Tuesday, December 16, 2008

Golput

Seperti biasa, abis pulang dari aktivitas sehari-hari aku gag lupa buat maem (di rumah tentunya!). Cuma hari ini aku udah bertekad, gag boleh baca Deteksi lagi! (`.')/
Bukannya gag mau baca Deteksi lagi.. tapi lebih menomorsatukan berita utama ketimbang Deteksi gitulah.. secara udah mahasiswi gitu loh! Gag afdol kalo diajak ngobrol cuma ngerti Deteksi doang hehehe...

Biasanya kalo baca JawaPos, artikel yang paling aku suka kalo Pak Dahlan Iskan, ato Mas Azrul Ananda yang nulis opini, or something else. Aku suka gaya bahasa mereka. Aku juga suka baca opini-opini yang ditulis orang-orang, termasuk Surat Pembaca juga!

Hari ini opini-opini itu banyak menyinggung soal golput.

Yah.. aku gag memungkiri sih. Aku ne juga termasuk dalam jajaran masyarakat yang golput (malu). Tapi aku golput juga ada alasannya. Alasan yang paling mendasar sih, memang gag ada figur pemimpin yang bikin aku sreg milih dia.

Makanya aku gag terima kalo golput haram hukumnya.

Lha sekarang mau gimana kalo emang gag ada figur pemimpin yang mampu melegakan hati kita?

Di baliho-baliho besar mereka, mereka masih bisa tersenyum. Sedangkan rakyat? Mesem aja belum tentu bisa.

Ya mungkin aja aku memang gag nasionalis. Mungkin aja aku apatis.

Tapi...

Aku gag peduli seberapa kuat pengaruh mereka.
Aku gag peduli seberapa hebat ide-ide mereka.
Aku gag peduli seberapa idealisme mereka soal rencana mereka untuk Indonesia.
Aku gag peduli bagaimana mereka mempromosikan kehebatan mereka (kalau) jadi pemimpin bangsa.

Yang aku pedulikan, seberapa besar hal yang sudah mereka lakukan untuk Indonesia, saat ini.

Iya, saat ini.

2 comments:

  1. denger nih ye..

    orang cerdas itu adalah orang yang bisa memilih mana yang paling baik dari dua yang jelek.

    ReplyDelete
  2. apakah memang km dibiarkan Yang Kuasa untuk tinggal di negara yang pemimpinnya pada bobrok. kalau kamu gak bobrok, kenapa gak kamu aja yang jadi pemimpin ???
    aku percaya masih ada politisi yang benar
    masalahnya politisi yang benar sering gak populer
    bahkan cenderung tersingkir
    mending berusaha mengajukan politisi benar ini
    supaya muncul ke permukaan (populer)
    obama bisa
    kita pun pasti bisa

    ReplyDelete