yang setia :P- cukup senang mendengarkan dia cerita banyak hal keanehan-keanehan di keluarganya. Yah, walaupun kadang-kadang mbuleti juga. Habis, keluarganya banyak, dan statusnya ga jelas semua. Muehehehehe...
Kalo sudah ndengerin ceritanya Jerry soal keluarganya, aku cukup terharu sama pemimpinku satu ini. Masih muda, tapi udah bawa beban lumayan berat di keluarganya. Tapi masih mau berapi-api buat Tuhan.
"Ye, salah satu alasanku ga mau lepas dari Tuhan ya gara-gara keluargaku ini."
Iya, Jer.
Aku juga.
Aku juga ngerti perasaan itu.
Sejak aku bener-bener bertobat dan menyerahkan seluruh hidupku buat Tuhan, salah satu alasanku untuk ga meninggalkan Tuhan ya keluargaku ini.
Sejak pertama aku sudah serahkan keluargaku untuk diubahkan di tangannya Tuhan.
Sebagai jaminannya, aku mau melayani Tuhan 100 tahun ke depan. Beuuh.. sama aja seumur hidup ya hehehe...
Aku ga mudah lepas dari Tuhan, karena aku serahkan hal yang paling berharga dalam hidupku.
Aku serahkan keluarga dan masa depanku.
Aku sulit mengatur hidupku.
Aku susah mengubah hidupku.
Aku juga bingung dengan hidupku.
Sama.
Kayak kamu.
Tapi aku mau diubahkan.
Aku mau nurut di jalanNya.
Aku ga mau takut ambil keputusan.
"Ada apa, Jer?"
"my Flash :D," sambil nyengir dia.
"O iyaa! Sek ya!" aku buru-buru masuk rumah.
"Nih! Thank's ya, Jer!"
"Yup. Wes isa didengerno?"
"Isa, ternyata soundku belum aku install :P"
"Mm.. oke."
"..."
"Ye, kabarmu gimana?"
Ouch.. pertanyaan ini.. sudah kuduga..
"Yaahh.. begitulah, Jer. I'm not in the good relation now.."
Sesaat setelah itu kami mulai cerita banyak hal, dari masalah relationship, fire, hingga keluarga. Akhir-akhir ini Jerry suka cerita soal keluarganya. Aku -karena aku tipe pendengar yang setia :P- cukup senang mendengarkan dia cerita banyak hal keanehan-keanehan di keluarganya. Yah, walaupun kadang-kadang mbuleti juga. Habis, keluarganya banyak, dan statusnya ga jelas semua. Muehehehehe...
Kalo sudah ndengerin ceritanya Jerry soal keluarganya, aku cukup terharu sama pemimpinku satu ini. Masih muda, tapi udah bawa beban lumayan berat di keluarganya. Tapi masih mau berapi-api buat Tuhan.
"Ye, salah satu alasanku ga mau lepas dari Tuhan ya gara-gara keluargaku ini."
Iya, Jer.
Aku juga.
Aku juga ngerti perasaan itu.
Sejak aku bener-bener bertobat dan menyerahkan seluruh hidupku buat Tuhan, salah satu alasanku untuk ga meninggalkan Tuhan ya keluargaku ini.
Sejak pertama aku sudah serahkan keluargaku untuk diubahkan di tangannya Tuhan.
Sebagai jaminannya, aku mau melayani Tuhan 100 tahun ke depan. Beuuh.. sama aja seumur hidup ya hehehe...
Aku ga mudah lepas dari Tuhan, karena aku serahkan hal yang paling berharga dalam hidupku.
Aku serahkan keluarga dan masa depanku.
Aku sulit mengatur hidupku.
Aku susah mengubah hidupku.
Aku juga bingung dengan hidupku.
Sama.
Kayak kamu.
Tapi aku mau diubahkan.
Aku mau nurut di jalanNya.
Mulai hari ini, aku ga mau ragu-ragu ambil keputusan."Malasah, tekanan, dan kesulitan tidak akan mendewasakan kamu. Hal itu hanya menunjukkan karakter aslimu. Tetapi keputusan yang kamu ambil saat menghadapi masalah itulah yang akan mendewasakan kamu!"
