Tuesday, August 3, 2010

Day 2: Aldo's birthday feat. Pimnas Stories (bagian I)

Today.. not bad :)
Hari ini Aldo ultah. Maunya dibikin surprise, tapi jadinya malah jayus. Gapapa lah... 16 tahun kan gak setiap tahun...
Oiya, kalo gak salah aku sempet janji cerita Pimnas di Bali kemaren ya? Hohooho...
Sebelum itu, aku perkenalkan dulu tokoh2nya biar gak bingung.
Ketua PKM: Asmaul Husna. Ini dia Mbak Una.. pengagas Utagami
Anggaditya yang disebut Mas Angga. Satu2nya cowok & fotografer di Utagami
Palupi S. Narisywari. Mbak2 lucu & ringkih :D
Cihe Aprilia. Presenter Utagami menggantikan Mbak Una. Calon Mawapres
saya sendiri... Volare Amanda
Sudah siap? nie ceritanyaaa....

translate: silakan.. mampir..
Day 1 - 17 Juli 2010
Berangkat dari ITS jam 3 sore (gak tau kata sapa), jam 4 sore (kata Pak Arwi - dosen), jam 5 sore (versi Mas Angga). Akhirnya setelah dapet telpon yang isinya marah-marah karena tim Utagami paling lelet dan paling dekat kampus (!), kami ber-4 (aku, Cihe, Mas Angga, Mbak Palupi) langsung cabut menuju rektorat dibantu Deny. (Makasih Denyyy...)
Inilah benda yang membawa kami ke Bali
Day 2 - 18 Juli 2010
Sampe Ketapang. Waktu menunjukkan 01.00 dini hari. Brrr... adem gak karu2an. Agak lebay sih, udaranya gak seberapa adem, cuma anginnya itu lhooo.. duh kenceng banget... Denger2 juga, malem itu, eh pagi itu ombaknya sekitar 3 meter. Berhubung aku gak pernah naik kapal sebelumnya, dan udah diingetin kalo di kapal itu bakal keguncang2 kyk maen di THR, jadi aku gak nyadar kalo ombak 3 meter tuh tinggi ya...
Dan puji Tuhannya, aku gak muntah sama sekali! Horeee!! Padahal Cihe (notabene uda sering naik kapal) sempet muntah. Emang mabuk sih, tapi untungnya aku gak muntah. Ta' pake tidur di kapal. Hohohoo..
di Ketapang. Brrr...
Ngangetin diri (cara yg aneh bukan??)
Setelah nyebrang, kami sibuk masuk dalam alam bawah sadar kami masing2 (alias tidur lagii). Sempet beberapa kali aku terbangun dan ngecek jam. Kirain Gilimanuk - Denpasar tuh deket, taunyaa.. hampir 4 jam kami diguncang2 lagi di bis. Astaga... Walaupun agak2 shiplag (kalo pesawat kan jetlag), toh pada akhirnya kami tiba juga di hotel dengan selamat sentausa, aman terkendali, damai sejahtera, dsb.
Hotel "mewah"
Grand City Inn namanya. Ada di jalan Tukad Badung, Renon. 25 menit dari pusat kota Denpasar. Hotel yang bener2 mewah (mepet sawah). Serius. Di depan, di belakang, di kanan, di kiri.. semuanyaaa sawah. Dan sapi. Bener2 MEWAH, kan??
salah satu pojok belakang hotel. Diambil dari lantai 2 hotel
Begitu sampe, kami langsung masuk kamar masing2 dan rebah. Huuuffttt... enaknyaaaa... setelah mabuk macam2 (mabuk darat, mabuk laut, mabuk cinta - upppsss...), nyaman sekali uda bisa tiduran di ranjang, mandi pake hot shower. Ya, HOT shower. Karena airnya bener2 panas minta ampun sampe nyaris membakar kulit!!
Tapi satu kata untuk hotel ini: AWESOME!!
Apalagi isinya cuma anak2 ITS doang! Wuaahh... berasa rumah sendiri deh. Hotel2 sendiri! Di depan kamarku juga ada kolam renangnya. Uiiihhh... menggairahkan banget... sayang, cewek2 disini pemalu2 dan jarang keluar kamar :( Jadi yang menguasai kolam renang ya cuma anak2 cowok. Huhh...
Hari itu juga, aku berencana ikut kebaktiannya Light Satellite. Kangen sama anak2 Airport!! Huhuhu... Karena gak mau sendirian, aku mencari2 korban yang bisa diajak barengan buat ibadah.
ini dia korbannya.. Bukan, bukan burungnya, tapi yang berkemeja hitam :D
Benernya ada satu korban lagi. Tapi sayang sekali dan entah mengapa, sosok ini tidak terlihat pada saat itu. Ooohhh... Jadilah kami berdua yang berangkat hari itu.
Selesai ibadah, kami simulasi (lagi), di-pressing ala dosen lagi, diberi saran ini itu lagi, disuruh benerin ini itu lagi, dsb dsb.

