Thursday, January 3, 2013

Day 04: Your Views of Religion


Satu pertanyaan yang pernah muncul di kepala saya waktu belum bertobat dan lagi pacaran sama anak yang beda agama dulu adalah: "Kalo Tuhan yang menciptakan dunia dan manusia itu cuma satu, kenapa ada banyak agama? Kenapa ada banyak wujud Tuhan? Tuhan mana yang benar?" Kayak film cin(T)a ya :P




Pertanyaan itu agak sedikit terjawab sekarang setelah saya memutuskan untuk menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat saya pribadi.

Yesus tidak pernah datang membawa agama atau aliran kepercayaan.

Itu salah satu alasan mengapa saya memilih Yesus. Dia gak pernah dateng agar manusia percaya sama Dia. Dia dateng cuma menunjukkan kasih. Dia dateng cuma menunjukkan bahwa Tuhan masih peduli sama manusia sampe rela mati.

Gak semua orang bisa percaya sama Yesus. Yesus itu terlalu sukar untuk diterima akal manusia. Gimana bisa coba seorang manusia ngaku-ngaku sebagai Tuhan? Manusia jadi Tuhan? Uaneeehhh to??? What the heck manusia yang ngomong gitu! Menghujat Tuhan itu!!

Coba dibalik pemikirannya.
Kalo Tuhan yang jadi manusia, is it impossible??
Tuhan kan bisa jadi apa saja, dimana saja, dan kapan saja! Kalo Tuhan mau jadi manusia, lu manusia mau apa? Kok maksa bahwa itu gak mungkin? Yang jadi tuhan sekarang sapa?

Kadang-kadang manusia yang memegang agama begitu erat itu lucu. Sok mau membela Tuhan. Nah lho! Emang Tuhan kamu selemah apa kok sampe harus kamu bela? Hahahaha.. kitalah yang benernya kudu dibela. Dibela dari diri kita sendiri. Dibela dari pemikiran kita sendiri yang udah rusak.

Kadang kita heran, ada anak kecil yang pinter mukul. Padahal orang tuanya sangat lembut, gak pernah mukul apalagi marah di depan anak. Lha si anak belajar mukul dari mana?

Manusia yang gak percaya Tuhan juga lucu. Kalo kamu gak percaya Tuhan, kamulah tuhannya! Kamu menjadikan diri kamu sendiri sebagai figur untuk kamu percayai. Bukankah itu definisi tuhan menurut manusia? Sejatinya manusia itu butuh suatu pegangan hidup. Tinggal tunggu waktu aja apakah pegangannya itu Tuhan, dirinya sendiri, sistem agama, uang, rumah, keluarga, istri/suami, anak-anak, karir, jabatan, kekuasaan, rasa puas, rasa bahagia, atau apa? You count it lah.

Kalo hari ini di KTPku tulisannya Kristen, tetep ke ibadah tiap hari Sabtu, ikut komunitas sel tiap hari Minggu, melakukan berbagai aktivitas sistem yang ada di komunitas yang bernama Gereja -sensor-, itu semata-mata karena aku tidak bisa hidup tanpa manusia lain. Bukan karena saya sudah melakukan hal-hal yang disebutkan di atas, makanya saya layak untuk dicap sebagai manusia baik dan layak untuk dapat imbalan dari Tuhan. Emangnya Tuhan itu Sinterklas apa? Ngasih hadiah buat anak baik. Kalo anak nakal nanti dihukum Piet Hitam? Lucu!

Setelah jatuh cinta sama pribadi Yesus, saya gak bisa gak mengasihi manusia lain. Perbedaan pendapat, kata-kata menusuk, perlakuan yang tidak adil (menurutku), ditinggalkan, dikecewakan, tidak dihargai, dan lain-lain seharusnya tidak menghalangi aku untuk tetap mengasihi. Masih belajar untuk segera mengasihi. Gak mudah lho untuk segera. Seringkali saya butuh waktu agak lama untuk akhirnya memutuskan untuk mengasihi apapun kekurangan orang-orang sekitar saya.

Kesimpulannya, jangan pernah membuat tuhan sendiri di balik tameng agamamu. Kebenaran itu tidak perlu dibela, tidak perlu dicari begitu rupa juga. Kebenaran itu cuma satu dan kalau saja kamu mau buka mata dan hati lebar-lebar terhadap sekelilingmu, kebenaran itu yang akan menghampiri kamu.

Any comments?

1 comment:

  1. Thanks for writing this great post Amanda... kamu bener sekali dan sekaligus mengingatkan kalau nothing else matters besides love itself. Love is Loving no matter what, that's our highest calling. Tweeting this post.

    ReplyDelete