Aku ga mau takut ambil keputusan.
"Orang yang berani bukan orang yang tidak takut. Tetapi oarng yang berani adalah dia yang mau menghadapi perasaan takutnya itu."
didedikasikan untuk setiap orang yang sedang lemah, capek dalam berjalan bersama Tuhan, atau siapapun yang butuh penghiburan saat ini. Let God purify you.
Monday, June 23, 2008
Less is More
"Less Is More" - Relient K
Jesus, I pray
Take all my mistakes
Throw them away
Destroy them for my sake
Jesus, I call out 'cause I'm sorry
Because I fall so short of your glory
To the best of my ability
I'm practicing humility
And I lay myself before
'Cause less is more
[dup durudup dup durudup dup]
All that I have
I lay before
With my pride on the floor
Cause to you less is more
All that I have
I lay before
With my pride on the floor
Cause to you less is more
I pour out myself
All that I am
You love me so much
That you fill me again
And may these words on my heart, on my lips
Somehow mean so much more than this
Jesus, I pray
Know what I'm trying to say
[dup durudup dup durudup dup]
All that I have
I lay before
With my pride on the floor
'Cause to you less is more
All that I have
I lay before
With my pride on the floor
Cause to you less is more
I pour out myself, before you were Lord
I hold nothing back, 'cause to you less is more
And may these words on my heart on my lips,
Somehow mean so much more than this
Jesus, I pray
Just know what I'm tryin' to say
Jesus, I plead
Please purify me
Make my heart clean
Drench me with your mercy
Jesus, I pray
I love you, I need you
For the rest of my days
I swear I will seek you
To the best of my ability
I'm practicing humility
And I lay myself before
'Cause less is more.
Thank's buat lagu ini.
It makes me stand.
Ga tau kenapa akhir-akhir ini jadi suka punk rock. Ketularan Jerry kali ya.. Jerry dan kawan-kawan Y_Y" Jadi suka Relient K, Skillet, Switchfoot, MxPx.. gila ga seh.. padahal dulu2 aku ga suka blas punk. Aneh lagunya. Tapi abis denger lagu ini.. aahhh.. gilak..
Nda salah emang ikut Tuhan ^_^
Dikira mereka religius ga isa nikmatin lagu-lagu yang aneh. Harus yang slow2. Nda juga kan ternyata. Malah Christian Music dan kontemporernya (apa sih istilahnya Eddy 'AIRPORT' itu??) lebih keren-keren. Salah satunya lagu di atas :)
Oke. Udah malem. Time for pray and sleep (again).
God bless you all..
Jesus, I pray
Take all my mistakes
Throw them away
Destroy them for my sake
Jesus, I call out 'cause I'm sorry
Because I fall so short of your glory
To the best of my ability
I'm practicing humility
And I lay myself before
'Cause less is more
[dup durudup dup durudup dup]
All that I have
I lay before
With my pride on the floor
Cause to you less is more
All that I have
I lay before
With my pride on the floor
Cause to you less is more
I pour out myself
All that I am
You love me so much
That you fill me again
And may these words on my heart, on my lips
Somehow mean so much more than this
Jesus, I pray
Know what I'm trying to say
[dup durudup dup durudup dup]
All that I have
I lay before
With my pride on the floor
'Cause to you less is more
All that I have
I lay before
With my pride on the floor
Cause to you less is more
I pour out myself, before you were Lord
I hold nothing back, 'cause to you less is more
And may these words on my heart on my lips,
Somehow mean so much more than this
Jesus, I pray
Just know what I'm tryin' to say
Jesus, I plead
Please purify me
Make my heart clean
Drench me with your mercy
Jesus, I pray
I love you, I need you
For the rest of my days
I swear I will seek you
To the best of my ability
I'm practicing humility
And I lay myself before
'Cause less is more.
Thank's buat lagu ini.
It makes me stand.
Ga tau kenapa akhir-akhir ini jadi suka punk rock. Ketularan Jerry kali ya.. Jerry dan kawan-kawan Y_Y" Jadi suka Relient K, Skillet, Switchfoot, MxPx.. gila ga seh.. padahal dulu2 aku ga suka blas punk. Aneh lagunya. Tapi abis denger lagu ini.. aahhh.. gilak..
