Thursday, January 13, 2011

Revitalisasi THP Kenjeran dan THR Surabaya

Penampilan Kota Surabaya memiliki banyak perubahan. Semenjak adanya Sparkling Surabaya, hal ini menunjukkan keseriusan Pemerintah Kota Surabaya untuk membenahi wajah kota Surabaya, salah satunya dari segi kebudayaan dan  kepariwisataan. Adanya festival budaya, festival kuliner, taman kota, dan lain-lain di kota Surabaya menimbulkan banyak minat wisatawan, baik wisatawan dari Surabaya sendiri, maupun dari luar Surabaya.

Rencana Pemerintah Kota Surabaya yang akan merevitalisasi atau menggiatkan kembali dua tempat wisata yang selama ini kurang diminati pengunjung, yakni Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran dan Taman Hiburan Rakyat (THR) patut untuk diapresiasi. Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya merencanakan THP Kenjeran nantinya akan diubah seperti Dunia Fantasi (Dufan) atau Pantai Ria Ancol di Jakarta, sedangkan THR akan dijadikan kampung seni yang juga meniru Taman Ismail Marzuki (Harian Surya, 8/8/2010).

Untuk membiayai pembangunan dua tempat wisata yaitu THP Kenjeran dan Taman Hiburan Rakyat, rencananya Pemerintah Kota Surabaya tidak mengeluarkan uang seperser pun untuk revitalisasi ini sebab ada investor yang mau mengerjakan revitalisasi pada dua tempat wisata tersebut. Namun Pemkot juga perlu untuk mempertimbangkan cara-cara lain untuk membiayai revitalisasi kedua tempat tersebut sehingga tidak hanya bergantung pada investor saja. Misalnya pembiayaan pembangunan THP Kenjeran bisa dengan cara kerjasama dengan warga setempat untuk membangun dan mengelola THP Kenjeran. Dengan melibatkan masyarakat sekitar, masyarakat akan turut andil dalam pemeliharaan pantai Kenjeran dan pengelolaan THP Kenjeran dapat menjadi salah satu penarik untuk lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. Untuk pengelola THP yang sekarang juga dapat memberdayakan masyarakat sekitar dalam memajukan THP Kenjeran.

Sedangkan untuk THR Surabaya, tempat ini sangat memberikan hiburan bagi masyarakat Surabaya, khususnya bagi masyarakat menengah. Apalagi tempat ini juga merupakan tempat festival budaya dimana anak-anak kecil akan senang untuk unjuk kebolehan yang diadakan sekolah mereka di tempat ini. Meskipun saat ini banyak mall dibangun untuk memberikan hiburan, namun peranan THR sebagai Taman Hiburan Rakyat belum bisa tergantikan oleh tempat hiburan manapun. Rencana Pemkot untuk merevitalisasi THR diharapkan menjadi penarik bagi wisatawan untuk menikmati Surabaya. Oleh karena itu, pemerintah kota bisa memberikan insentif untuk pengelola THR, misalnya pajak bangunan yang rendah.

Dua tempat wisata tersebut merupakan common goods bagi warga Surabaya.sehingga perlu perhatian khusus untuk merevitalisasi dan menjadikan tujuan wisata yang baru, khususnya bagi masyarakat Surabaya sendiri, maupun wisatawan lain dari luar Surabaya.

3 comments:

  1. Tulisan yang bagus.
    Ada beberapa pertanyaan ya.
    1. Bisa dijelaskan mengapa THP Kejeran dan THR perlu di revilatisasi? Kalau menganai pengunjung yang kurang, apa penyebabnya?
    2. Seberapa efektif solusi yang ditawarkan di atas dalam menggiatkan dua tempat wisata tersebut?
    3. Bentuk nyata dari keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan tempat wisata tersebut apa?apakah pengelolaan sepenuhnya diserahkan kepada masyarakat atau juga melibatkan pemerintah?lalu bagaimana pembagian wewenangnya?
    Maaf kalau banyak tanya, kalau ide ini dimatangkan dan diterapkan pasti memberi manfaat lebih.
    ^^

    ReplyDelete
  2. kalau THR sih sudah ada event2 semacam fetival budaya ya, bahkan di kalangan anak2 TK. Mungkin kelanjutannya saja yang mandeg ketika mereka sudah beranjak SD atau SMP.

    ReplyDelete
  3. idenya bagus, gimana kl diajukan ke pemkot/yg berwenang?
    kenjeran tuh sepi. yg datang paling muda mudi yg lagi pacaran

    ReplyDelete