Friday, December 6, 2013

A Wedding Invitation From Future

An email from my best partner, in good and bad..

 
Dear Amanda,

Hi, how's going? Kelihatannya banyak hal yang Tuhan kerjakan dalam hidupmu ya, Manda? Senang rasanya melihat kamu mulai menyibukkan diri di ladangNya, dan bukan lagi pusing masalah-masalah diri kamu sendiri :) Great job, girl! Congratulations! You did it!

Aku masih ingat beberapa tahun yang lalu, kamu masih sibuk mikirin masa depan kamu sendiri, sampai lupa hal yang terpenting, yaitu Sang Masa Depan itu sendiri! :D
Ga papa.. You've learn it in hard way, but it works, doesn't it?
Aku senang kamu tetap belajar banyak hal dan masih mau kembali untuk diajar lagi walau kamu tahu itu berat. Tapi percayalah, sekalipun berat dan kelihatannya gak jelas, you're with The Creator now. Jalanin aja, be joyful in every step you take, because He is there with you!

Amanda, beberapa hari lagi aku akan menikah. Yap, dengan orang itu. Kamu tau kan? ;)

It's not easy, I know.
I really took my faith for this one.
Kalo kamu tanya gimana perasaanku sekarang, hmm.. I don't know.
Mix feelings.
Kamu ingat gak aku pernah cerita gimana perasaanku waktu tau kalo itu dia? Mix feelings juga.
Sepertinya kurang lebih sama.
Dia pria yang bisa aku hormati. Dia hati-hati dalam melangkah, dan setiap keputusan yang dia ambil, aku tahu itu bukan keputusan yang mudah. Keputusan untuk meninggalkanku! How big his faith is!
Aku sama sekali gak menyangka dia berani letting me go, padahal dia juga tahu kalo aku tertarik pada dia.
At that time, I'm so proud of him. I'm so thankful. I'm feeling grateful to know someone like him. Like Paul said in his letter to Philemon, "Every time your name comes up in my prayers, I say, "Oh, thank you, God!" (Philemon 1:4)."

Di waktu yang sama, aku juga merasa sedih dan ragu.
Apa iya aku ini bisa jadi pasangan yang sesuai dengan dia, yang bisa mendukung dia, dan bisa membawa dia makin dekat sama Tuhan? Melihat kegagalanku di sana-sini, aku meragukan diriku sendiri dan melihat diriku begitu kecil dibanding dia.
Sepertinya dia cukup confident, cool, calm, dan tahu apa yang dia mau.

Beberapa hari lagi aku dan dia akan mengikat janji. Dan aku akan segera menjadi istrinya.
Tolong doakan aku ya, supaya aku bisa tetap fokus pada Tuhan dan meletakkan imanku di tempat yang benar, supaya ke depan aku juga makin bisa mendukung suamiku untuk makin bertumbuh kepada Kristus.

Amanda, I'd never dream something like this! This feeling.. is sooo.. great!

Kamu tahu, waktu aku masih single, belum tahu siapa calon suamiku, belum tahu kapan dan bagaimana kami akan bertemu, aku selalu membayangkan hari pernikahanku.
Hari pernikahanku akan menjadi hari yang paling membahagiakan. Bukan cuma aku yang berbahagia, tapi juga keluargaku, keluarganya, fotografer dan make-up artistku, teman-teman, rekan kerja, pemimpin rohani, dll.

Sekarang aku merindukan hari pernikahan yang penuh kuasa, karena aku rindu melihat keluargaku dipulihkan. Aku rindu melihat keluargaku mengerti konsep cinta yang sesungguhnya. Segala bentuk kasih, hanya boleh ditujukan pada Sang Pencipta Kasih itu sendiri. Aku dan calon suamiku bukan manusia yang sempurna, tapi kami mengerti, karena Dia yang telah mempertemukan kami, dengan caraNya yang ajaib dan tak terpikirkan oleh kami, because He is soo.. good for both of us, kami diijinkan memiliki hari pernikahan yang kudus dan indah.