Nda salah emang ikut Tuhan ^_^
Dikira mereka religius ga isa nikmatin lagu-lagu yang aneh. Harus yang slow2. Nda juga kan ternyata. Malah Christian Music dan kontemporernya (apa sih istilahnya Eddy 'AIRPORT' itu??) lebih keren-keren. Salah satunya lagu di atas :)
Oke. Udah malem. Time for pray and sleep (again).
God bless you all..
Friday, June 20, 2008
Tanya kenapa?
Selasa, 17 Juni 2008
pukul 20.34
Living Stone Satelite
What a pleasure to be a part of this revival!
Suatu kehormatan besar untuk bergabung dengan orang-orang ini!
Remaja-remaja 'gila' yang kerjaannya bermimpi, bermimpi, dan bermimpi.
Remaja 'gila' yang tiap saat tiap waktu kerjaannya hanya tertawa akan hari depan mereka.
Remaja 'gila' yang memandang rendah orang-orang yang memandang rendah Tuhan!
Remaja 'gila' yang rela menjaga kebersihan, memunguti sampah-sampah untuk dirombeng, dan uangnya dipakai untuk buat konser!
Remaja 'gila' yang gembira menata sepatu-sepatu yang berserakan di depan pintu, menjadi rapi dan enak dilihat tanpa ada yang menyuruh.
Remaja 'gila' yang menjaga batas-batas antara laki-laki dan perempuan, tanpa harus menjadi seorang geek atau nerd.
Remaja 'gila' yang karena keterbatasan mereka, karena himpitan dan tekanan dari dunia, karena halangan ekonomi, halangan orang tua, menyebabkan mereka mengeluarkan seluruh kreativitas dan kemampuan mereka.
Untuk Tuhan.
Ya.
Untuk kemuliaan Tuhan.
Uwauw!!
Lihat!
Betapa berharganya generasi ini!!
Gak banyak remaja yang seperti ini.
Gak banyak remaja yang mau mempertahankan kejujuran mereka.
Gak banyak remaja yang 'gila', tapi tahu aturan.
Gak banyak remaja yang mau menggali bakat mereka, sekalipun mereka gak punya bakat apapun, mereka terus mencarinya. Sampai dapat.
Gak banyak remaja yang pantang menyerah.
Gak banyak remaja yang malu karena hidup biasa-biasa.
Gak banyak remaja yang menyerahkan seluruh kehidupannya untuk Tuhan.
Apakah kau termasuk di dalamnya?
Aku memandang mereka dengan iri.
Ah, seandainya saja aku juga sehebat mereka.
Betapa Tuhan akan disenangkan akan hal itu!
Aku belum sehebat mereka.
Aku belum pernah bisa menciptakan sebuah lagu pun.
Aku belum bisa peka terhadap nada-nada keyboard yang selalu aku mainkan tiap Minggu.
Ah..
Tanpa tahu mauku apa, tiba-tiba aku membuka kalender di HPku.
Dan tanpa sadar aku sudah meneliti lagi orang-orang yang ulang tahun bulan-bulan ini.
Uh... mataku pedih membacanya!
Begitu banyak orang yang dengan teganya meninggalkan Tuhan dan segalanya, hanya demi seorang.. ah sudahlah.
Jariku bergerak ingin memencet tombol delete.
Entah kenapa tiba-tiba aku merasa sayang sekali dengan mereka.
Aku ga sampai hati untuk menghapus nama mereka dari kalenderku.
Entah kenapa.
Aku masih berharap untuk berpatner lagi dengan mereka.
Seperti dulu.
Aku masih berharap bercanda dengan mereka.
Seperti dulu.
Aku masih berharap
main musik lagi dengan mereka.
Seperti dulu.
Aku masih berharap mendengar berbagai sharing luar biasa mereka yang selalu membangun aku waktu aku lemah.
Seperti dulu.
Aku masih berharap melihat api yang berkobar-kobar di mata mereka waktu membicarakan betapa hebat dan luar biasanya Tuhan dalam hidup mereka.
Seperti dulu.
Ah..
dulu.
Hahaha..
