Wednesday, March 2, 2011

Teknik Planologi ITS - Pengantar

Saya dengan bangga menyatakan.... saya adalah mahasiswi Planologi ITS!

Bingung?
Apaan tuh Planologi?
Baru denger?


Mungkin banyak temen-temen yang belum pernah denger ttg Planologi atau Studi Perencanaan Wilayah dan Kota. Kalo gak punya sodara, hubungan, atau ortu yang kerja di pemerintah, mungkin studi ini agak-agak asing di telinga. Lebih mudah mencerna studi ttg elektro, mesin, informatika, desain komunikasi dan visual (DKV), sipil, arsitektur, dll. Bener gak? Bener aja deh, aku juga gitu kok! :D

Jadi, setelah kira-kira hampir 3 tahun (tepatnya 2 tahun, 7 bulan, 1 hari --terhitung sejak pengumuman SNMPTN), saya resmi disebut sebagai mahasiswi Planologi ITS.

Intinyaaaa... apa sih Teknik Planologi itu?? Menurut saya (saya jeh!), Teknik Planologi atau Perencanaan Wilayah dan Kota (bhs Inggrisnya Urban and Regional Planning), adalah salah satu program studi yang mempelajari tentang perencanaan kota dan wilayah. Gampangannya, studi ini hampiir mirip dengan ibunya, yaitu Arsitektur, tapiii... cakupannya lebih luas (kota & wilayah, oi!)

Awal aku memutuskan untuk masuk dan terjun di bidang ini, adalah sebuah 'kecelakaan'. Kok bisa?
Sejak SMA, aku suka utek-utek coding. HTML, PHP, Photoshop. Segala sesuatu yang berbau web design. Karena itu, sejak awal SMA aku sudah punya target untuk masuk ITS jurusan Teknik Informatika. Wooww... keren yaa..
Namun, seiring berjalannya waktu, ternyata perjalanan studiku di SMA tidak semulus masa-masa SMP. Waktu SMP, aku cukup merem udah dapat dipastikan masuk 10 besar di kelas. SMA? Boro-boro... Untungnya, sejak SMA sudah gak berlaku lagi ranking-rankingan. hahahhaha... Gak bisa bayangin nih aku ranking berapa di kelas.. Ternyata teman-teman, aku punya kelemahan besar di FISIKA..

Mau belajar dari pagi sampe malem, sampe pagi lagi, yang namanya nilai Fisikaku gak pernah bisa mencapai di atas 7. Paling bagus 6. Itupun karena materinya bener-bener gampang. Bahkan gak jarang harus ikut remidi (hiks!). Dan hal ini berlangsung sampe kelas 3. Tapi demi Teknik Informatika ITS, aku bela-belain belajar giat supaya masuk bidang studi IPA. Dan berhasil, walau... Fisikanya terseok-seok. Maka dari itu, aku mulai berpikir, kalo aku gini terus, gak bakal bisa masuk Infor ITS! (nb: Passing grade Infor ITS paling tinggi di ITS saat itu dan mungkin jg sampe sekarang).

Oleh karena itu, sejak kelas 3 aku mulai memikirkan jalan lain selain Teknik Informatika. Kelas 3 aku mulai cari-cari info ttg jurusan ini. Maklum, sekolahku gak memfasilitasi untuk cari info ttg ITS. Yang difasilitasi cuma 5 univ: P*tr*, *b*y*, W*dy* M*nd*l*, i*TT*, dan St*k*m. Jadi, kelas 3 merupakan awal-awal perjuanganku menghadapi unas (Fisika jadi momok), dan mencari info kuliah.

Pada akhirnya cuma nemu Sistem Informasi (di ITS, karena sejak SMP aku pengeeennn banget masuk ITS, gak tau kenapa, mungkin karena ngeblog, mungkin juga karena kampusnya yang gede). Jurusan lain yang mempelajari tentang coding dan passing grade-nya di bawah Infor. Tapi walau begitu, passing grade itu masih terlampau tinggi buatku (soalnya Fisika gak bisa blas!)

Akhirnya, mama menyarankan untuk cari jurusan lain yang passing gradenya di bawah SI. Cuma nemu jurusan-jurusan di MIPA. Dan aku gak mau masuk MIPA. Bukan kenapa-kenapa, MIPA juga bagus lho, tapi aku bener-bener gak minat masuk situ. Mending coba daftar lahgi tahun depan daripada harus masuk situ.