Days 3 - 19 Juli 2010
Gak kemana-mana. Seharian di hotel cuma benerin slide powerpoint & simulasi. Cihe sempet disuruh ke dokter gara2 ada radang tenggorokan yang mengganggu saat presentasi. Obatnya aja mencapai 400ribu!! Aje gilee... Masih sempet foto2 dan renang juga sih :)
salah satu "bom" awan yang ditemukan saat jalan2 keluar hotel
me-narsis-kan kamar
Days 4 - 20 Juli 2010
Persiapan technical meeting. di Universitas Mahasaraswati. Udara bener2 panas gak ketulungan. Akhirnya bagi2 job. Mbak Lupi & Cihe ngantri di registrasi. Aku & mas Angga keliling cari kelas presentasi. Untunglah UnMas gak segede ITS...
Malamnya masih di-pressing dosen lagi (bahasaku lebay...). Hahaha... maksudnya diberi saran2 yang menusuk untuk terakhir kalinya karena besoknya udah presentasi. Semalaman kami ngebut buat ini buat itu. Merancang strategi apabila mbak Una gak ada. FYI, dia sedang di Jakarta untuk Mawapres. Jadi kemungkinan terburuk adalah mbak Una dateng telat & kami belum sempat memberitahukan strategi baru kami.
Dan gawatnya lagi, waktu TM tadi sore, kami masuk di kelas presentasi dimana juri yang ada di kelas itu adalah dosen yang membantai kamu waktu simulasi presentasi sebelumnya! Owwhhh!! Namanya Pak Widya Utama, dosen Fisika. Dengan gaya ITS (maksudnya bertanya dengan memotong pembicaraan sebelumnya dan bertanya sambung menyambung sambil sedikit menuntut - yg dari ITS pasti tau maksud saya), dia menghabisi menyarankan kami untuk mengubah sasaran kami. Tentu kami juga ngotot untuk tidak merubah sasaran karena memang sasaran kami seperti itu adanya. Ketika bertemu di hotel ini kami sedikit lebih berani untuk "menantang" bapak satu ini. Tapi toh tetap saja kami kalah.. Tapi ini sudah sebuah kemajuan mengingat sebelum ke Bali ini kami sempat dibantai habis2an oleh dosen ini tanpa kami tahu harus menjawab seperti apa. Bahakan dosen pembimbing kami pun tidak tahu harus berbuat apa. Sungguh luar biasa dosen satu ini..
Selesai berkonsultasi dan ngotot2an, dengan hasil kami yang kalah, kami menjauh dan berdiskusi untuk mempikirkan strategi bagaimana menghadapi juri satu ini. Mengingat besok kan kami 1 kelas dengan dia! Sudah tentu kalo kami gak mengubah sasaran kami sesuai dengan maunya, habis sudah kami. Jadi kami berdiskusi sampai larut malam, saling tanya jawab, sampe kepala pening banget menuntut untuk tidur. Tapi kami gak tidur, memaksa untuk terus bekerja sampai tengah malam (teman2 yang lain malah sampe subuh!), latihan, ngeprint ini ngeprint itu, bikin ini bikin itu, dsb.
Akhirnya, lewat tengah malam kami (gak termasuk mas Angga) ditemukan tewas tergeletak di kasur dan lantai.
(to be continued...)

No comments:

Post a Comment