Sudah dulu, Ye.
Ga usah diungkit-ungkit lagi.
Mereka mungkin sudah lupa.
Atau bahkan sengaja melupakan.
Bodoh kalo kamu masih berharap kepada mereka.
Ah, aku juga ga tau apa yang ada di hatiku saat ini.
I really miss that time.
Anyone, if you read this, I miss you!
I miss your laugh!
I miss your spirit!
I miss all of you!!
Haha..
aku bodoh ya..
Mereka mencela aku.
Mereka benci kepadaku.
Mereka menuduhku benci mereka.
Mereka menuduhku gara-gara mereka memilih jalan yang kata mereka dari Tuhan.
Tapi aku ga bisa benci mereka.
Tanya kenapa?
ditulis waktu dalam masa kesesakan, rindu akan saat-saat itu, rindu kalian, rindu api itu.
pukul 20.34
Living Stone Satelite
What a pleasure to be a part of this revival!
Suatu kehormatan besar untuk bergabung dengan orang-orang ini!
Remaja-remaja 'gila' yang kerjaannya bermimpi, bermimpi, dan bermimpi.
Remaja 'gila' yang tiap saat tiap waktu kerjaannya hanya tertawa akan hari depan mereka.
Remaja 'gila' yang memandang rendah orang-orang yang memandang rendah Tuhan!
Remaja 'gila' yang rela menjaga kebersihan, memunguti sampah-sampah untuk dirombeng, dan uangnya dipakai untuk buat konser!
Remaja 'gila' yang gembira menata sepatu-sepatu yang berserakan di depan pintu, menjadi rapi dan enak dilihat tanpa ada yang menyuruh.
Remaja 'gila' yang menjaga batas-batas antara laki-laki dan perempuan, tanpa harus menjadi seorang geek atau nerd.
Remaja 'gila' yang karena keterbatasan mereka, karena himpitan dan tekanan dari dunia, karena halangan ekonomi, halangan orang tua, menyebabkan mereka mengeluarkan seluruh kreativitas dan kemampuan mereka.
Untuk Tuhan.
Ya.
Untuk kemuliaan Tuhan.
Uwauw!!
Lihat!
Betapa berharganya generasi ini!!
Gak banyak remaja yang seperti ini.
Gak banyak remaja yang mau mempertahankan kejujuran mereka.
Gak banyak remaja yang 'gila', tapi tahu aturan.
Gak banyak remaja yang mau menggali bakat mereka, sekalipun mereka gak punya bakat apapun, mereka terus mencarinya. Sampai dapat.
Gak banyak remaja yang pantang menyerah.
Gak banyak remaja yang malu karena hidup biasa-biasa.
Gak banyak remaja yang menyerahkan seluruh kehidupannya untuk Tuhan.
Apakah kau termasuk di dalamnya?
Aku memandang mereka dengan iri.
Ah, seandainya saja aku juga sehebat mereka.
Betapa Tuhan akan disenangkan akan hal itu!
Aku belum sehebat mereka.
Aku belum pernah bisa menciptakan sebuah lagu pun.
Aku belum bisa peka terhadap nada-nada keyboard yang selalu aku mainkan tiap Minggu.
Ah..
Tanpa tahu mauku apa, tiba-tiba aku membuka kalender di HPku.
Dan tanpa sadar aku sudah meneliti lagi orang-orang yang ulang tahun bulan-bulan ini.
Uh... mataku pedih membacanya!
Begitu banyak orang yang dengan teganya meninggalkan Tuhan dan segalanya, hanya demi seorang.. ah sudahlah.
Jariku bergerak ingin memencet tombol delete.
Entah kenapa tiba-tiba aku merasa sayang sekali dengan mereka.
Aku ga sampai hati untuk menghapus nama mereka dari kalenderku.
Entah kenapa.
Aku masih berharap untuk berpatner lagi dengan mereka.
Seperti dulu.
Aku masih berharap bercanda dengan mereka.
Seperti dulu.
Aku masih berharap
main musik lagi dengan mereka.
Seperti dulu.
Aku masih berharap mendengar berbagai sharing luar biasa mereka yang selalu membangun aku waktu aku lemah.