Maka dimulailah perjuanganku mencari jurusan lain. Dan ditemukanlah PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA! Awalnya aku bingung. Jurusan apa nih... cuma namanya aja keren, tapi ngapain?? Begitu buka webnya PWK ITS (http://www.urplan.its.ac.id/index.php), aku tertarik 1 hal: mata kuliahnya diajarin Corel Draw & AutoCAD! Selain web, aku suka desain. Dan kenapa aku gak daftar kuliah desain aja? Mahal boo'... sudah gak cukup uangku buat daftar kuliah gitu. Beli formulir aja udah gak bisa, boro-boro kuliahnya.

Berangkat dari 2 hal itu, aku nekat ngisi formulir SNMPTNku dengan pilihan ke-2 PWK ITS.

Dan sedikit berharap, tetep masuk SI.

Hari pengumuman tiba, dan jeng jeng! Aku masuk PWK!!
Dhoeng....
Agak kecewa? Mungkin. Tapi aku begitu excited untuk tahu lebih banyak tentang ke-Planologi-an. Jadi baru bener-bener cari tahu tentang kuliah yang aku masukin ya pas setelah pengumuman! Hahahaha..
Tapi setelah aku browsing, gugling, surfing, dan snorkeling, teknik planologi tuh bener-bener dibutuhkan di sebuah kota/wilayah lho. Tanpa adanya seorang planner, kota/wilayah itu bakal tumbuh gila-gilaan (anarkis kalo katanya pak Heru :P). Trus, ranah kerjanya di Indonesia masih luuuaaassss.. karena pekerja sedikit, tapi ladang begitu gedeee.. bayangin aja, kota di Indonesia ada berapa? Belum lagi wilayah-wilayah yang belum terjamah, begitu banyak ladang yang belum kebikin perencanaannya... Bisa bayangin kan untuk 10-20 tahun ke depan, kerjaan masih banyak bow. Gak takut nganggur (asal berkompetensi lah..).

Trus, aku juga baru tahu sejak kuliah disini, ternyata mata kuliahnya jarang duduk manis di ruang kuliah, dengerin dosen ngomong, tapi kebanyakan kita presentasi, survey, bikin peta, jalan-jalan, melihat kehidupan kota lebih dekat dan mendetail, dll. Kalo kuliah fullnya 2-3 jam, kita paling cuma ngomong 1 jam, sisanya diskusi. Banyak fun-nya. Apalagi aku juga suka jalan-jalan! Sejak kuliah disini, aku jadi hobi keliling kota & kuliner! Surbaya yang selama ini aku cap panas, nyebelin, polusi, macet, banjir, sekarang aku jadi tahu banyak tentang pelosok-pelosok, tau kalo di deket Kalisosok ada bakso enak dan murah, tau jalan-jalan pintas menuju suatu daerah, tau kalo di Surabaya Barat selain ada perumahan mewah, ternyata masih banyak juga rumah-rumah sederhana kayak di perdesaan..

Intinya, kuliah dan belajar tentang ilmu planologi gak ada habisnya dan hampir semuanya fun! Apalagi bagi yang punya pikiran kreatif dan penuh ide.

(to be continued...)

4 comments:

  1. Satu lagi mahasiswi yang masuk PWK karena tidak lolos pilihan pertama :) not a big deal..saya sendiri sempat berharap mengabdi di Arsitektur, namun sepertinya Allah berkehendak lain..dan saya yakin Tuhan tdk akan memberikan selain yg terbaik bagi umatNya :)

    ReplyDelete
  2. hehehehe...
    ini mungkin menggambarkan tulisan diatas:
    "kerjakanlah hal yang kau cintai, dan cintailah apa yang kau kerjakan"

    btw, bakso enak nan murah di Kalisosok itu kan bukan dapat dari kuliah :D

    ReplyDelete
  3. wah, ada pak nanda :)
    jd malu ketauan.. :P

    @mas danu:
    iya, tp dari proyekan. hahahha...

    ReplyDelete
  4. Ternyata kita punya nasib yang sama. Pilihan 1 dan pilihan 2. Tidak jauh beda. Tapi Tuhan cinta kita dan ini pasti jalan yang terbaik.

    ReplyDelete