Aku mau hari pernikahanku bukan sekedar liturgi atau agenda acara, tapi hari pernikahanku adalah KKRku dan suamiku. Dimana setiap orang yang datang ke acara pernikahan kami, single atau couple, atau family, mereka akan dipulihkan, iman mereka dibangkitkan, kalau perlu boleh ada mujizat terjadi di sana! Wow!

Aku membayangkan nanti, di hari itu, aku dan suamiku akan maju ke panggung, kami akan bersaksi betapa Tuhan itu baik, bagaimana Dia merancangkan segala sesuatu yang terbaik untuk kami berdua. Dan betapa kami sangat bersyukur boleh meletakkan kepercayaan kami kepadaNya.
Kami juga mau berterima kasih pada orang tua kami, bagaimanapun juga, karena mereka lah kami bisa ada sekarang. Aku membayangkan mama diam-diam mengusap air matanya, papa berkaca-kaca dan hanya tersenyum memandang kami.
Aku, dengan suara yang bergetar menahan tangis, tangis haru dan penuh ucapan syukur, gak berhenti-berhenti mengucap syukur karena kebaikanNya, karena boleh jadi pendamping suamiku, suamiku yang luar biasa, pria yang bisa kuhormati dan kupercaya, untuk hidup kami seterusnya.
Kami juga akan mengangkat gelas champagne kami ke pemimpin rohani, mentor, dan pastor kami. Karena kami tahu, karena doa dan dukungan merekalah kami bisa kuat menjaga kekudusan sampai hari pengikatan janji itu tiba.
Gelas champagne kami juga kami arahkan ke teman-teman komsel kami, karena merekalah yang mendukung kami dalam doa, membantu kami untuk tetap pada jalur yang benar, berdoa syafaat dan berpuasa untuk hari pernikahan kami. Tanpa doa-doa mereka, tentunya tidak akan ada hari pernikahan seperti itu, kan?

Aku tahu pasti Roh Kudus akan hadir di hari pernikahanku dan menjamah setiap tamu yang hadir, entah itu di pemberkatan atau di acara resepsi.
  • Mungkin nanti banyak ditemukan wanita-wanita yang diam-diam menyusut matanya sambil makan, karena hatinya dijamah Roh Kudus dan Roh Kudus memberikan damai yang nyata untuk hidup mereka.
  • Mungkin nanti tidak sedikit juga suami-suami yang mulai mendekati istrinya, memeluk dan merangkul istrinya, mengecup kening istrinya, atau hanya sekedar mengusap anak-anaknya.
  • Mungkin nanti para single di pesta penrikahanku, tidak terfokus untuk mencari calon pasangan, tapi mereka sedikit menunduk, tersenyum kecil, dan mengangkat wajah. Binar-binar mata mereka menunjukkan hati mereka sudah damai dan dipulihkan oleh Roh Kudus, tahu bahwa Allah telah menyediakan yang terbaik untuk hidup mereka.
  • Mungkin yang datang di hari pernikahanku ada pasangan yang hampir cerai, mereka boleh dipulihkan, mereka boleh mengalami kasih yang sesungguhnya. Wow!
  • Mungkin ada seorang ibu yang suaminya sekarat, dia boleh dikuatkan, dan suaminya disembuhkan. Wow!
  • Mungkin ada pasangan yang sudah lama pisah ranjang, setelah datang ke acara pernikahanku, mereka boleh disatukan kembali. Wow!
  • Mungkin ada seorang cewek yang habis diputus pacarnya, dan hampir bunuh diri, setelah datang ke acara pernikahan kami, dia boleh dapat harapan baru. Wooww!!
  • Mungkin ada cowok yang belum ngerti konsep cinta, sibuk cari cewek dan gonta-ganti pasangan, bermain-main dengan dirinya sendiri, memuaskan nafsunya, setelah hadir di acara pernikahan kami, mindsetnya boleh diubahkan. Wooww!!
Bagaimana?
Kamu terkesima kan?
Ya, aku bisa melihat kamu mengangguk-angguk dan tersenyum simpul.
Matamu juga berbinar membayangkan pernikahan yang seperti itu.