Seperti dulu.
Aku masih berharap melihat api yang berkobar-kobar di mata mereka waktu membicarakan betapa hebat dan luar biasanya Tuhan dalam hidup mereka.
Seperti dulu.
Ah..
dulu.
Hahaha..
Sudah dulu, Ye.
Ga usah diungkit-ungkit lagi.
Mereka mungkin sudah lupa.
Atau bahkan sengaja melupakan.
Bodoh kalo kamu masih berharap kepada mereka.
Ah, aku juga ga tau apa yang ada di hatiku saat ini.
I really miss that time.
Anyone, if you read this, I miss you!
I miss your laugh!
I miss your spirit!
I miss all of you!!
Haha..
aku bodoh ya..
Mereka mencela aku.
Mereka benci kepadaku.
Mereka menuduhku benci mereka.
Mereka menuduhku gara-gara mereka memilih jalan yang kata mereka dari Tuhan.
Tapi aku ga bisa benci mereka.
Tanya kenapa?
ditulis waktu dalam masa kesesakan, rindu akan saat-saat itu, rindu kalian, rindu api itu.
Tuesday, June 17, 2008
Mau jadi dewasa ATAU tua?
Hari pertama kuliah di kampus, profesor memperkenalkan diri dan menantang kami untuk berkenalan dengan seseorang yang belum kami kenal. Saya berdiri dan melihat sekeliling ketika sebuah tangan lembut menyentuh bahu saya.
Saya menengok dan mendapati seorang wanita tua, kecil, dan berkeriput, memandang dengan wajah yang berseri-seri dengan senyum yang cerah.
Ia menyapa,
"Halo anak cakep. Namaku Rose. Aku berusia delapan puluh tujuh. Maukah kamu memelukku?"
Saya tertawa dan dengan antusias menyambutnya, "Tentu saja boleh!"
Dia pun memberi saya pelukan yang sangat erat.
"Mengapa kamu ada di kampus pada usia yang masih begitu muda dan tak berdosa seperti ini?" tanya saya berolok-olok.
Dengan bercanda dia menjawab, "Saya di sini untuk menemukan suami yang kaya, menikah, mempunyai beberapa anak, kemudian pensiun dan bepergian."
"Ah yang serius?" pinta saya.
Saya sangat ingin tahu apa yang telah memotivasinya untuk mengambil tantangan ini di usianya. "Saya selalu bermimpi untuk mendapatkan pendidikan tinggi dan kini saya sedang mengambilnya!" katanya.
Setelah jam kuliah usai, kami berjalan menuju kantor senat mahasiswa dan berbagi segelas chocolate milkshake. Kami segera akrab.
Dalam tiga bulan kemudian, setiap hari kami pulang bersama-sama dan bercakap-cakap tiada henti. Saya selalu terpesona mendengarkannya berbagi pengalaman dan kebijaksanaannya. Setelah setahun berlalu, Rose menjadi bintang kampus dan dengan mudah dia berkawan dengan siapapun. Dia suka berdandan dan segera mendapatkan perhatian dari para mahasiswa lain. Dia pandai sekali menghidupkannya suasana.
Saya sangat ingin tahu apa yang telah memotivasinya untuk mengambil tantangan ini di usianya. "Saya selalu bermimpi untuk mendapatkan pendidikan tinggi dan kini saya sedang mengambilnya!" katanya.
Setelah jam kuliah usai, kami berjalan menuju kantor senat mahasiswa dan berbagi segelas chocolate milkshake. Kami segera akrab.
Dalam tiga bulan kemudian, setiap hari kami pulang bersama-sama dan bercakap-cakap tiada henti. Saya selalu terpesona mendengarkannya berbagi pengalaman dan kebijaksanaannya. Setelah setahun berlalu, Rose menjadi bintang kampus dan dengan mudah dia berkawan dengan siapapun. Dia suka berdandan dan segera mendapatkan perhatian dari para mahasiswa lain. Dia pandai sekali menghidupkannya suasana.
Pada akhir semester kami mengundang Rose untuk berbicara di acara makan malam klub sepak bola kami. Saya tidak akan pernah lupa apa yang diajarkannya pada kami. Dia diperkenalkan dan naik ke podium. Begitu dia mulai menyampaikan pidato yang telah dipersiapkannya, tiga dari lima kartu pidatonya terjatuh ke lantai. Dengan gugup dan sedikit malu dia bercanda pada mikrofon.
Dengan ringan berkata, "Maafkan saya sangat gugup. Saya sudah tidak minum bir. Tetapi wiski ini membunuh saya. Saya tidak bisa menyusun pidato saya kembali, maka ijinkan saya menyampaikan apa yang saya tahu."
"Kita tidak pernah berhenti bermain karena kita tua. Kita menjadi tua karena berhenti bermain. Hanya ada rahasia untuk tetap awet muda, tetap menemukan humor setiap hari. Kamu harus mempunyai mimpi. Bila kamu kehilangan mimpi-mimpimu, kamu mati. Ada banyak sekali orang yang berjalan di sekitar kita yang mati namun mereka tak menyadarinya."
"Sungguh jauh berbeda antara menjadi tua dan menjadi dewasa. Bila kamu berumur sembilan belas tahun dan berbaring di tempat tidur selama satu tahun penuh, tidak melakukan apa-apa, kamu tetap akan berubah berubah menjadi dua puluh tahun. Bila saya berusia delapan puluh tujuh tahun dan tinggal di tempat tidur selama satu tahun, tidak melakukan apapun, saya tetap akan menjadi delapan puluh delapan. Setiap orang pasti menjadi tua. Itu tidak membutuhkan suatu keahlian atau bakat. Tumbuhlah dewasa dengan selalu mencari kesempatan dalam perubahan."
"Jangan pernah menyesal. Orang-orang tua seperti kami biasanya tidak menyesali apa yang telah diperbuatnya, tetapi lebih menyesali apa yang tidak kami perbuat. Orang-orang yang takut mati adalah mereka yang hidup dengan penyesalan."
"Sungguh jauh berbeda antara menjadi tua dan menjadi dewasa. Bila kamu berumur sembilan belas tahun dan berbaring di tempat tidur selama satu tahun penuh, tidak melakukan apa-apa, kamu tetap akan berubah berubah menjadi dua puluh tahun. Bila saya berusia delapan puluh tujuh tahun dan tinggal di tempat tidur selama satu tahun, tidak melakukan apapun, saya tetap akan menjadi delapan puluh delapan. Setiap orang pasti menjadi tua. Itu tidak membutuhkan suatu keahlian atau bakat. Tumbuhlah dewasa dengan selalu mencari kesempatan dalam perubahan."
"Jangan pernah menyesal. Orang-orang tua seperti kami biasanya tidak menyesali apa yang telah diperbuatnya, tetapi lebih menyesali apa yang tidak kami perbuat. Orang-orang yang takut mati adalah mereka yang hidup dengan penyesalan."
Rose mengakhiri pidatonya dengan bernyanyi "The Rose". Dia menantang setiap orang untuk mempelajari liriknya dan menghidupkannya dalam kehidupan sehari-hari. Akhirnya Rose meraih gelar sarjana yang telah diupayakannya sejak beberapa tahun lalu.
Seminggu setelah wisuda, Rose meninggal dunia dengan damai. Lebih dari dua ribu mahasiswa menghadiri upacara pemakamannya sebagai penghormatan pada wanita luar biasa yang mengajari kami dengan memberikan teladan bahwa tidak ada yang terlambat untuk apapun yang bisa kau lakukan.
Ingatlah, menjadi tua adalah kemestian, tetapi menjadi dewasa adalah pilihan.
Sunday, June 15, 2008
How lucky I am!
Pagi-pagi, bangun tidur..
aku: mm.. ngapain ya.. mau doa nda isa.. rumah dah rame.. maen gitar aja deh.
Jreng.. G? ga pas. A? ketinggian. D? hmm.. C? tambah ancur. E? ok. Pas.
Nda tau kenapa, pas aku nyanyiin lagu ini, aku ngerasa... pheww.. Jesus.. Betapa hari-hari ini aku begitu ngelupakan Dia. Mungkin sekarang Dia lagi teriak-teriak manggil aku, lagi njawil-njawil bahuku, ngajak berduaan lagi kayak dulu.