Amanda, pernikahan seperti itu belum pernah aku bayangkan.
Aku tahu itu Tuhan yang meletakkan ide ini di hatiku.
Tapi tahukah kamu, Manda, harga yang dibayar sangat mahal. Pernikahan seperti itu tidak dirancang 1-2 bulan atau dalam semalam saja. Aku sudah bayar harganya sejak aku menerima Kristus dalam hatiku dan hidupku.
Seringkali sulit untuk mempertahankan iman ini. Jalan yang ku tempuh berbahaya dan menyakitkan! Tak terhitung berapa kali dalam sehari aku harus menyalibkan kedaginganku sendiri, aku harus memaksa hati dan perasaanku untuk tetap fokus pada Dia, bagaimana tiap hari aku harus memutuskan untuk menang atas tubuh, perasaan, dan hatiku sendiri.

Pernikahan yang penuh kuasa seharusnya berfokus pada Dia!
Hanya karena perkenananNya-lah aku bisa menghadirkan pernikahan yang seperti itu.
Ini sulit, tapi aku mau Tuhan pakai aku dan suamiku sebagai alatNya untuk menunjukkan pada orang-orang bahwa Dia baik. Dulu, sekarang, dan selamanya Dia baik. Pada orang yang percaya atau tidak percaya padaNya, Dia tetap baik.

Tapi sudah tentu, untuk dipakai sebagai alaNya, aku dan suamiku harus mempersiapkan diri. Persiapannya sudah dimulai sejak kami single. Kami belajar percaya sepenuhnya bahwa apapun yang Dia kerjakan, semuanya baik, dan mendatangkan kebaikan untuk kami.

Kami belajar tidak terburu-buru dalam mengambil langkah. Kami menikmati hari demi hari kami berjalan denganNya, tanpa sadar Dia membawa kami saling bertemu.
That's wonderful!
Yayaya.. aku tahu kamu muak dengan cerita seperti ini :D
Perasaan yang seperti apa itu? Kamu gak ngerti.
Ya, aku sendiri juga gak ngerti sampai aku menyadarinya.

Tenang, Manda. Sekarang kamu mungkin gak tau siapa dia, kapan kalian bertemu, dan bagaimana kalian bertemu. Yang aku tahu, dan kamu juga perlu tahu, adalah Tuhan baik. Dia baik padamu dan pada calon suamimu. Apapun yang Dia lakukan, semuanya baik.
Untuk sekarang, kamu cukup perlu tahu itu saja.
Sudah, don't be worried or fret.
Cukupkan dirimu pada apa yang ada sekarang, jangan pikirkan sesuatu yang lebih tinggi daripada yang kamu bisa pikirkan.

Kamu menginginkan pernikahan yang penuh kuasa kan? Yang seperti KKR kan? Dimana mujizat boleh terjadi di hari pernikahanmu, sama seperti mujizat Yesus yang pertama di pernikahan di Kana. Kamu kamu merindukan pernikahan yang seperti itu, kamu harus mau lakukan bagianmu. Tetaplah diam di kakiNya, pandang wajahNya! Save the best for the last!
Hari itu Yesus bisa saja melakukan mujizat dari awal, tapi apa gunanya? Tidak ada kemuliaan yang besar yang bisa dibawa Yesus pada Bapanya jika Dia melangkahi waktuNya. Yesus aja bersabar, kamu kok enggak! Siapa kamu? :p

Semoga damai sejahtera yang dari Allah sendiri boleh turun atas hidupmu, memenuhi hatimu dan meluap keluar, supaya orang-orang di sekitarmu juga boleh mengalami damai yang dari Tuhan sendiri.

I'm waiting you on my wedding day! ;)

Immanuel, Manda!
I love you so much!

Yaye

2 comments:

  1. Eh~~ Bagus banget surat ini XD XD XD I also wish my wedding day will be a revival service! hahahah~ Thank you manda udah posting ini, melalui postingan ini aku diingatkan Tuhan tentang visi yang udah Tuhan taruh dalam hatiku dan kembali membuatku terus berlari-lari untuk mendapatkannya :)

    Big hug for you manda :D

    ReplyDelete
  2. Big hug for you too, ce!
    Buat FKA xx atau KNY xx di pernikahannya cece nanti! Hahahhaha..!

    ReplyDelete