Yap. I pray. I read my Bible. Everyday. Tapi aku ngelakukan itu semua atas dasar rutinitas. Bukan karena aku sungguh-sungguh merindukanNya. Bukan karena aku sungguh-sungguh butuh Dia.
Dan sekarang, pagi ini, aku tahu, ternyata kasihku sudah mulai dingin lagi. Aku sudah mulai menganggap "I can do this (alone)". Sebenernya aku ga bisa!! Sama sekali ga bisa!! Dan bodohnya lagi, setiap kegagalan, kejadian yang ga enak, kemalangan, segala sesuatu yang buat aku sebel, aku selalu menyalahkan Tuhan akan hal ini. Aku selalu cerewet tanya apa sih maksudnya Tuhan ini?? Aneh-aneh aja sih Dia ini?? Kenapa kok aku harus ngalami ini?? Kenapa aku harus ngalami itu?? Kenapa orang lain (yang ga cinta Dia) begitu mulus jalannya?? Kenapa aku yang sudah berikan segalanya buat Dia, harus susah payah terus?? Harus dicemooh orang terus?? Aku benci diremehkan!!!
Hahhh...
ternyata kuncinya satu..
Kasihku akan Dia mulai dingin. Mulai redup.
Hiks.. I'm sorry Holy Spirit.
How I love You and I don't want to lose You..
Bayangkan, betapa besar sale yang Dia berikan tiap harinya:
Discount 100%: Hidup, bernafas, melihat, mendengar, jalan, bergerak, merasa, dll dll..
Keluarga,
betapa aku harusnya bersyukur,
pagi-pagi bangun liat mama masih nyapu-nyapu (berarti mamaku masih sehat segar bugar)
Rico nonton TV (betapa beruntungnya aku masih punya saudara laki-laki yang pipinya masih bisa dijiwit-jiwit)
Aldo maen komputer (betapa beruntungnya aku punya saudara laki-laki yang pinter olahraga!)
Papa kerja (betapa beruntungnya aku masih punya papa yang mau kerja keras!)
Ga semua orang punya hal yang seperti ini!
Teman,
betapa aku harus sangat bersyukur,
Aku punya banyak teman yang ga menusuk dari belakang, yang selalu siap sedia menyupport aku dalam keadaan apapun, yang membutuhkan aku
(well, tiap orang akan terus hidup selama ada yang membutuhkan dia! Sungguh! Aku ga bohong soal ini!)
How nice to be their friend..
Masa depan dan mimpi,
aku harus lebih bersyukur akan hal ini,
How nice!
tiap bangun tidur, aku masih punya mimpi untuk hari ini, punya rencana untuk hari ini, punya bayangan akan masa depan!
Ga banyak yang punya mimpi!
Beruntung aku ga punya uang banyak; aku belajar mencukupkan diri.
Beruntung aku ga pinter; aku belajar untuk terus meng-upgrade diri.
Beruntung aku ga cantik; aku tahu aku diciptakan unik :)
Beruntung aku ga bisa apa-apa; waktu aku bisa, aku tahu itu hanya kasih karunia.
Beruntung aku punya saingan; aku harus terus belajar!
Beruntung aku dicemooh; aku spesial di mata mereka.
Beruntung aku diomeli; mereka sayang aku.
Beruntung aku ga punya pacar; aku punya banyak fans (wuakakak..)
yang terakhir hanya bercanda :)
Dari semuanya itu,
How lucky I am..
I know the answer.
The only answer in the whole world.
Jesus.
=)
aku: mm.. ngapain ya.. mau doa nda isa.. rumah dah rame.. maen gitar aja deh.
Jreng.. G? ga pas. A? ketinggian. D? hmm.. C? tambah ancur. E? ok. Pas.
Come Holy Spirit follow me now..
I need Your anointing come in Your power..
I love You Holy Spirit
You're captivating my soul
And everyday I grow to love You moreee..
I'm reaching for Your heart..
You hold my life in Your hands..
Drawing me closer to You
I need Your power renew
Nothing compares to this place..
Where I can see You face to face..
I worship You in spirit and in truth
I need Your anointing come in Your power..
I love You Holy Spirit
You're captivating my soul
And everyday I grow to love You moreee..
I'm reaching for Your heart..
You hold my life in Your hands..
Drawing me closer to You
I need Your power renew
Nothing compares to this place..
Where I can see You face to face..
I worship You in spirit and in truth
Nda tau kenapa, pas aku nyanyiin lagu ini, aku ngerasa... pheww.. Jesus.. Betapa hari-hari ini aku begitu ngelupakan Dia. Mungkin sekarang Dia lagi teriak-teriak manggil aku, lagi njawil-njawil bahuku, ngajak berduaan lagi kayak dulu.
Yap. I pray. I read my Bible. Everyday. Tapi aku ngelakukan itu semua atas dasar rutinitas. Bukan karena aku sungguh-sungguh merindukanNya. Bukan karena aku sungguh-sungguh butuh Dia.
Dan sekarang, pagi ini, aku tahu, ternyata kasihku sudah mulai dingin lagi. Aku sudah mulai menganggap "I can do this (alone)". Sebenernya aku ga bisa!! Sama sekali ga bisa!! Dan bodohnya lagi, setiap kegagalan, kejadian yang ga enak, kemalangan, segala sesuatu yang buat aku sebel, aku selalu menyalahkan Tuhan akan hal ini. Aku selalu cerewet tanya apa sih maksudnya Tuhan ini?? Aneh-aneh aja sih Dia ini?? Kenapa kok aku harus ngalami ini?? Kenapa aku harus ngalami itu?? Kenapa orang lain (yang ga cinta Dia) begitu mulus jalannya?? Kenapa aku yang sudah berikan segalanya buat Dia, harus susah payah terus?? Harus dicemooh orang terus?? Aku benci diremehkan!!!
Hahhh...
ternyata kuncinya satu..
Kasihku akan Dia mulai dingin. Mulai redup.
Hiks.. I'm sorry Holy Spirit.
How I love You and I don't want to lose You..
Bayangkan, betapa besar sale yang Dia berikan tiap harinya:
Discount 100%: Hidup, bernafas, melihat, mendengar, jalan, bergerak, merasa, dll dll..
Keluarga,
betapa aku harusnya bersyukur,
pagi-pagi bangun liat mama masih nyapu-nyapu (berarti mamaku masih sehat segar bugar)
Rico nonton TV (betapa beruntungnya aku masih punya saudara laki-laki yang pipinya masih bisa dijiwit-jiwit)
Aldo maen komputer (betapa beruntungnya aku punya saudara laki-laki yang pinter olahraga!)
Papa kerja (betapa beruntungnya aku masih punya papa yang mau kerja keras!)
Ga semua orang punya hal yang seperti ini!
Teman,
betapa aku harus sangat bersyukur,
Aku punya banyak teman yang ga menusuk dari belakang, yang selalu siap sedia menyupport aku dalam keadaan apapun, yang membutuhkan aku
(well, tiap orang akan terus hidup selama ada yang membutuhkan dia! Sungguh! Aku ga bohong soal ini!)
How nice to be their friend..
Masa depan dan mimpi,
aku harus lebih bersyukur akan hal ini,
How nice!
tiap bangun tidur, aku masih punya mimpi untuk hari ini, punya rencana untuk hari ini, punya bayangan akan masa depan!
Ga banyak yang punya mimpi!
Beruntung aku ga punya uang banyak; aku belajar mencukupkan diri.
Beruntung aku ga pinter; aku belajar untuk terus meng-upgrade diri.
Beruntung aku ga cantik; aku tahu aku diciptakan unik :)
Beruntung aku ga bisa apa-apa; waktu aku bisa, aku tahu itu hanya kasih karunia.
Beruntung aku punya saingan; aku harus terus belajar!
Beruntung aku dicemooh; aku spesial di mata mereka.
Beruntung aku diomeli; mereka sayang aku.
Beruntung aku ga punya pacar; aku punya banyak fans (wuakakak..)
yang terakhir hanya bercanda :)
Dari semuanya itu,
How lucky I am..
I know the answer.
The only answer in the whole world.
Jesus.
=)
Subscribe to:
Posts (Atom)